Medan, IDN Times – Keluhan petani bawang merah Tanah Karo soal harga anjlok dan maraknya bawang ilegal diangkat dalam diskusi publik bertema “Stop Bawang Merah Ilegal” dengan subtema Impor Ilegal Bawang Merah: Swasembada antara Eutopia atau Realita? yang digelar Selasa (26/5/2026).
Diskusi ini menghadirkan Ir. Jonni Akim Purba selaku Sekretaris Dinas Ketenagakerjaan Pemprov Sumut dan Ir. Yusak Maryunianta, dosen Program Studi Agribisnis Fakultas Pertanian USU, sebagai pemateri. Pertemuan menjadi wadah bagi petani, mahasiswa, dan akademisi menyuarakan langsung persoalan di lapangan.
Petani bawang merah asal Karo, Rosimah br Tarigan, menyebut harga jual di tingkat petani saat ini sangat merugikan.
“Keresahan kami sebagai petani. Pertama-tama kami sangat resah karena harga jual dari petani itu sangat-sangat anjlok. Itu bisa merusak kesejahteraan kami sebagai petani,” ujarnya.
