Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

Pemulihan Pasca Bencana, Siswa SD di Tukka Kembali Belajar di Sekolah

-
Anak-anak SD di Kecamatan Tukka, Tapteng, mulai belajar di sekolah lagi (dok.Pendam I/BB)

Medan, IDN Times - Banjir bandang dan longsor yang menerjang Kecamatan Tukka, Kabupaten Tapanuli Tengah, Sumut tak luput membuat proses belajar-mengajar di sana terdampak. Sejumlah sekolah mengalami kerusakan material dan kini perlahan mulai pulih kembali.

Meja, kursi, dan papan tulis dibersihkan satu persatu. Bahkan satgas penanggulangan bencana juga membuatkan sumur bor di sekolah. Contohnya Sekolah Dasar Negeri (SDN) Hutanabolon I Kecamatan Tukka. Siswa di sana kini sudah memulai aktivitas belajar mengajar di sekolah lagi, setelah sekian lama belajar di rumah dan tenda pengungsian.

1. Siswa SD Tukka sudah bisa melakukan proses belajar mengajar di sekolah lagi

-
SDN 152983 Hutanabolon I Kecamatan Tukka (dok.Pendam I/BB)

Pembersihan SDN 152983 Hutanabolon I, Kecamatan Tukka, Kabupaten Tapanuli Tengah, telah rampung sepenuhnya. Bahkan murid-murid sudah memakai seragam sekolah lengkap dan sempat melakukan upacara terlebih dahulu.

"Kegiatan difokuskan pada pembersihan seluruh bagian sekolah, termasuk ruang kelas, lingkungan sekolah, meja dan kursi belajar yang rusak akibat banjir. Selain itu, dilakukan rehabilitasi dan pengecatan meja serta kursi untuk mendukung pemulihan fasilitas pendidikan, sehingga sekolah kembali siap digunakan," kata Kapendam I/BB, Kolonel Inf Asrul Harahap.

Pelaksanaan kegiatan ini disebutnya melibatkan personel dari Koramil 03/Tukka, Babinsa setempat, dan Yon TP 906/Sanalenggam yang tergabung dalam Satgas Gulbencal Kodam I/BB.

"Alhamdulillah, semua kegiatan berjalan tertib dan lancar sesuai rencana," lanjutnya.

2. Selain dengan cara manual, pembersihan sekolah di Tukka juga melibatkan alat berat

-
Pembersihan sekaligus perbaikan meja dan bangku sekolah di Tukka (dok.Pendam I/BB)

Selain pembersihan ruang kelas, Satgas juga meratakan timbunan tanah. Bahkan ada alat berat yang mereka gunakan untuk mempercepat proses belajar di sekolah.

"Pembersihan di depan sekolah, kami menggunakan alat berat dozer G6DC milik TNI AD, serta membersihkan sisa material di jalan dengan peralatan manual seperti sekop dan cangkul," sebut Asrul.

Di Kecamatan yang sama, pihaknya juga tengah melakukan pembersihan pasca bencana banjir dan tanah longsor di SDN 152981 dan SDN 152982 agar bisa menyusul melakukan belajar mengajar. Di sekolah ini sasaran pembersihan meliputi pengangkatan tanah dan lumpur di halaman dan teras sekolah, pembersihan area luar pagar, pembersihan bahu jalan di sekitar depan sekolah, pengecatan dinding luar ruangan, serta pengerukan tanah dan lumpur di lapangan sekolah excavator.

"Kegiatan ini bertujuan untuk memulihkan kondisi lingkungan sekolah agar dapat kembali digunakan secara aman dan layak bagi kegiatan belajar mengajar. Pembersihan dilakukan sebagai bentuk kepedulian terhadap dunia pendidikan di wilayah terdampak bencana," beber Kapendam I/BB.

3. Satgas juga bangun sumur bor umum di sekolah untuk pasokan air bersih masyarakat

-
Anak-anak SD di Kecamatan Tukka, Tapteng, mulai belajar di sekolah lagi (dok.Pendam I/BB)

Masih di Kecamatan Tukka, Satgas Gulbencal juga tengah fokus membuatkan sumur bor untuk fasilitas umum di SD Negeri 158506 Tukka. Pembangunan sumur umun ini bertujuan memenuhi kebutuhan air bersih bagi lingkungan sekolah dan masyarakat sekitar.

"Sumur bor yang dibangun memiliki kedalaman sekitar 12 meter dan berhasil mengeluarkan air bersih dengan debit yang deras. Keberadaan sumur ini diharapkan dapat menunjang aktivitas belajar mengajar di sekolah serta kebutuhan air bersih fasilitas umum," ungkap Asrul.

Ia mengklaim bahwa seluruh proses pengerjaan telah rampung 100 persen. Pembuatan sumur bot ini juga disebutnya menjadi bagian dari upaya membantu pemulihan dan peningkatan fasilitas dasar masyarakat pasca bencana.

"Hal ini juga untuk memenuhi kebutuhan air bersih bagi sekolah dan warga sekitar, sehingga aktivitas masyarakat dapat berjalan dengan lebih baik,” pungkasnya.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
IDN Times Hyperlocal
Arifin Al Alamudi
IDN Times Hyperlocal
EditorIDN Times Hyperlocal
Follow Us

Latest News Sumatera Utara

See More

Harimau Muncul Dekat Permukiman di Riau, Aktivitas Anak SD Dibatasi

20 Jan 2026, 19:47 WIBNews