Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Inflasi Sumut Juli 2026 Dipicu Kenaikan Harga Pangan
Ilustrasi inflasi (Foto: IDN Times)
  • Sumatra Utara diproyeksikan mengalami inflasi Juli 2026 di atas 0,17 persen, terutama dipicu kenaikan harga beras, cabai rawit hijau, susu bubuk, sayuran, serta kebutuhan rumah tangga.
  • Harga bawang merah turun sekitar 16 persen dan cabai merah 19 persen, sementara deterjen serta sebagian tiket pesawat premium ikut turun; harga emas dan tiket ekonomi justru naik.
  • Pemerintah diminta mewaspadai inflasi hingga akhir tahun karena cuaca, pelemahan rupiah, dan kenaikan biaya produksi pertanian berpotensi membuat pangan tetap menjadi penyumbang utama.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
bulan Juni

Harga telur ayam secara rata-rata masih lebih rendah dibandingkan bulan Juni.

dua pekan terakhir

Harga daging ayam naik cukup signifikan, tetapi rata-rata kenaikannya masih sekitar 1 persen.

Juli 2026

Sumatra Utara diproyeksikan mengalami inflasi, didorong kenaikan harga beras, cabai, susu bubuk, sayuran, kebutuhan rumah tangga, dan bahan bangunan. Bawang merah dan cabai merah justru mengalami penurunan harga.

Rabu (30/7/2026)

Gunawan menyatakan kenaikan harga ayam dan telur belum diperkirakan memicu inflasi besar pada Juli.

Agustus mendatang

Daging ayam dan telur ayam diperkirakan menyumbang inflasi yang lebih besar.

akhir tahun

Pemerintah diminta mewaspadai inflasi yang dipengaruhi cuaca dan pelemahan nilai tukar Rupiah terhadap Dolar Amerika Serikat.

masa mendatang

Komoditas pangan diproyeksikan tetap menjadi penyumbang dominan potensi kenaikan inflasi.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
  • What?
    Sumatra Utara diproyeksikan mengalami inflasi pada Juli 2026, dengan peluang kenaikan di atas kisaran 0,17 persen akibat naiknya harga sejumlah pangan dan kebutuhan rumah tangga.
  • Who?
    Pengamat ekonomi Gunawan Benjamin menyampaikan proyeksi tersebut dan meminta pemerintah mewaspadai perkembangan inflasi hingga akhir tahun.
  • Where?
    Perkembangan harga dan proyeksi inflasi terjadi di Provinsi Sumatra Utara, termasuk pemantauan harga komoditas di pasar modern.
  • When?
    Proyeksi inflasi berlaku untuk Juli 2026. Gunawan menyampaikan keterangannya pada Rabu, 30 Juli 2026.
  • Why?
    Kenaikan harga beras, bawang putih, cabai rawit hijau, susu bubuk, sayuran, kebutuhan rumah tangga, bahan bangunan, tiket ekonomi, dan emas diperkirakan mendorong inflasi.
  • How?
    Beras naik 1,5–5 persen, cabai rawit hijau hingga 54 persen, dan susu bubuk hingga 7 persen. Penurunan bawang merah, cabai merah, deterjen, serta sebagian tiket premium menahan kenaikan.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Harga makanan di Sumatra Utara naik pada Juli 2026, jadi uang belanja mungkin perlu lebih banyak. Beras, cabai hijau, susu bubuk, dan sayur naik. Bawang merah dan cabai merah malah turun. Pak Gunawan bilang Sumut bisa mengalami inflasi. Pemerintah diminta hati-hati sampai akhir tahun karena cuaca dan nilai rupiah bisa membuat harga makanan naik lagi.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Meski tekanan harga pangan mendorong potensi inflasi Juli, terdapat penyeimbang yang memberi ruang stabilitas. Kenaikan daging ayam dinilai masih berdampak kecil, harga telur rata-rata lebih rendah dibanding Juni, sementara bawang merah dan cabai merah turun cukup tajam. Penurunan harga batu bata serta beberapa tiket premium juga menahan tekanan biaya rumah tangga.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Medan, IDN Times – Provinsi Sumatra Utara (Sumut) diproyeksikan mengalami inflasi pada Juli 2026. Kenaikan harga sejumlah komoditas pangan menjadi pemicu utama, salah satunya harga beras.

