Suasana listrik padam di Kota Banda Aceh (IDN Times/Muhammad Saifullah)
General Manager PLN Unit Induk Distribusi (UID) Aceh, Eddi Saputra, mengatakan secara bertahap infrastruktur kelistrikan utama berhasil dioperasikan kembali. Ada 19 telah bertegangan dari toral 21 Gardu Induk (GI) yang ada di Ace.
"Saat ini tersisa dua Gardu Induk yang masih dalam tahap penormalan, yaitu GI Samadua, dan GI Blangpidie. Sementara untuk GI Singkil sudah berhasil bertegangan dan saat ini sedang dalam proses pembebanan secara bertahap," kata Eddi, Sabtu.
Dia menyampaikan PLN masih terus berupaya untuk memulihkan sistem kelistrikan di wilayah Aceh pascagangguan jaringan transmisi Saluran Udara Tegangan Ekstra Tinggi (SUTET) 275 kilovolt (kV) Muara Bungo-Sungai Rumbai di Jambi.
Pemulihan cepat juga terjadi di ibu kota provinsi. Suplai listrik untuk Banda Aceh saat ini telah mencapai 61 Megawatt (MW) dari rata-rata beban pagi sebesar 80 hingga 90 MW. Daya tersebut ditopang dari GI Banda Aceh, Ulee Kareng, Krueng Raya, dan Jantho.
Selain itu, seluruh Pembangkit Listrik Tenaga Diesel (PLTD) di Banda Aceh juga telah beroperasi, di antaranya PLTD Lueng Bata (7,7 MW), Ulee Kareng (12 MW), dan Krueng Raya (7 MW).
Lebih lanjut, PLTD di Ayangan (Aceh Tengah) dan PLTD Isolated di Kota Fajar juga telah memikul beban sebesar 2,4 MW.
Sementara itu, untuk sistem kelistrikan di Pulau Sabang dan Kepulauan Simeulue dipastikan dalam kondisi normal dan tidak terimbas oleh dampak pemadaman.
Guna mengantisipasi waktu penormalan kelistrikan yang bersumber dari Nagan 1 hingga Nagan 4, PLN UID Aceh memobilisasi Genset Mobile dan Genset Portable secara masif ke wilayah Meulaboh dan sekitarnya.
“Langkah ini diprioritaskan untuk mem-back up berbagai fasilitas strategis publik,” ujar Eddi.