Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Judo Sumut Unggul di Mata Internasional, tapi Tak di Nasional, Ada Apa?
Atlet judo Sumut meraih perak di kejuaraan internasional di Penang (dok.PJSI Sumut)
  • Pasangan judo Sumut, Fadli Ardiansyah Manik dan Krisjon Parnongotan Simorangkir, meraih medali perak di Penang Invitational Judo Championship 2026 dengan selisih satu poin dari tim Jepang.
  • Ketua PJSI Sumut, Muhammad Arief Fadhillah, menyoroti perbedaan hasil antara kejuaraan nasional dan internasional serta mempertanyakan standar penilaian juri di tingkat nasional.
  • Fadli dan Krisjon kini berstatus sebagai anggota TNI dan mendapat dukungan penuh dari batalion mereka untuk terus berlatih serta membela Sumatera Utara di ajang internasional.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Medan, IDN Times- Pasangan Nage No Kata asal Sumatra Utara Fadli Ardiansyah Manik dan Krisjon Parnongotan Simorangkir kembali mencatat prestasi internasional. Berlaga di Penang Invitational Judo Championship yang berlangsung pada 17–19 April 2026 di Sunshine Central, Penang, Malaysia, Fadli-Krisjon meraih medali perak.

Keduanya mencatat selisih poin yang sangat tipis dengan peraih emas.Fadli dan Krisjon mencatatkan 375,5 poin, hanya terpaut satu poin dari Jepang yang keluar sebagai juara dengan 376,5 poin. Sementara itu, tuan rumah Malaysia menempati posisi ketiga dengan 359,5 poin, disusul tim Malaysia lainnya di posisi keempat. Atlet dari Jawa Barat berada di peringkat kelima dengan total 348,5 poin.

1. Kerap unggul di mata juri internasional

Atlet judo Sumut meraih perak di kejuaraan internasional di Penang (dok.PJSI Sumut)

Beberapa kali berlaga di even internasional dengan juri luar, Fadli-Krisjon mampu tampil memikat dan mendapatkan nilai yang bagus. Seperti pada Southeast Asia Judo Bali. Dalam kejuaraan itu, pasangan atlet yang kini berstatus sebagai prajurit TNI tersebut mengumpulkan 421 poin dan berhak atas medali perak. Mereka kalah dari pasangan Vietnam yang meraih 427,5 poin, sementara posisi ketiga juga ditempati atlet Vietnam dengan 416 poin.

Hal ini berbanding terbalik saat berlaga di even nasional seperti PON Sumut-Aceh 2024 lalu. Ketua Pengprov PJSI Sumatera Utara, Muhammad Arief Fadhillah, mempertanyakan perbedaan hasil yang diperoleh atletnya di level nasional dan internasional. Ia menilai adanya kejanggalan dalam sistem penilaian.

“Kenapa nilai atlet kita di kejuaraan internasional justru lebih baik dibandingkan di kejuaraan nasional seperti PON 2024? Ini tentu menjadi pertanyaan, apakah ada perbedaan standar penilaian atau hal lain di level nasional,” ujarnya.

2. Arief menduga ada standar penilaian yang berbeda juri nasional dan internasional

Atlet judo Sumut meraih perak di kejuaraan internasional di Penang (dok.PJSI Sumut)

Arief menyoroti perbedaan signifikan performa atlet Sumut. Pada PON 2024 Aceh-Sumut, pasangan ini hanya meraih 338 poin dan mendapatkan medali perunggu. Saat itu, Jawa Barat meraih perak dengan 351,5 poin, sedangkan Jawa Timur menjadi juara dengan 358,5 poin. Pada even internasional ini, tim Jawa Barat yang berlaga di Penang merupakan peraih medali emas pada PON Bela Diri dan perak di PON 2024 Aceh-Sumut hanya berada di peringkat kelima dengan total 348,5 poin.

Menurut Arief, perbedaan hasil ini menimbulkan tanda tanya besar terkait standar penilaian juri di tingkat nasional dan internasional.

“Apakah memang ada perbedaan, atau justru ada kepentingan tertentu? Jika ingin membangun judo Indonesia ke depan, semua pihak harus menjunjung sportivitas dan kejujuran. Jangan sampai kita tertinggal di level Asia,” tegasnya.

3. Kini berstatus anggota TNI

Atlet judo Sumut meraih perak di kejuaraan internasional di Penang (dok.PJSI Sumut)

Fadli dan Krisjon kini sudah berstatus anggota TNI. Arief bersyukur mereka bisa kembali berlatih dan mendapat izin dari batalionnya untuk kembali masuk pelatda PJSI Sumut.Ia mengucapkan terima kasih kepada Letkol Ihsan Hanafi selaku Komandan Batalyon 902 SPG/Serdang Bedagai atas dukungannya.

“Terima kasih atas dukungan yang diberikan, khususnya izin kepada kedua atlet untuk kembali membela Sumatera Utara di ajang internasional,” tutup Arief.

Editorial Team