Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Olah Sampah Jadi Cuan, Warga Medan Dilatih Budidaya Magot
PT Gema Nirmala Indonesia bersama Dinas Lingkungan Hidup Kota Medan menggelar kegiatan Basic Training Pengenalan Budidaya Magot di Medan (IDN Times/Indah Permata Sari)
  • PT Gema Nirmala Indonesia dan DLH Medan mengenalkan budidaya magot BSF sebagai solusi pengolahan sampah organik menjadi pakan ternak berprotein tinggi serta pupuk kasgot.

  • Sekitar 10 peserta terpilih akan mendapat pelatihan langsung di lokasi budidaya. Magot dapat mengolah hampir seluruh limbah organik rumah tangga dan dipanen sekitar 14 hari setelah telur menetas.

  • Produksi 1 kilogram magot membutuhkan sekitar 8–10 kilogram sampah organik, sementara tantangan utama di Medan adalah ketersediaan limbah yang sudah dipilah.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Desember 2023

PT Gema Nirmala Indonesia berdiri secara legal.

September 2024

PT Gema Nirmala Indonesia mulai aktif membudidayakan magot.

14 Oktober 2026

PT Gema Nirmala Indonesia dan DLH Kota Medan menggelar pelatihan dasar budidaya magot. Sekitar 10 peserta akan dipilih untuk pelatihan eksklusif di lokasi budidaya perusahaan.

Saat ini

PT Gema Nirmala memiliki empat mitra binaan rutin yang menjual magot hidup setiap bulan, termasuk binaan DLH Binjai.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
  • What?
    PT Gema Nirmala Indonesia dan Dinas Lingkungan Hidup Kota Medan mengadakan pelatihan dasar budidaya magot BSF untuk mengolah sampah organik menjadi magot pakan ternak dan kasgot pupuk organik.
  • Who?
    PT Gema Nirmala Indonesia, Dinas Lingkungan Hidup Kota Medan, Direktur Elmi Rosenta Sinaga, masyarakat umum, penggiat enzim, mahasiswa USU pengelola TPS3R, serta peserta pelatihan terlibat dalam kegiatan ini.
  • Where?
    Kegiatan berlangsung di Medan. Sekitar 10 peserta terpilih akan mengikuti pelatihan eksklusif langsung di lokasi budidaya PT Gema Nirmala Indonesia.
  • When?
    Pelatihan pengenalan budidaya magot digelar pada Selasa, 14 Oktober 2026. PT Gema Nirmala Indonesia berdiri legal pada Desember 2023 dan aktif membudidayakan magot sejak September 2024.
  • Why?
    Pelatihan dilakukan untuk menawarkan pengelolaan sampah organik selain dibuang, menciptakan produk bernilai ekonomi, dan mendorong masyarakat memilah sampah agar penanganannya lebih mudah.
  • How?
    Larva BSF diberi sampah organik rumah tangga. Produksi 1 kilogram magot membutuhkan sekitar 8–10 kilogram sampah, atau 5 kilogram sisa makanan matang, dengan panen sekitar 14 hari setelah telur menetas.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
PT Gema Nirmala dan Dinas Lingkungan Hidup Medan mengajari warga memelihara magot. Magot makan sampah makanan dan kulit sayur. Magot bisa dijual untuk makanan ternak. Kotorannya bisa jadi pupuk. Sepuluh orang akan ikut latihan khusus. Sekarang, masih susah mencari sampah yang sudah dipisah di Medan.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Pelatihan budidaya magot yang melibatkan warga, mahasiswa, penggiat, dan Dinas Lingkungan Hidup membuka ruang pembelajaran praktis untuk mengolah sisa organik menjadi magot bernilai pakan serta kasgot sebagai pupuk. Dengan panen sekitar 14 hari dan akses konsultasi bagi peserta lain, inisiatif ini memperluas pengetahuan pengelolaan sampah sekaligus peluang ekonomi skala rumah tangga.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Medan, IDN Times - Tumpukan sampah organik yang selama ini hanya dibuang ternyata bisa disulap menjadi produk bernilai ekonomis. Hal itu diperkenalkan PT Gema Nirmala Indonesia bersama Dinas Lingkungan Hidup Kota Medan melalui kegiatan Basic Training Pengenalan Budidaya Magot di Medan, Selasa (14/10/2026).

Direktur PT Gema Nirmala Indonesia, Elmi Rosenta Sinaga, mengatakan pelatihan ini bertujuan memberikan solusi inovatif kepada masyarakat dalam mengelola sampah organik dengan memanfaatkan larva Black Soldier Fly (BSF) atau yang dikenal dengan magot.

