Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Dinkes Medan Sebut IGD Rumah Sakit Penuh Pasien Kasus ISPA dan ILI
Ilustrasi anak sakit demam (frerepik.com/peoplecreations)
  • Dinkes Medan menyebut IGD sejumlah rumah sakit penuh akibat peningkatan kasus ISPA dan ILI, namun belum bisa memastikan lonjakan tersebut khusus disebabkan influenza A.

  • Jenis virus influenza harus dipastikan melalui pemeriksaan laboratorium; data tersebut dikelola Bidang P2P lewat sistem SKDR, sementara Yankes memantau kunjungan rumah sakit.

  • Kenaikan kunjungan juga dipengaruhi pemanfaatan UHC. Data rinci pasien anak September 2026 belum tersedia karena laporan rumah sakit biasanya masuk setelah tiga bulan.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
sudah lama

Peningkatan kunjungan IGD untuk kasus ISPA dan ILI telah berlangsung lama.

September 2026

Data rinci kunjungan anak dari rumah sakit belum tersedia karena pelaporan biasanya ter-input setelah tiga bulan.

23 September 2026

Dinkes Medan menyatakan IGD sejumlah rumah sakit penuh terutama oleh kasus ISPA dan ILI, bukan influenza A secara spesifik. Jenis virus perlu dipastikan melalui pemeriksaan laboratorium.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
  • What?
    IGD sejumlah rumah sakit di Medan dilaporkan penuh seiring peningkatan kunjungan pasien dengan infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) dan influenza-like illness (ILI).
  • Who?
    Dinas Kesehatan Kota Medan, melalui Staf Pelayanan Kesehatan Roida Sitinjak, memantau data kunjungan rumah sakit. Pasien, termasuk anak-anak, datang dengan keluhan ISPA dan ILI.
  • Where?
    Sejumlah rumah sakit di Kota Medan, Sumatra Utara, terutama pada layanan Instalasi Gawat Darurat.
  • When?
    Pernyataan disampaikan Roida Sitinjak pada Rabu, 23 September 2026. Peningkatan kunjungan ke IGD disebut telah berlangsung lama dan bertambah setelah muncul kasus influenza.
  • Why?
    Kunjungan meningkat karena banyak kasus ISPA dan ILI serta tingginya pemanfaatan layanan kesehatan setelah pemberlakuan Universal Health Coverage di Kota Medan dan Sumatra Utara.
  • How?
    Jenis virus belum dapat dipastikan tanpa pemeriksaan laboratorium. Data influenza dilaporkan melalui sistem SKDR dan dikelola Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit; data rinci kunjungan anak September masih menunggu input rumah sakit.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
IGD rumah sakit di Medan banyak penuh karena banyak orang sakit batuk, pilek, dan demam. Dinas Kesehatan bilang belum tahu semua sakitnya influenza A atau bukan. Dokter perlu cek di laboratorium. Yang banyak dicatat adalah ISPA dan gejala mirip flu. Sekarang rumah sakit masih banyak didatangi pasien.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Respons Dinkes Medan menunjukkan kehati-hatian dalam membedakan kasus ISPA dan ILI dari influenza A melalui pemeriksaan laboratorium, sehingga informasi kesehatan tidak disederhanakan secara berlebihan. Di tengah tingginya kunjungan, pemanfaatan UHC juga mencerminkan akses layanan yang digunakan masyarakat, sementara gejala yang serupa influenza biasa dinilai masih dapat ditangani.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Medan, IDN Times - Dinas Kesehatan Kota Medan buka suara terkait informasi penuhnya Instalasi Gawat Darurat (IGD) di sejumlah rumah sakit akibat lonjakan kasus influenza A yang menyerang anak-anak. Staf Pelayanan Kesehatan (Yankes) Dinkes Kota Medan, Roida Sitinjak, mengatakan pihaknya belum dapat memastikan jenis virus secara spesifik apakah influenza A atau B karena penentuan tersebut harus melalui pemeriksaan laboratorium.

"Itu harus dilihat dari laboratoriumnya. Kami tidak punya data untuk itu. Data jenis virus ada, tapi bukan influenza A semua, ada B juga. Jadi tidak disebutkan semuanya influenza A," ujar Roida pada IDN Times, Rabu (23/9/2026).

Roida menjelaskan, data laboratorium terkait influenza dilaporkan melalui sistem SKDR dan dikelola oleh Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P), bukan oleh bidang Yankes. Bidang Yankes lebih fokus pada data kunjungan rumah sakit.

1. Peningkatan kunjungan ke IGD pada kasus ISPA dan ILI, bukan spesifik influenza A

ilustrasi anak sakit (pexels.com/MART PRODUCTION)

Menurut Roida, peningkatan kunjungan ke IGD memang terjadi dan sudah berlangsung lama. Namun, yang tercatat meningkat adalah kasus ISPA (Infeksi Saluran Pernapasan Akut) dan ILI (Influenza Like Illnes), bukan spesifik influenza A.

"Kalau ditanya rumah sakit penuh, iya. Banyak yang penuh. Sebenarnya ini sudah lama. Tapi ini makin banyak lagi setelah ada influenza. Yang banyak itu ISPA sama ILI, Influenza Like Illness," jelasnya.

2. Kunjungan juga dipengaruhi tingginya pemanfaatan UHC

Ilustrasi anak sakit flu (freepik.com/freepik)

Peningkatan kunjungan, kata dia, juga dipengaruhi tingginya pemanfaatan layanan kesehatan seiring pemberlakuan Universal Health Coverage (UHC) di Kota Medan dan Provinsi Sumatra Utara.

Terkait data kunjungan anak pada September 2026, Roida menyebut laporan dari rumah sakit biasanya baru ter-input setelah tiga bulan, sehingga data rinci belum tersedia.

3. Secara klinis gejala influenza A hampir sama dengan influenza biasa

gambar virus influenza A (unsplash.com/CDC)

Roida menambahkan, secara klinis gejala influenza A hampir sama dengan influenza biasa, sehingga penanganannya masih bisa diatasi.

"Gejalanya sama dengan influenza biasa. Memang iya, tinggi kalau kita lihat. Jangankan dari rumah sakit, kami saja di sini ada 15 orang, 3 sampai 4 orang lagi influenza," pungkasnya.

Sekedar informasi, di dalam dunia medis, istilah ILI (Influenza Like Illness) dan Influenza A memiliki perbedaan.

ILI atau Influenza Like Illness adalah istilah untuk kumpulan gejala yang mirip influenza, tetapi belum tentu disebabkan oleh virus influenza. Gejalanya meliputi demam mendadak di atas 38 derajat celsius, batuk, pilek, sakit tenggorokan, nyeri otot, dan lemas. ILI digunakan sebagai klasifikasi awal dalam surveilans sebelum ada pemeriksaan laboratorium. Penyebabnya bisa virus influenza, rhinovirus, atau virus pernapasan lainnya.

Sementara itu, Influenza A adalah salah satu jenis virus influenza yang paling sering menyebabkan wabah musiman. Virus ini memiliki subtipe, seperti H1N1 dan H3N2, dan sangat mudah bermutasi serta menular melalui droplet. Pada anak-anak, influenza A dapat menimbulkan demam tinggi, batuk berat, muntah, diare, dan berisiko menimbulkan komplikasi seperti pneumonia jika tidak ditangani.

Curated For You

Editorial Team

Related Article