Pengamat Ekonomi Gunawan Benjamin mengatakan, harga daging ayam yang naik cukup signifikan dalam dua pekan terakhir diperkirakan belum akan memicu inflasi besar di bulan Juli. Rata-rata kenaikan harga daging ayam masih di kisaran 1 persen, sehingga dampaknya terhadap inflasi relatif kecil.

"Hal yang sama juga terjadi pada telur ayam. Walaupun belakangan naik karena musim libur anak sekolah usai dan MBG kembali dibagikan, namun secara rata-rata harga telur ayam masih lebih rendah dibandingkan dengan bulan Juni," ujar Gunawan, Rabu (30/7/2026).

Menurutnya, kedua komoditas tersebut justru akan menyumbang inflasi yang lebih besar pada Agustus mendatang.

1. Beras, cabai, dan susu penyumbang inflasi Juli

Ilustrasi Bantuan Pangan Beras dari Perum Bulog. (Dok. Bapanas)

Gunawan merinci, sejumlah komoditas mengalami kenaikan harga pada Juli 2026. Beras naik 1,5 persen hingga 5 persen. Bawang putih naik sekitar 2,1 persen. Cabai rawit hijau naik hingga 54 persen. Susu bubuk naik hingga 7 persen.

Komoditas sayuran juga terpantau naik, seperti tomat sekitar 10 persen, wortel 14 persen, serta bayam, sawi hijau, dan kentang.

Selain pangan, sejumlah kebutuhan rumah tangga juga mengalami kenaikan, antara lain sampo, pembalut, dan popok bayi. Kebutuhan bahan bangunan seperti besi, semen, cat tembok, hingga batu bata juga naik.

"Walaupun khusus untuk batu bata belakangan ini sempat turun harganya, dan cenderung lebih murah dibandingkan dengan harga awal saat terjadi kenaikan serentak pada komponen bahan bangunan," jelasnya.

2. Bawang merah dan cabai merah alami penurunan

ilustrasi bawang putih dan bawang merah (vecteezy.com/BNMK 0819)

Di sisi lain, beberapa komoditas justru mengalami penurunan harga. Bawang merah turun sekitar 16 persen dan cabai merah turun sekitar 19 persen.

Namun Gunawan menyebut untuk cabai merah di pasar modern harganya masih terpantau naik. "Ini lebih dikarenakan oleh manajemen supply atau stok yang dilakukan oleh ritel modern itu sendiri," katanya.

Komoditas nonpangan yang turun antara lain sabun deterjen. Sebagian harga tiket pesawat kelas premium juga turun. Sebaliknya, harga tiket pesawat kelas ekonomi justru mengalami kenaikan. Harga emas di lapangan juga terpantau naik sekitar 10 persen.

"Jadi secara keseluruhan, Sumut masih berpeluang untuk mencetak inflasi di atas kisaran 0,17 persen," terangnya.

3. Pemerintah diminta waspadai inflasi akhir tahun

Ilustrasi inflasi (Foto: IDN Times)

Gunawan meminta pemerintah mewaspadai laju inflasi hingga penutupan akhir tahun. Ia menilai inflasi akan lebih banyak dipengaruhi faktor cuaca serta dampak pelemahan nilai tukar Rupiah terhadap Dolar Amerika Serikat.

"Komoditas pangan diproyeksikan akan tetap memberikan kontribusi dominan untuk potensi laju kenaikan inflasi di masa mendatang," ujarnya.

Ia juga menyoroti pembentukan harga pokok produksi di tingkat petani. Menurutnya, harga keekonomian produk pertanian mengalami kenaikan karena penyesuaian harga pokok produksi maupun harga pokok penjualan.

"Kenaikan komponen pembentukan harga pokok produksi terjadi setelah perang Iran – AS pecah dan memicu pelemahan Rupiah," jelasnya.

Gunawan mengingatkan, jika realisasi harga pangan ke depan justru lebih rendah dari harga pokok penjualan atau harga pokok produksi, hal tersebut akan menjadi ancaman bagi pengendalian inflasi.

"Ancamannya di antaranya gagal modal atau kesulitan bercocok tanam kembali, utang petani menumpuk, hingga alih fungsi lahan. Jika itu terjadi, maka selanjutnya inflasi akan sulit dikendalikan," tutupnya.

Curated For You

Editorial Team

Related Article