"Hari ini tujuannya adalah kita mau menyampaikan kepada masyarakat bahwa ada satu solusi lain daripada sekadar membuang sampah organik, yaitu dengan memberikannya kepada larva black soldier fly atau magot," ujar Elmi.

Dari sampah organik tersebut, masyarakat bisa mendapatkan dua produk baru. Pertama, magot itu sendiri yang dapat dijual sebagai pakan ternak bernilai protein tinggi. Kedua, kotoran magot atau kasgot yang bisa diolah menjadi pupuk organik.

"Sehingga nanti kita bisa mendapatkan satu produk yang ekonomis yang memiliki nilai baru lagi dari sampah organik," katanya.

1. Akan dilakukan pemilihan 10 Peserta untuk pelatihan eksklusif

PT Gema Nirmala Indonesia bersama Dinas Lingkungan Hidup Kota Medan menggelar kegiatan Basic Training Pengenalan Budidaya Magot di Medan (IDN Times/Indah Permata Sari)

Dalam kegiatan tersebut, PT Gema Nirmala memilih sekitar 10 peserta terpilih dari masyarakat umum untuk mendapatkan pelatihan eksklusif langsung di lokasi budidaya PT Gema Nirmala Indonesia.

Peserta yang hadir berasal dari berbagai latar belakang, mulai dari masyarakat umum, penggiat enzim, mahasiswa Universitas Sumatera Utara (USU) yang memiliki Tempat Pengolahan Sampah 3R (TPS3R), hingga Dinas Lingkungan Hidup (DLH).

Menurut Elmi, budidaya maggot BSF menjadi salah satu solusi paling inovatif dibanding pengolahan sampah organik lainnya. Jika eco enzim terbatas jenis sampahnya, magot hampir bisa mengonsumsi semua jenis sampah organik.

"Hampir semua jenis sampah organik bisa dikonsumsi oleh magot. Dari hasilnya sendiri kita bisa dapatkan produk baru yang bernilai ekonomis," jelasnya.

2. Untuk 1 Kg magot habiskan 10 Kg sampah

Direktur PT Gema Nirmala Indonesia, Elmi Rosenta Sinaga (IDN Times/Indah Permata Sari)

Elmi mengungkapkan, kemampuan magot dalam mengurai sampah sangat besar. Untuk menghasilkan 1 kilogram magot sejak menetas hingga panen, dibutuhkan sekitar 8 hingga 10 kilogram sampah organik.

"Kalau jenis sampahnya sisa makanan matang, 5 kg saja cukup. Tapi kalau banyak kulit sayur, butuh 8-10 kg baru dapat magot ukuran besar yang bagus," ungkapnya.

Proses panen pun relatif cepat, hanya 14 hari sejak telur menetas.

"Hampir semua limbah organik rumah tangga bisa dikelola magot. Kulit sayur, sisa makanan yang tidak habis, bahkan makanan yang sudah basi dan busuk pun masih bisa," tambahnya.

Ia juga membagikan tips bagi pemula. Masyarakat bisa memulai dari sampah rumah tangga sendiri. Untuk tantangan di siklus lalat yang membutuhkan perlakuan khusus dengan kelambu, pemula disarankan membeli telur dari peternak yang sudah ada.

3. Tantangan limbah terpilah dan 4 mitra binaan

PT Gema Nirmala Indonesia bersama Dinas Lingkungan Hidup Kota Medan menggelar kegiatan Basic Training Pengenalan Budidaya Magot di Medan (IDN Times/Indah Permata Sari)

Meski potensial, Elmi mengakui tantangan terbesar adalah mendapatkan limbah organik yang sudah terpilah.

"Kami sendiri di Medan sangat struggling untuk mendapatkan limbah yang sudah terpilah. Karena di masyarakat Medan belum ada yang melakukan pemilahan," katanya.

Saat ini, PT Gema Nirmala yang berdiri secara legal pada Desember 2023 dan mulai aktif budidaya sejak September 2024 itu telah memiliki 4 mitra binaan rutin yang menjual magot hidup setiap bulan, termasuk binaan DLH Binjai.

Manajemen teknis budidaya perusahaan tersebut mengadopsi teknologi dari Korea, namun terus berinovasi menyesuaikan dengan suhu dan jenis sampah di Indonesia.

"Harapan kami masyarakat aware tentang masalah sampah. Apa yang bisa kita lakukan mulai dari diri kita adalah memilah sampah dengan baik. Kalau sudah terpilah, penanganannya jauh lebih mudah," pungkas Elmi.

Bagi masyarakat yang tidak terpilih dalam 10 besar, PT Gema Nirmala membuka grup konsultasi, informasi melalui website, media sosial, serta menyediakan jasa pelatihan berbayar.

Curated For You

Editorial Team

Related Article