Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Siswa SMA di Banda Aceh Diduga Jadi Korban Pengeroyokan Kakak Kelas
Ilustrasi Bullying (Foto: IDN Times)

Banda Aceh, IDN Times - Seorang siswa berusia 15 tahun diduga menjadi korban perundungan dan pengeroyokan oleh sejumlah siswa di salah satu Sekolah Menengah Atas (SMA) di Kota Banda Aceh. Korban disebut mengalami luka di sejumlah bagian tubuh setelah diduga dikeroyok di lingkungan sekolah.

Informasi tersebut disampaikan keluarga korban melalui unggahan di media sosial Instagram pada Senin (21/9/2026) sore. Dalam unggahan itu, keluarga turut memperlihatkan sejumlah foto yang disebut sebagai kondisi korban setelah kejadian.

Pantauan IDN Times pada Selasa (22/9/2026), foto tersebut memperlihatkan bekas luka pada bagian wajah, bibir, kaki, dan kepala korban.


1. Keluarga sebut korban dikeroyok enam kakak kelas

ilustrasi bullying (IDN Times/Aditya Pratama)

Dalam keterangannya, keluarga korban menyebut pengeroyokan diduga dilakukan enam siswa yang merupakan kakak kelas korban.

Menurut keluarga, korban dipanggil saat jam belajar kemudian dibawa ke bagian belakang sekolah. Para siswa tersebut diduga melakukan pemukulan terhadap korban.

Namun, informasi mengenai kronologi pengeroyokan tersebut masih berdasarkan keterangan keluarga korban yang disampaikan melalui media sosial.

“Salah satu sekolah ternama dan terfavorit di Banda Aceh, abang leting kelas sebanyak enam orang melakukan penganiayaan dan pengeroyokan kepada anak kami sampai babak belur, dan sudah dilakukan mediasi tingkat sekolah tapi tidak menemukan hasil,” tulis keluarga korban.

Keluarga korban kemudian meminta pihak sekolah memberikan sanksi tegas kepada siswa yang diduga terlibat.

“Kami dari keluarga korban meminta kepada pihak sekolah supaya pelaku dikeluarkan dari sekolah tersebut biar tidak ada lagi korban berikutnya,” ujar keluarga korban.


2. Keluarga tuding ada ketegangan saat mediasi

ilustrasi bullying (pexels.com/Yan Krukau)

Selain dugaan pengeroyokan, keluarga korban menyebut terjadi ketegangan dalam proses mediasi yang dilakukan di sekolah.

Keluarga menuding salah satu orang tua siswa yang diduga terlibat melakukan tindakan arogan saat proses mediasi. Tuduhan tersebut juga disampaikan melalui unggahan media sosial keluarga korban.

“Dan salah satu orang tua pelaku melakukan hal anarkis dan arogan, memukul meja di ruang rapat mediasi, dan sempat mengancam orang tua korban dengan perkataan mau mengajak duel orang tua korban,” tulis keluarga korban.

Keluarga korban menyatakan akan meminta keadilan dan mendesak pihak sekolah mengambil tindakan terhadap siswa yang diduga terlibat.

“Saya tidak takut, apapun jabatan anda. Kami dari korban minta keadilan, supaya pelaku dikeluarkan dari sekolah tersebut,” katanya.


3. Unggahan mendapat ribuan respons

stop bullying

Unggahan keluarga korban hingga pukul 13.10 WIB pada Selasa (22/9/2026) telah mendapat sekitar 17,3 ribu tanda suka, lebih dari 1.316 komentar, 2.032 kali diunggah ulang, dan 6.218 kali dibagikan.

Sejumlah pengguna media sosial menyampaikan dukungan kepada keluarga korban dan meminta persoalan tersebut ditangani secara serius.

“Kita kawal sampai tuntas, stop normalisasi bullying dan menganggarkan power orgtua, kita kasih faham, the power of netizen,” tulis akun @-bundaeltaris.

Pengguna lainnya juga menyampaikan dukungan kepada keluarga korban.

Sementara itu, akun @-kasmalizafitria menyarankan keluarga korban kembali meminta ketegasan pihak sekolah dan mempertimbangkan langkah lain apabila persoalan tersebut tidak kunjung selesai. Pengguna tersebut juga menyarankan keluarga korban berkonsultasi dengan pengacara sebelum mengambil langkah lebih lanjut.

Hingga berita ini ditulis, informasi mengenai kronologi kejadian, kondisi korban, serta langkah penanganan dari pihak sekolah masih berdasarkan keterangan keluarga korban dan unggahan di media sosial.

IDN Times masih berupaya mendapatkan konfirmasi dari pihak sekolah dan pihak-pihak terkait untuk memperoleh informasi dari sisi lainnya.


Curated For You

Editorial Team

Related Article