Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Rico Waas Buka Gemes 2026 Petik Gambus, Budayakan Melayu Mendunia
Gelar Melayu Serumpun atau GEMES ke-IX Tahun 2026 resmi dibuka Pemko Medan (Dom. Diskominfo Medan)
  • Wali Kota Medan Rico Waas resmi membuka Gelar Melayu Serumpun 2026 di Lapangan Merdeka, menandai dimulainya festival budaya internasional yang berlangsung empat hari dengan delegasi dari berbagai negara Asia.
  • Rico menegaskan GEMES bukan sekadar pesta seni, melainkan upaya menjaga eksistensi budaya Melayu sebagai kekuatan soft diplomacy Indonesia melalui kolaborasi pemerintah, seniman, dan Kesultanan Deli.
  • GEMES 2026 menghadirkan 72 stan UMKM serta mendapat apresiasi Kemenparekraf karena kembali masuk Karisma Event Nusantara untuk kelima kalinya berkat konsistensinya menggerakkan ekonomi kreatif dan pariwisata.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
27 Juni 2026

Rico Tri Putra Bayu Waas resmi membuka Gelar Melayu Serumpun (GEMES) ke-IX Tahun 2026 di Lapangan Merdeka Medan dengan petikan gambus Melayu. Acara pembukaan berlangsung meriah pada malam hari.

27–30 Juni 2026

Festival GEMES 2026 digelar selama empat hari di Lapangan Merdeka, menampilkan delegasi dari berbagai negara dan 72 stand UMKM yang menjajakan produk khas Melayu.

Tahun 2026

GEMES kembali masuk dalam daftar Karisma Event Nusantara (KEN) untuk kelima kalinya berturut-turut, mendapat apresiasi dari Kementerian Pariwisata RI atas konsistensinya menjaga kualitas dan dampak ekonomi budaya.

Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
  • What?
    Pembukaan resmi Gelar Melayu Serumpun (GEMES) ke-IX Tahun 2026, festival budaya Melayu berskala internasional yang menampilkan seni, musik, dan produk UMKM di Kota Medan.
  • Who?
    Wali Kota Medan Rico Tri Putra Bayu Waas membuka acara dengan memainkan gambus; hadir pula delegasi dari berbagai negara serta perwakilan Kementerian Pariwisata RI.
  • Where?
    Kegiatan berlangsung di Lapangan Merdeka, Medan, Sumatera Utara, karena Istana Maimun sedang dalam proses revitalisasi.
  • When?
    Festival digelar selama empat hari, mulai Sabtu malam 27 Juni hingga 30 Juni 2026.
  • Why?
    Acara diselenggarakan untuk melestarikan kebudayaan Melayu agar tetap hidup di tengah modernitas serta memperkuat diplomasi budaya Indonesia di tingkat global.
  • How?
    Pembukaan dilakukan melalui petikan gambus oleh Wali Kota Medan; kegiatan dilengkapi pertunjukan seni, partisipasi UMKM dengan 72 stan, dan dukungan pemerintah pusat serta daerah.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Tadi malam di Lapangan Merdeka ramai sekali, ada musik gendang dan bunyi gambus yang dimainkan Pak Wali Kota Medan, namanya Pak Rico. Itu tanda acara besar Melayu dimulai. Banyak orang datang dari banyak negara. Ada juga jualan makanan dan kerajinan. Semua senang karena budaya Melayu jadi terkenal lagi di dunia.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
GEMES 2026 menampilkan semangat luar biasa Kota Medan dalam merawat dan memajukan budaya Melayu di tengah arus modernitas. Melalui sinergi pemerintah, seniman, dan pelaku UMKM, festival ini tidak hanya memperkuat identitas budaya tetapi juga menggerakkan ekonomi rakyat. Pengakuan nasional sebagai bagian KEN selama lima tahun berturut-turut menegaskan konsistensi dan kualitasnya.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Medan, IDN Times – Suasana Lapangan Merdeka, Sabtu (27/6/2026) malam, riuh meriah. Tabuhan gendang pakpung berpadu syahdu dengan petikan gambus Melayu yang dimainkan langsung Wali Kota Medan, Rico Tri Putra Bayu Waas. Petikan itu menjadi tanda dibukanya resmi Gelar Melayu Serumpun atau GEMES ke-IX Tahun 2026.

