Gala Premiere Film dokumenter investigatif berjudul ‘Pesta Babi: Kolonialisme di Zaman Kita’ digelar pada Pesta Media 2026 AJI Jakarta di Taman Ismail Marzuki, Jakarta, Minggu (12/4/2026). Film ini mengundang perhatian banyak orang. Kuota 150 penonton langsung ludes di-booking secara online dalam beberapa jam saja.
Alhasil, pada hari penayangan antrean penonton yang tidak kebagian 'booking online' membludak. Tak sedikit penonton yg rela berdiri dan duduk lesehan untuk menyaksikan film ini.
Pesta Babi merekam perjuangan masyarakat adat Papua mempertahankan tanah leluhur dari ekspansi proyek industri raksasa atas nama “ketahanan pangan” dan “transisi energi”, di tengah bayang-bayang militerisme hingga separatisme.
Disutradarai oleh Dandhy Laksono bersama Cypri Dale ini, merupakan hasil kolaborasi antara Jubi Media, Watchdoc, Ekspedisi Indonesia Baru, Pusaka Bentala Rakyat, dan Greenpeace Indonesia,
Dalam film digambarkan bagaimana konglomerat sawit terlibat dalam Proyek Strategis Nasional (PSN) Tebu Merauke dan menggorbankan keberadaan Masyarakat Adat di Papua. Beberapa di antaranya yang disebut dalam film ini adalah Wirastuty Fangiono, Martias Fangiono, dan Martua Sitorus.
Bagi warga Sumatera Utara, nama Martua Sitorus tentu tidak asing. Ia dikenal sebagai pengusaha asal Siantar, Sumatera Utara yang pernah masuk jajaran 20 besar orang terkaya Indonesia, urutan ke-18 versi Forbes pada tahun 2023.
Berikut profil Maratua Sitorus, Konglomerat kelahiran Sumatera Utara yang namanya disebut dalam film dokumenter ‘Pesta Babi: Kolonialisme di Zaman Kita’:
