Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
RDP Bareng Effendi Simbolon, Mahasiswa Minta Tingkatkan Fasilitas UHN
Effendi Simbolon berfoto bersama mahasiswa UHN (IDN Times/Eko Agus Herianto)

Medan, IDN Times - Ribuan civitas akademika Universitas HKBP Nommensen (UHN) tumpah ruah memadati aula. Bukan hanya rektor dan jajaran dosen, mahasiswa turut membaur mengikuti Rapat Dengar Pendapat (RDP).

Ketua Umum Pengurus Yayasan UHN, Dr. Effendi Muara Sakti Simbolon, juga hadir di sana. Ia menegaskan komitmennya untuk membawa perubahan besar di lingkungan kampus yang bermotto "Pro Deo et Patria - Untuk Tuhan dan Ibu Pertiwi" itu.

1. Mahasiswa UHN soroti sarana dan prasarana kampus

Ribuan mahasiswa UHN ikuti RDP bersama Effendi Simbolon (IDN Times/Eko Agus Herianto)

Pantauan IDN Times, semua menunggu giliran menyampaikan aspirasi. Tak terkecuali mahasiswa tiap fakultas yang turut bersuara menyampaikan unek-unek mereka di dalam RDP tersebut.

Keluhan dosen serta para mahasiswa banyak menyoroti persoalan birokrasi kampus, fasilitas, biaya-biaya perkuliahan, hingga kegiatan-kegiatan lainnya. Mulai dari pendingin ruangan (AC) yang tidak berfungsi, komputer yang rusak, fasilitas olahraga, hingga kursi perkuliahan.

Mahasiswa menilai kondisi tersebut mengganggu kenyamanan selama mengikuti proses belajar mengajar di kampus. Selain kerusakan fasilitas, beberapa ruangan perkuliahan juga disebut dipenuhi coretan pada dinding maupun meja.

“Kami berharap pihak kampus lebih serius memperhatikan fasilitas penunjang perkuliahan. Saat ini masih banyak AC yang tidak berfungsi, komputer laboratorium yang rusak, serta kursi di ruang kelas yang sudah tidak layak digunakan,” ujar salah seorang mahasiswa, Rabu (13/5/2026).

2. Menuju manajemen yang lebih sehat, UHN kedepankan prinsip transparansi dan pengabdian penuh

Rapat Dengar Pendapat bersama Effendi Simbolon (IDN Times/Eko Agus Herianto)

RDP dengan sang pemilik yayasan berlangsung hangat. Effendi Simbolon mencatat satu per satu aspirasi yang disampaikan. Ia menekankan bahwa kepengurusan yayasan saat ini mengedepankan prinsip transparansi dan pengabdian penuh.

“Walaupun pertemuan terasa singkat, yakinlah akan membawa perubahan besar ke depan,” kata Effendi Simbolon.

Salah satu poin penting yang disampaikannya dalam RDP tersebut adalah mengenai kebijakan internal yayasan. Karena mereka kini tidak lagi menerima honorarium.

"Ini adalah era yayasan yang tidak berhonor. Sejak hari pertama pada Februari 2025 lalu, kami berkomitmen untuk melayani tanpa mengambil satu Rupiah pun. Fokus kita adalah memindahkan era lama yang tidak lagi berlaku menuju manajemen yang lebih sehat," lanjutnya.

3. Effendi Simbolon: perbaikan sarana prasarana akan kita kucurkan ke seluruh fakultas

Effendi Simbolon berfoto bersama mahasiswa UHN (IDN Times/Eko Agus Herianto)

Effendi mengakui, meski UHN telah mencapai akreditasi institusi yang baik berkat kerja keras rektorat dan dosen, namun secara realistis kondisi sarana dan prasarana masih perlu ditingkatkan agar benar-benar unggul. Oleh sebab itu ia menyebut bahwa yayasan telah merancang agenda besar untuk melakukan perbaikan di 10 fakultas dan 32 program studi yang ada.

"Kita harus realistis, kampus kita masih butuh banyak perbaikan. Tahun ini, tahun depan, dan seterusnya, bantuan perbaikan sarana prasarana akan kita kucurkan ke seluruh fakultas," janjinya.

Baginya, masukan dari civitas akademika akan menjadi dasar pengambilan kebijakan strategis dalam rapat kerja Yayasan. Mereka menjadwalkan rapat kerja rampung pada 15 Mei 2026 mendatang.

"Kami hadir secara kolektif-kolegial sebagai pelayan. Forum ini adalah tempat kami mendengar, dan nantinya kami berpendapat untuk mengambil kebijakan. Kami juga membuka ruang masukan secara tertulis bagi mereka yang ingin menyampaikan aspirasi secara tertutup," beber Effendi.

Pada kesempatan ini, Effendi memperkenalkan jajaran pengurus yayasan yang berasal dari berbagai latar belakang profesi, mulai dari akademisi, pakar aset, hingga praktisi perpajakan, yang semuanya berkomitmen untuk memajukan UHN Medan menjadi universitas yang mandiri dan berdaya saing tinggi.

Hadir pada kesempatan itu, Sekretaris Yayasan HKBP Nommmensen, Pdt Dr. Enig Sonata Aritonang, Anggota Divisi Akademik, St Dr. Elperida Sinurat, Drs. Jatongi Sihotang, SH., MH, Divisi Aset, Sabam Parulian Manalu, SE., MAP, St, Dr. Ir. Martuama Saragi, ST., MM, Rektor Dr. Richard AM Napitupulu S.T., MT.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Editorial Team

Related Article