Festival budaya kebanggaan Kota Medan ini digelar selama empat hari, 27 hingga 30 Juni 2026. Tahun ini GEMES kembali diresmikan dalam ajang internasional. Sejumlah delegasi hadir dari Malaysia, Singapura, Thailand, Filipina, Korea Selatan, hingga Tiongkok.

1. Budaya Melayu lawan arus modernitas

Gelar Melayu Serumpun atau GEMES ke-IX Tahun 2026 resmi dibuka Pemko Medan (Dom. Diskominfo Medan)

Dalam sambutannya, Rico Waas menegaskan GEMES bukan sekadar pesta seni. Event ini adalah ikhtiar menjaga kebudayaan Melayu agar tetap hidup di tengah gempuran zaman.

“Yang kita takutkan adalah bagaimana kebudayaan kita bisa mengikuti perkembangan zaman. Tapi kami yakin, Melayu yang menjunjung adat, kesantunan, dan agama akan selalu hidup bersama kita,” kata Rico di hadapan ribuan pengunjung.

Ia menyebut budaya Melayu bukan warisan masa lalu semata. Menurutnya, budaya adalah instrumen soft diplomacy yang memperkuat posisi Indonesia di mata dunia.

“Tidak banyak negara punya kebudayaan seperti kita. Mari jadikan ini kekuatan. Bagian dari soft diplomacy untuk memperkuat bangsa,” ujarnya.

Untuk memastikan eksistensi Melayu tetap kokoh, Pemko Medan berkomitmen bersinergi dengan pemangku adat, seniman, budayawan, hingga Kesultanan Deli.

“Kami berharap kebudayaan Melayu terus membumi dan terjaga di Kota Medan,” tegasnya.

2. Dipusat lapangan Merdeka disertai UMKM dan rakernas APEKSI

Gelar Melayu Serumpun atau GEMES ke-IX Tahun 2026 resmi dibuka Pemko Medan (Dom. Diskominfo Medan)

Gelar Melayu Serumpun tahun ini dipusatkan di Lapangan Merdeka karena Istana Maimun tengah revitalisasi. Lokasi yang sama juga akan menjadi pusat Rakernas APEKSI yang dipercaya digelar di Medan, serta rangkaian Pesta Rakyat dan Pesona Colorful HUT Kota Medan.

“Jadi semuanya kita pusatkan di satu kawasan,” ujar Rico.

Selain pelestarian budaya, GEMES 2026 juga menjadi ruang gerak ekonomi kerakyatan. Sebanyak 72 stand UMKM turut meramaikan acara, menjajakan produk kriya hingga kuliner khas Melayu.

3. Selama 5 tahun berturut-turut masuk KEN

Gelar Melayu Serumpun atau GEMES ke-IX Tahun 2026 resmi dibuka Pemko Medan (Dom. Diskominfo Medan)

Apresiasi datang dari Kementerian Pariwisata RI. Plt Direktur Utama BPODT, Arditama Nusantara Putra, mewakili Menteri Pariwisata, menyebut GEMES sebagai ruang pertemuan budaya yang menggerakkan pariwisata dan ekonomi kreatif.

Dia juga menyoroti capaian GEMES yang kembali terpilih dalam Karisma Event Nusantara atau KEN 2026. Ini menjadi tahun kelima berturut-turut.

“Ini cerminan konsistensi menjaga kualitas dan menghadirkan dampak nyata bagi ekonomi masyarakat. Medan kini tumbuh sebagai ruang perjumpaan budaya, dengan Melayu sebagai akar sejarah pesisir timur Sumatera,” ungkap Arditama.

Editorial Team

Related Article