Andreas Lim Tampilkan Desain Baju dengan Teknik Couture Klasik Modern

- Ada 31 rancangan yang ditampilan koleksi bertema Qi
- Berlangsung di rumah Tjong Yong Hian untuk mengenang sejarah jaringan bisnis di Medan
- Tjong Yong Hian juga dikenal kontribusi terhadap pembangunan Kota Medan
Medan, IDN Times - Dari kota Medan, Andreas Lim kembali mempersembahkan karya couture terbarunya yang bergerak di antara imajinasi, mitologi, dan sejarah. Setiap gaun diciptakan sebagai gema dari alam semesta musim semi, kaya akan simbolisme, warna-warna imperial, serta narasi yang terjalin dalam tiap detailnya.
Dengan siluet arsitektural yang megah dan permainan proporsi yang presisi, Andreas memadukan teknik couture klasik dengan interpretasi yang modern. Andreas Lim Hasilkan Karya Desain Paduan Teknik Couture Klasik Modern
Koleksi keduanya, Andreas mengeksplorasi konsep “Qi”, yang terkait dengan energi batin, aura, dan pancaran kehidupan yang mengalir pada manusia maupun alam. Terinspirasi oleh musim semi dan semangat Spring Festival, koleksi ini menghadirkan palet warna segar, dari rona-rona lembut hingga hitam pekat yang menggambarkan malam di musim semi.
Detail bunga seperti peony dan rose diterjemahkan dengan ketelitian embroidery, hand-beading, volume, serta permainan kain flowing seperti tule, organza, dan chiffon.
1. Ada 31 rancangan yang ditampilan koleksi bertema Qi

Sebanyak 31 rancangan ditampilkan, mulai dari ready-to-wear, deluxe pieces, hingga puncaknya sebuah bridal gown A-line yang ringan, modern, dan elegan, disertai satu gaun penutup bergaya Chinese attire dengan full embroidery, dan sejumlah rancangan menswear penyempurna koleksi “Qi”
Pada pergelaran tunggal keduanya ini, Andreas menunjukkan kematangan artistik: lebih tenang, terstruktur, dan fokus pada tema “Qi”.
Dia mengajak agar setiap individu mengekspresikan energi personal mereka.
Koleksi ini menjadi perayaan harmoni antara struktur dan kelembutan, antara tradisi dan kreatifitas avant-garde, antara realitas dan fantasi. Melengkapi runway, Andreas berkolaborasi dengan Rinaldy A. Yunardi untuk semua aksesori, dan Kiki Siantar dari 1001 Shoes, menghadirkan alas kaki yang menguatkan estetika keseluruhan pertunjukan. Show Production ditangani oleh Djafar.
2. Berlangsung di rumah Tjong Yong Hian untuk mengenang sejarah jaringan bisnis di Medan

Fashion show berlangsung di rumah Tjong Yong Hian, sebagai museum yang mengenang sejarah. Sejarah yang menceritakan tentang seorang saudagar dan pengusaha terkemuka di Medan pada akhir abad ke-19 hingga awal abad ke-20.
Dia lahir di Songkou, Meixian, Guangdong, Tiongkok, kemudian merantau ke Hindia Belanda dan bersama saudaranya, Tjong A Fie, membangun jaringan bisnis besar yang meliputi perkebunan tembakau Deli, bank, perdagangan, dan properti.
3. Tjong Yong Hian juga dikenal kontribusi terhadap pembangunan Kota Medan

Tjong Yong Hian dikenal juga karena kontribusinya terhadap pembangunan kota Medan.
Rumah dan makamnya, sering disebut Tjong Yong Hian Memorial Park, menjadi salah satu situs sejarah penting di Medan. Ia membangun Jembatan Kebajikan (Virtuous Bridge) yang menerima UNESCO Award of Merit pada tahun 2003 sebagai penghargaan pelestarian warisan budaya dari UNESCO Asia-Pasifik.
Fashion show koleksi “Qi” dari Andreas Lim didukung sepenuhnya oleh; Tjong Yong Hian Gallery; SIRUP KURNIA; Rinaldy Yunardi Fashion Art Accessories; 1001 Shoes; Film by Agung Kurniawan; KARTOE Singapore; D’SATZ Event Organizer; Pretty Blossom Stylist Decorator; KARTINI Cookies; Angelic Café & Patisserie; OPAL COFFEE; De’ Nail Studio; Medan Professional Make Up Artist (Sharon Laurencia, She She, Shelvia, Silvy Tan, Venia, Veric Wijaya).
Andreas Lim mengucapkan terima kasih sebesar-besarnya atas dukungan yang telah diberikan.

















