ilustrasi ibu hamil usia 40+ (IDN Times/NRF)
General Manager Kesehatan Dompet Dhuafa, dr. Yeni Purnamasari, MKM, mengatakan pemulihan pascabencana tidak hanya dilakukan dengan membangun kembali fasilitas yang rusak. Menurutnya, masyarakat juga perlu dibekali kemampuan agar layanan kesehatan dapat terus berjalan secara mandiri.
“Pendampingan recovery selama tujuh bulan tidak hanya berfokus pada pembangunan sarana fisik, tetapi juga diarahkan untuk memperkuat kapasitas masyarakat agar mampu melanjutkan layanan kesehatan secara mandiri,” ujar Yeni.
Pendampingan dilakukan LKC Dompet Dhuafa sejak Februari hingga Agustus 2026. Program tersebut meliputi pelatihan dan pendampingan kader, layanan Posyandu, pemantauan kesehatan ibu dan anak, dukungan gizi, hingga penguatan sarana dan prasarana.
Selama masa pemulihan, sebanyak 243 balita dan 28 ibu hamil mendapatkan pendampingan. Dari jumlah tersebut, 16 ibu hamil mengalami Kekurangan Energi Kronis (KEK) atau anemia. Dompet Dhuafa juga menyalurkan 1.554 porsi makanan atau Pemberian Makanan Pendamping ASI (PMBA) bagi masyarakat terdampak.
Penguatan layanan Posyandu dilakukan melalui bantuan 30 antropometri kit, 30 tensimeter, dua doppler, satu partus set, 310 kelambu, tiga alat fogging, serta berbagai sarana pendukung lainnya.