Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Diduga Keracunan, 17 Siswa SD di Medan Muntah Usai Santap MBG
ilustrasi MBG (bgn.go.id)
  • Sebanyak 17 siswa SD Negeri 060870, Medan Timur, mengalami muntah setelah menyantap MBG dan dibawa ke Rumah Sakit Imelda.

  • Para siswa masih menjalani observasi, sementara penyebab gejala belum dapat disimpulkan dan masih diperiksa melalui investigasi serta uji laboratorium.

  • SPPG pemasok makanan ditutup sementara, sedangkan pelaksanaan MBG diminta mengikuti prosedur operasional standar.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Jumat (9/10/2026)

Sebanyak 17 siswa SD Negeri 060870 mengalami muntah-muntah setelah menyantap MBG. Para siswa dibawa ke Rumah Sakit Imelda, dan SPPG pemasok makanan ditutup sementara.

sekitar pukul 10.05 WIB

Siti Nurzanah melihat sejumlah guru panik dan beberapa siswa mengalami muntah-muntah ketika mengantar anaknya ke sekolah.

Sekarang

Anak Siti mulai membaik setelah mendapatkan perawatan.

Hingga saat ini

Pemeriksaan masih berlangsung dan belum ada kesimpulan mengenai makanan atau minuman yang menyebabkan siswa mengalami muntah-muntah.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
  • What?
    Sebanyak 17 siswa SD Negeri 060870 mengalami muntah-muntah setelah menyantap Makan Bergizi Gratis (MBG).
  • Who?
    Siswa SD Negeri 060870, Siti Nurzanah, Pemkot Medan, Badan Gizi Nasional, dan SPPG terlibat dalam penanganan kejadian.
  • Where?
    Kejadian berlangsung di SD Negeri 060870, Kecamatan Medan Timur. Para siswa dibawa ke Rumah Sakit Imelda.
  • When?
    Jumat (9/10/2026), setelah para siswa menyantap MBG.
  • Why?
    Penyebab muntah masih dalam pemeriksaan. Belum ada kepastian mengenai makanan atau minuman yang berkaitan dengan gejala tersebut.
  • How?
    Para siswa dibawa ke rumah sakit untuk mendapatkan penanganan dan observasi. Pemkot Medan berkoordinasi dengan BGN untuk investigasi serta uji laboratorium.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Sebanyak 17 anak sekolah muntah setelah makan MBG di SD Negeri 060870, Medan. Mereka dibawa ke Rumah Sakit Imelda. Ada orangtua yang melihat guru panik dan anak-anak sakit perut. Penyebabnya belum diketahui. Sekarang beberapa anak mulai membaik, dan makanan masih diperiksa.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Penanganan terhadap siswa dilakukan dengan membawa mereka ke Rumah Sakit Imelda untuk mendapatkan perawatan dan observasi. Pemkot Medan juga berkoordinasi dengan Badan Gizi Nasional untuk menyelidiki penyebabnya, sementara SPPG pemasok makanan ditutup sementara selama pemeriksaan berlangsung.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Medan, IDN Times - Sebanyak 17 siswa SD Negeri 060870, Kecamatan Medan Timur, mengalami muntah-muntah setelah menyantap Makan Bergizi Gratis (MBG), Jumat (9/10/2026). Para siswa dibawa ke Rumah Sakit Imelda, sementara Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang memasok makanan tersebut ditutup sementara.

1. Wali murid lihat guru panik dan sejumlah siswa muntah

Ilustrasi MBG. (IDN Times/Tunggul Damarjati)

Siti Nurzanah (33), salah seorang wali murid, mengetahui kejadian ketika mengantar anak keduanya ke sekolah sekitar pukul 10.05 WIB. Saat tiba, ia melihat sejumlah guru dalam kondisi panik dan beberapa siswa mengalami muntah-muntah.

“Saya tahunya waktu saya antar anak saya yang nomor dua sekolah jam 10.05 WIB. Saya lihat guru kok panik. Terus saya lihat siswa lain ada yang muntah-muntah,” kata Siti, Jumat (9/10/2026).

Tak lama kemudian, Siti mendapat kabar bahwa anak sulungnya termasuk siswa yang dibawa ke Rumah Sakit Imelda. Para siswa diantar pihak sekolah bersama SPPG untuk mendapatkan penanganan medis.

Menurut Siti, anaknya sempat mengalami mual berulang kali dan sakit perut. Kondisinya mulai membaik setelah mendapatkan perawatan.

“Sekarang sudah mulai membaik anak saya. Mulanya dia terus mual, perutnya sakit. Bolak-balik mual itu,” ujarnya.

2. Orangtua mendapat informasi susu menggumpal, penyebab masih diperiksa

ilustrasi infus (pexels.com/Anna Shvets)

Siti mengaku belum mengetahui penyebab anaknya mengalami muntah. Namun, ia mendapat informasi bahwa susu yang dibagikan dalam paket MBG diduga dalam kondisi tidak baik karena menggumpal.

“Katanya dari susu. Susunya ada yang kurang bagus katanya. Basinya enggak tahu, cuma dia menggumpal. Gumpal-gumpalan kayak santan itu. Anak saya sudah minum, makanya saya panik tadi,” katanya.

Menu MBG yang dibagikan kepada siswa saat itu terdiri dari nasi putih, telur semur, susu, tumis kacang panjang dan terong hijau, serta buah salak. Belum dipastikan bagian dari menu mana yang berkaitan dengan gejala yang dialami para siswa.

Sekretaris Daerah Kota Medan Erfin F. Razi bersama dinas terkait kemudian mendatangi Rumah Sakit Imelda. Menurut Erfin, para siswa masih menjalani observasi dan penyebab kejadian belum dapat disimpulkan.

“Penyebabnya masih dalam tahap pemeriksaan. Ini masih observasi. Kami tadi memastikan dan melihat bagaimana kondisi anak-anak kita tadi yang indikasinya ada muntah-muntah, langsung responsnya dibawa ke rumah sakit,” kata Erfin.

Pemkot Medan selanjutnya berkoordinasi dengan Badan Gizi Nasional untuk melakukan investigasi dan uji laboratorium. Erfin juga meminta pelaksanaan MBG oleh SPPG mengikuti prosedur operasional standar.

3. BGN tutup sementara SPPG yang memasok makanan

Ilustrasi SPPG di Kota Tangerang (Dok. Pemkot Tangerang)

Kepala BGN Sumatera Utara Yoga Arizanto membenarkan adanya siswa SDN 060870 yang mengalami muntah setelah menyantap MBG. BGN saat ini melakukan observasi terhadap makanan yang disalurkan ke sekolah tersebut.

“Kalau tidak salah tadi menunya telur,” ujar Yoga.

Meski Yoga menyebut telur, data menu yang dihimpun menunjukkan siswa menerima nasi putih, telur semur, susu, tumis kacang panjang dan terong hijau, serta buah salak. Penyebab pasti muntah yang dialami 17 siswa belum diketahui.

Yoga mengatakan SPPG yang memasok menu MBG ke sekolah tersebut sudah dihentikan sementara operasionalnya.

“Sudah (SPPG ditutup),” katanya.

Pemeriksaan terhadap penyebab kejadian masih berlangsung. Hingga saat ini belum ada kesimpulan mengenai makanan atau minuman yang menyebabkan para siswa mengalami muntah-muntah.

Curated For You

Editorial Team

Related Article