Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Korban MBG Karo Belum Pulih 100 Persen, Sakit Perut dan Kepala Kambuh

Kota Medan
3 min read
Korban MBG Karo Belum Pulih 100 Persen, Sakit Perut dan Kepala Kambuh
FY salah satu korban keracunan MBG saat menjalani pemeriksaan kesehatan di RS Adam Malik (IDN Times/Indah Permata Sari)
  • FP, siswi SMK Karo yang diduga korban keracunan MBG, kembali mengalami sakit kepala dan perut setelah pulang dari RSCM Jakarta, meski sempat membaik saat dirawat.

  • Selain keluhan fisik yang kambuhan, FP masih mengalami gangguan ingatan dan kesulitan mengenali orang sekitar. Sejak sakit pada 13 Agustus 2026, ia telah dirawat di lima rumah sakit.

  • FP sempat kembali sekolah tetapi pulang lebih awal karena sakit kepala. Keluarga menyatakan akan menuntut pertanggungjawaban jika kondisi anaknya terus berlanjut.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Medan, IDN Times - Kondisi FP (16), siswi SMK di Kabupaten Karo yang diduga menjadi korban keracunan program Makan Bergizi Gratis (MBG), belum pulih sepenuhnya setelah sempat dirujuk ke RSCM Jakarta.

Elvinus Lusiana Sitanggang, sebagai ibu FP mengatakan putrinya masih sering mengeluh sakit kepala dan sakit perut hingga menangis.

"Oh, kabar FP. Dia lagi tidur. Barusan sakit kepalanya sama perutnya. Nangis-nangis dia, sakit kali, Mama, katanya," ujar Elvinus pada IDN Times, Selasa (23/9/2026).

  1. 1. Setelah pulang ke rumah, keluhan sakit kepala dan perut kembali kambuh

    IMG_20260813_193054.jpg
    256 Siswa di Karo Dirawat Diduga Keracunan MBG (Dok. KPPG Sumut)

    Elvinus menceritakan, saat dirawat di RSCM Jakarta kondisi FP sempat membaik dan terlihat segar. Namun, setelah pulang ke rumah, keluhan tersebut kembali kambuh.

    "Di situ sudah membaik katanya, sudah segar pula FP hari itu, karena ini kumat-kumatan. Sekali sakit nanti langsung sampai nangis-nangis," katanya.

    Menurut Elvinus, dokter di Jakarta hanya memberikan obat untuk dikonsumsi pagi dan malam. Namun, obat tersebut dinilai belum terlalu berdampak bagi kesembuhan FP.

    Selain keluhan fisik, FP juga masih mengalami gangguan ingatan. Hal itu pertama kali muncul usai dirawat di RS Haji Medan. Ia sempat tidak mengenali anggota keluarga, tetangga, hingga teman sekolahnya.

    "Yang kutahu, selesai kami pulang dari Rumah Sakit Haji, FP langsung tidak kenal sama semuanya. Sekarang sedikit-sedikit lagi tidak kenal dia orang, terutama tetangga. Padahal dulunya sering jumpa," tutur Elvinus.

    Berdasarkan cerita sang ibu kepada IDN Times, FP merupakan siswi kelas 2 SMK Bersama di Berastagi, Karo yang dikenal berprestasi. Ia selalu meraih juara kelas sejak SD hingga SMK dan menjabat sebagai Wakil Ketua OSIS.

    Sejak jatuh sakit pada 13 Agustus 2026, FP tercatat telah berpindah perawatan di lima rumah sakit, yakni RS Kabanjahe, RS Efarina, RS Haji Medan, RSUP Adam Malik, hingga RS Amanda Karo. Bahkan, ia bersama siswi lain bernama Agnes sempat dirujuk ke RSCM Jakarta atas instruksi Wakil Presiden, Gibran Rakabuming Raka untuk penanganan super intensif.

    Sebelumnya, Ayah FP, Icuk Sugiarto Purba, menyebut putrinya mengalami kehilangan ingatan hingga 70 persen. Kondisi perkembangannya bahkan digambarkan seperti balita usia 3 tahun, tidak mengenali identitas barang, teman, guru, hingga keluarganya sendiri.

    Dari informasi yang didapat, FP terkena paparan racun jamur yang menyerang saraf kepala, sehingga pemulihan harus dilakukan secara berkala hingga satu tahun ke depan dengan kontrol setiap minggu.

  2. 2. FP sempat sekolah namun pulang lebih cepat karena sakit kepala

    IMG_20260907_140035.jpg
    FY salah satu korban keracunan MBG saat menjalani pemeriksaan kesehatan di RS Adam Malik (IDN Times/Indah Permata Sari)

    Elvinus mengaku sempat mencoba menyekolahkan kembali FP pada Senin lalu, namun putrinya harus pulang lebih cepat karena kembali sakit kepala.

    "Dia dicoba sekolah yang hari Senin, jadi langsung pulang dia jam 11. Sakit kepala aku, katanya. Besoknya tidak sekolah lagi dia," katanya.

  3. 3. Pihak keluarga akan tetap menuntut pertanggungjawaban jika kondisi anaknya terus berlanjut

    IMG_20260813_193038.jpg
    256 Siswa di Karo Dirawat Diduga Keracunan MBG (Dok. KPPG Sumut)

    Terkait kelanjutan kasus ini, Elvinus menegaskan akan tetap menuntut pertanggungjawaban jika kondisi anaknya terus berlanjut.

    "Kalau masih berlanjut begini anakku ini, tetap aku tuntut. Karena anakku sakit bukan karena apa. Sebelum makan MBG dia sehat, sesudah makan MBG itu dia baru datang penyakit ini," ujarnya.

    Dia juga menyoroti pernyataan medis yang kerap menyebut tidak ada penyakit, padahal anak-anak terus bolak-balik masuk rumah sakit.

    "Terus asal bawa ke setiap rumah sakit, katanya selalu tidak ada penyakitnya. Tapi kenapa bolak-balik anak-anak itu semua sakit? Di rumah sakit sudah disuntik anti-nyeri, jadi tidak sakit selama di rumah sakit. Habis anti-nyeri itu, sakit lagi," pungkasnya.

Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More