Medan, IDN Times - Anak dengan Attention-deficit Hyperactivity Disorder (ADHD) memiliki tantangan tersendiri ketika mengikuti pendidikan di sekolah umum. Hal itu disampaikan psikolog Irna Minauli.
Menurut Irna, ADHD memiliki tiga kriteria utama yang harus dipenuhi untuk menegakkan diagnosis, yaitu inattention atau sulit fokus, impulsivity atau sulit mengendalikan dorongan, dan hyperactivity atau hiperaktivitas.
"Inattention artinya ketidakmampuan untuk fokus pada satu tugas dalam waktu tertentu. Misalnya anak usia 5 tahun minimal harus bisa mengerjakan tugas selama 5 menit. Nah, anak ADHD biasanya tidak bisa," ujar Irna pada IDN Times, Minggu (19/7/2026).
Kriteria kedua adalah impulsivitas. Irna menjelaskan, impulsivitas adalah ketidakmampuan mengendalikan dorongan.
"Misalnya begitu lihat pintu gerbang terbuka dia langsung lari ke depan. Dia tidak berpikir ada bahaya. Atau melihat colokan, langsung dimasukkan tangannya. Dia tidak bisa mengendalikan dorongan itu," jelasnya.
Kriteria ketiga adalah hiperaktivitas. Anak dengan ADHD memiliki energi berlebih sehingga melakukan banyak gerakan fisik tanpa tujuan yang jelas.
"Kalau anak normal berlari biasanya ada tujuan, misalnya mau lomba dengan temannya. Kalau anak ADHD, pokoknya energinya berlebih," kata Irna.
