Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Bercanda Soal Keracunan MBG Saat Live, 2 Pegawai SPPG Galang Dipecat
Dua pegawai Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Deli Serdang Galang Galang Barat 2, Kabupaten Deli Serdang, resmi diberhentikan secara tidak hormat setelah video live TikTok (screenshot video dari tiktok)
  • Dua pegawai Divisi Pemorsian SPPG Galang Barat 2, Fadila Ramadani dan Kiki Namira, dipecat tidak hormat setelah live TikTok bercanda soal keracunan program Makan Bergizi Gratis viral.

  • Konten tersebut memicu kecaman karena keduanya tertawa dan melontarkan ucapan yang dinilai tidak berempati terhadap korban keracunan MBG serta mencoreng nama baik institusi.

  • SPPG Galang Barat 2 mengonfirmasi pemecatan berlaku 30 September 2026 dan meminta maaf kepada publik; Fadila serta Kiki kemudian mengunggah klarifikasi dan permintaan maaf.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
30 September 2026

Fadila Ramadani dan Kiki Namira diberhentikan tidak hormat dari SPPG Galang Barat 2. Pemecatan dituangkan dalam surat PHK dan diumumkan akun resmi SPPG, yang juga meminta maaf atas kegaduhan.

Tak lama setelah itu

Fadila dan Kiki mengunggah video klarifikasi serta permintaan maaf. Mereka mengakui candaan dalam siaran langsung TikTok itu tidak pantas dan berjanji lebih berhati-hati.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
  • What?
    Dua pegawai SPPG Deli Serdang Galang Barat 2 diberhentikan tidak hormat setelah video live TikTok berisi candaan tentang keracunan program Makan Bergizi Gratis viral.
  • Who?
    Fadila Ramadani dan Kiki Namira dari Divisi Pemorsian SPPG Galang Barat 2 diberhentikan oleh Yayasan Bonita dan Kepala SPPG Galang Barat 2 Teddy Sahputra.
  • Where?
    Peristiwa melibatkan SPPG Deli Serdang Galang Barat 2 di Kabupaten Deli Serdang, sementara siaran langsung yang memicu kegaduhan berlangsung melalui TikTok.
  • When?
    Pemutusan hubungan kerja berlaku pada 30 September 2026, sesuai surat bernomor 02/SK/SGBR2/GLBR/IX/2026 dan 03/SK/SGBR2/GLBR/IX/2026.
  • Why?
    Keduanya diberhentikan karena konten candaan mengenai keracunan MBG memicu kegaduhan media sosial, dinilai tidak pantas, serta dianggap mencoreng nama baik institusi.
  • How?
    SPPG mengumumkan pengeluaran keduanya melalui akun resminya dan menyampaikan permohonan maaf. Fadila serta Kiki kemudian mengunggah klarifikasi dan meminta maaf atas ucapan mereka.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Dua pegawai SPPG Galang Barat 2, Fadila dan Kiki, bercanda tentang anak yang keracunan makanan MBG saat TikTok live. Banyak orang marah karena kata-kata mereka tidak baik. Pada 30 September 2026, mereka dikeluarkan dari kerja. Fadila dan Kiki lalu minta maaf dan bilang akan lebih hati-hati bicara.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Respons cepat SPPG Galang Barat 2 dalam menindak perilaku yang dinilai tidak pantas menunjukkan upaya menjaga empati dan nama baik program. Klarifikasi serta permintaan maaf dari kedua pegawai juga mencerminkan pengakuan atas kesalahan, disertai komitmen untuk lebih berhati-hati ketika berbicara di media sosial maupun menjalankan tugas sebagai relawan.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Medan, IDN Times - Dua pegawai Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Deli Serdang Galang Galang Barat 2, Kabupaten Deli Serdang, resmi diberhentikan secara tidak hormat setelah video live TikTok mereka yang bercanda soal keracunan program Makan Bergizi Gratis (MBG) viral di media sosial.

Kedua pegawai tersebut adalah Fadila Ramadani dan Kiki Namira dari Divisi Pemorsian. Pemecatan tertuang dalam Surat Keterangan Pemutusan Hubungan Kerja Nomor 02/SK/SGBR2/GLBR/IX/2026 dan 03/SK/SGBR2/GLBR/IX/2026 tertanggal 30 September 2026, yang ditandatangani PIC Yayasan Bonita N Butarbutar dan Kepala SPPG Galang Barat 2 Teddy Sahputra.

Dalam surat tersebut disebutkan, keduanya diberhentikan karena konten yang dibuat menimbulkan kegaduhan di media sosial serta menunjukkan sikap tidak pantas dan mencoreng nama baik institusi.

1. Keduanya tampak tertawa sambil melontarkan candaan terkait kasus keracunan MBG

Surat pemecatan pegawai SPPG di Deli Serdang (tiktok SPPG Galang Barat 2)

Kehebohan bermula dari siaran langsung di TikTok. Dalam video yang beredar, keduanya tampak tertawa sambil melontarkan candaan terkait kasus keracunan MBG yang sempat ramai.

"Nanti kalau ada MBG lagi keracunan lagi, dikasih telur ya biar enggak keracunan," ujar salah seorang di dalam live tersebut.

Dalam potongan lain, mereka juga menyinggung komentar warganet, "Kalau kalian dikasih daging kalian diam-diam saja. Giliran dikasih telur, telur keracunan, bising kalian. Memang netizen, netizen."

Ucapan tersebut memicu kecaman luas karena dinilai tidak empati terhadap korban keracunan MBG dan tidak mencerminkan sikap sebagai relawan program pemenuhan gizi.

2. SPPG Galang Barat 2 mengumumkan keduanya telah dikeluarkan per 30 September 2026

Surat pemecatan pegawai SPPG di Deli Serdang (tiktok SPPG Galang Barat 2)

Usai viral, akun resmi SPPG Galang Barat 2 mengumumkan bahwa keduanya telah dikeluarkan per 30 September 2026 dan menyampaikan permohonan maaf kepada publik.

"Per kemarin tgl 30 September 2026 sudah kami keluarkan 2 yang bersangkutan. Kami dari SPPG Galang Barat 2 memohon maaf atas kegaduhan yang telah dibuat oleh yang bersangkutan," tulis akun tersebut.

3. Kemudian keduanya mengunggah video klarifikasi dan permintaan maaf

Dua pegawai Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Deli Serdang Galang Galang Barat 2, Kabupaten Deli Serdang, resmi diberhentikan secara tidak hormat setelah video live TikTok (screenshot video dari tiktok)

Tak lama setelah itu, Fadila dan Kiki juga mengunggah video klarifikasi dan permintaan maaf. Mereka mengakui perbuatannya salah dan tidak pantas dilakukan, terlebih dalam posisi sebagai relawan yang seharusnya menjaga perasaan anak dan pihak terdampak.

"Di sini kami ingin menyampaikan permintaan maaf yang sebesar-besarnya atas ucapan dan candaan kami saat melakukan live TikTok terkait kejadian MBG. Kami menyadari apa yang kami sampaikan tidak pantas dan tidak seharusnya kami lakukan," ucap mereka dalam video permintaan maaf.

Mereka berjanji akan lebih berhati-hati dalam berbicara saat menggunakan media sosial dan saat menjalankan tugas sebagai relawan.

Curated For You

Editorial Team

Related Article