Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

Duka di Kediaman Sekeluarga yang Tewas Ditabrak Kereta Api Tebingtinggi

Ambulans berjejer antar jenazah sekeluarga korban kecelakaan di Tebingtinggi (IDN Times/Eko Agus Herianto)
Ambulans berjejer antar jenazah sekeluarga korban kecelakaan di Tebingtinggi (IDN Times/Eko Agus Herianto)
Intinya sih...
  • Rombongan ambulans antar jenazah sekeluarga di rumah duka Delitua
  • Insiden terjadi saat korban hendak mengunjungi saudara yang sakit di Tebingtinggi
  • Korban dikenal baik oleh masyarakat sebagai guru ngaji
Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Deli Serdang, IDN Times - Sembilan orang dinyatakan meninggal dunia usai ditabrak kereta api di Kota Tebingtinggi, Sumatra Utara. Padahal rombongan keluarga itu baru saja menjenguk saudara mereka yang sakit, namun nahas saat melewati perlintasan tanpa palang peristiwa tak diinginkan terjadi.

Jenazah mereka sudah diantar ke rumah duka pada Kamis (22/1/2025) dini hari. Rombongan ambulans beriringan sebab para korban merupakan keluarga kandung yang tinggal serumah.

1. Rombongan ambulans antar jenazah sekeluarga di rumah duka Delitua

Warga berdatangan di rumah duka korban kecelakaan di Tebingtinggi (IDN Times/Eko Agus Herianto)
Warga berdatangan di rumah duka korban kecelakaan di Tebingtinggi (IDN Times/Eko Agus Herianto)

Suasana duka menguar di Gang Arjuna, Jalan Satria, Desa Mekar Sari Delitua. 4 ambulans mengantar jenazah keluarga guru ngaji. Pantauan IDN Times keluarga dan kerabat sudah ramai melayat dan mengantar jenazah sampai liang lahat.

"Korban kecelakaan benar adalah warga saya 6 orang. Yang 2 dibawa anaknya di Tanjung Morawa. Kalau yang di Desa Mekarsari, gang Arjuna, ini ada 4 orang. Di antaranya 3 perempuan dan 1 laki-laki yang masih berumur 7 tahun," kata Juliadi selaku Kepala Desa Mekar Sari kepada IDN Times, Kamis (22/1/2025).

Ia membenarkan bahwa 9 orang ini merupakan keluarga kandung. Di antaranya ialah nenek berusia 80 tahun, anak, menantu, cucu, dan keponakan.

"Iya benar mereka ini keluarga semua," lanjutnya.

Mereka masing-masing bernama Asrah atau Umi Zahra (80 tahun), Zaitun (52 tahun), Daratul Laila (50 tahun) dan sang cucu Muhammad Hafiz (7 tahun). Sementara keluarga mereka yang juga meninggal masing-masing dibawa ke rumah duka yang ada di Marelan dan Tanjung Morawa. Mereka bernama Abdul Kadir (42 tahun), Rizal (59 tahun), Risnawati (57 tahun), Muhammad Rafka (6 tahun), dan Sri Devi (41 tahun).

2. Insiden terjadi saat korban hendak mengunjungi saudara yang sakit di Tebingtinggi

Suasana di rumah duka sekeluarga ditabrak kereta api di Tebingtinggi (IDN Times/Eko Agus Herianto)
Suasana di rumah duka sekeluarga ditabrak kereta api di Tebingtinggi (IDN Times/Eko Agus Herianto)

Dari informasi yang didapatkan Kades Mekar Sari, rombongan keluarga ini mulanya datang ke acara pesta saudara di Batubara. Namun saat hendak pulang ke rumah, mereka mampir di Tebingtinggi melihat saudara lainnya yang sedang sakit.

"Almarhumah ini kemarin, menurut keterangan dari pihak keluarga, pergi untuk melihat keluarganya yang sakit. Kemudian pulangnya, terjadi kecelakaan itu. Saya pun terkejut juga. Malam-malam ada berita di WA saya, bahwasanya ada warga Pematang Sari mengalami kecelakaan," beber Juliadi.

Saat itu pula Juliadi memastikan informasi ini kepada keluarga korban. Ternyata benar sekeluarga telah dinyatakan meninggal dunia dan dibawa ke Rumah Sakit Bhayangkara Tebingtinggi.

"Kemudian mereka berkoordinasi dengan polisi, memang benar keluarganya yang telah kecelakaan," rincinya.

3. Korban dikenal baik oleh masyarakat sebagai guru ngaji

Ambulans berjejer antar jenazah sekeluarga korban kecelakaan di Tebingtinggi (IDN Times/Eko Agus Herianto)
Ambulans berjejer antar jenazah sekeluarga korban kecelakaan di Tebingtinggi (IDN Times/Eko Agus Herianto)

Suasana haru juga menyelimuti kediaman para tetangga. Mereka juga tidak menyangka, orang yang selama ini mereka kenal baik dan berinteraksi dengan warga meninggal dunia bersamaan.

"Kejadiannya jam 7 malam, kami dapat informasinya pun dari keluarga korban jam 8 malam. Rombongan ini kondangan ke Batubara, dan mau singgah ke Tebing lihat family yang sakit, rupanya itulah kejadiannya pas di Tebing," cerita Arma, tetangga korban.

Jenazah dikuburkan siang hari setelah salat dzuhur. Mereka dikuburkan di pemakaman umum tak jauh dari rumah duka.

"Orangnya bagus. Sudah Hajjah dua duanya. Bu Hajjah juga merupakan seorang guru ngaji," pungkas Arma.

Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Doni Hermawan
EditorDoni Hermawan
Follow Us

Latest News Sumatera Utara

See More

Duka di Kediaman Sekeluarga yang Tewas Ditabrak Kereta Api Tebingtinggi

22 Jan 2026, 12:08 WIBNews