Ikatan Dokter Anak Indonesia/IDAI menyelenggarakan acara ilmiah Pediatric Cardiology Update (PCU) XIV yang digabung dengan Pendidikan Kedokteran Berkelanjutan atau PKB XVI IDAI Sumut (Dok. IDAI)
Pada hari pertama, simposium membahas peran pencitraan dalam diagnosis PJB. Dr. Leong Ming Chern dari Malaysia membahas peran Cardiac CT dan MRI, sementara Dr. Rahmat Budi Kuswiyanto mengupas peran ekokardiografi pasca-intervensi.
Hari kedua diisi diskusi mengenai manajemen dini bayi dengan Patent Ductus Arteriosus (PDA) dan Hipertensi Pulmonal Persisten pada Neonatus (PPHN). Diskusi dipandu Hasri Samion, MD, dan dr. Rizky Adriansyah.
Sorotan lain adalah simposium nutrisi pada anak dengan penyakit jantung. Dr. Ria Nova membahas masalah malnutrisi pada pasien PJB, dan dr. Tiangsa Sembiring memaparkan peran nutrisi berkalori tinggi. Pada sesi ini juga diluncurkan Panduan Tatalaksana Nutrisi IDAI yang dipandu dr. Hafaz Zakky Abdillah dan dr. Yoga Devaera.
Selain itu, Prof. dr. Indah Kartika Murni dan Dr. Nastiti Kaswandani membahas strategi pencegahan pneumonia RSV dan beban penyakit Infeksi Pneumokokus (IPD) pada bayi. Penutupan acara diisi dengan pengumuman pemenang presentasi poster dan video terbaik.
Puncak rangkaian kegiatan akan dilaksanakan di Samosir pada Sabtu (25/7/2026). IDAI menargetkan kegiatan bakti sosial dan skrining kesehatan bagi sekitar 600 anak, termasuk skrining penyakit jantung bawaan yang masih menjadi salah satu penyebab utama kematian bayi di Indonesia.
Kegiatan ini akan melibatkan sekitar 200 dokter spesialis anak dari berbagai daerah.
IDAI berharap melalui PCU XIV dan Puncak Hari Anak Nasional 2026, penanganan penyakit jantung pada anak di Indonesia semakin komprehensif dan menjangkau seluruh lapisan masyarakat.