Medan, IDN Times - Pengamat Pendidikan, Muhammad Rizal Hasibuan menyoroti rancangan pembangunan Sekolah Rakyat yang akan dibangun oleh Kementrian Sosial (Kemensos) untuk Tahun Ajaran Baru 2025/2026 di sejumlah titik Indonesia termasuk Kota Medan, Sumatera Utara.
"Saya melihatnya ini sebagai sesuatu yang belum penting atau urgent, karena masih banyak sekolah kita itu yang sudah ada dan membutuhkan perhatian. Jadi, tidak perlu lagi membuat bangunan baru, sekolah baru, kemudian mengambil tenaga pendidik baru, rekrut siswa baru dan lainnya," kata Rizal.
Menurutnya, perlu diperkuat saja sekolah yang sudah ada dari tingkat TK, SD, SMP, SMA yang dibuat secara profesional. "Mungkin, idenya adalah bukan membuat yang Aru tapi meneruskan yang sudah ada," ucapnya pada IDN Times Rabu (16/4/2025).
Pemerintah idealnya kembali membuat seperti sekolah percontohan. Dijelaskannya, bahwa dulu ada yang disebut dengan sekolah rintisan standar internasional, sekolah rintisan unggulan yang sempat digugat ke Mahkamah Konstitusi (MK).
Dikhawatirkan Sekolah Rakyat ini akan digugat lagi oleh masyarakat ke Mahkamah Konstitusi. Sama kejadiannya ketika dulu ada sekolah negeri swasta yang mencoba membuat sekolah rintisan atau sekolah erstandar internasional, sekolah yang unggul.
"Namun, klasifikasi ini digugat ke MK dan MK menyatakan bahwa sekolah unggulan, sekolah yang bertaraf internasional tersebut dianggap merupakan bagian dari suatu yang membuat beda dari sekolah lain dan tidak berazaskan keadilan," jelasnya.
