Effendi Simbolon berfoto bersama mahasiswa UHN (IDN Times/Eko Agus Herianto)
Effendi mengakui, meski UHN telah mencapai akreditasi institusi yang baik berkat kerja keras rektorat dan dosen, namun secara realistis kondisi sarana dan prasarana masih perlu ditingkatkan agar benar-benar unggul. Oleh sebab itu ia menyebut bahwa yayasan telah merancang agenda besar untuk melakukan perbaikan di 10 fakultas dan 32 program studi yang ada.
"Kita harus realistis, kampus kita masih butuh banyak perbaikan. Tahun ini, tahun depan, dan seterusnya, bantuan perbaikan sarana prasarana akan kita kucurkan ke seluruh fakultas," janjinya.
Baginya, masukan dari civitas akademika akan menjadi dasar pengambilan kebijakan strategis dalam rapat kerja Yayasan. Mereka menjadwalkan rapat kerja rampung pada 15 Mei 2026 mendatang.
"Kami hadir secara kolektif-kolegial sebagai pelayan. Forum ini adalah tempat kami mendengar, dan nantinya kami berpendapat untuk mengambil kebijakan. Kami juga membuka ruang masukan secara tertulis bagi mereka yang ingin menyampaikan aspirasi secara tertutup," beber Effendi.
Pada kesempatan ini, Effendi memperkenalkan jajaran pengurus yayasan yang berasal dari berbagai latar belakang profesi, mulai dari akademisi, pakar aset, hingga praktisi perpajakan, yang semuanya berkomitmen untuk memajukan UHN Medan menjadi universitas yang mandiri dan berdaya saing tinggi.
Hadir pada kesempatan itu, Sekretaris Yayasan HKBP Nommmensen, Pdt Dr. Enig Sonata Aritonang, Anggota Divisi Akademik, St Dr. Elperida Sinurat, Drs. Jatongi Sihotang, SH., MH, Divisi Aset, Sabam Parulian Manalu, SE., MAP, St, Dr. Ir. Martuama Saragi, ST., MM, Rektor Dr. Richard AM Napitupulu S.T., MT.