Pokdarwis Ciptakan Produksi Sabun di Pantai Sialang Buah

Medan, IDN Times - Pantai Sialang Buah terletak di Desa Sialang Buah, Teluk Mengkudu, Kabupaten Serdang Bedagai, Provinsi Sumatera Utara. Wilayah ini memiliki potensi sektor pariwisata dan juga merupakan tempat mitra berlokasi, selain pertanian dan perkebunan.
Melalui kegiatan Pengabdian Masyarakat ini didukung oleh Kementrian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi (Kemdikbudristek), yang digelar Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Sialang Buah ini sebagai mitra pada kegiatan pengabdian masyarakat berfungsi sebagai respons terhadap kebutuhan untuk meningkatkan kunjungan wisata dan mengoptimalkan pemanfaatan potensi wisata yang dimiliki.
Rencana pengembangan destinasi wisata yang akan dilakukan pokdarwis Sialang Buah salah satunya adalah strategi pengemasan dan pemasaran yang tepat sasaran guna menarik minat serta kunjungan wisatawan dengan harapan semua pihak dapat memperoleh manfaat dari upaya-upaya yang dilakukan.
Adapun tim pengabdian masyarakat terdiri dari dosen antaranya, Myrna Pratiwi Nasution dan Laura Juita Pinem yang berasal dari Universitas Prima Indonesia, serta Ahmad Luthfi Hutasuhut yang berasal dari STIM Sukma. Kegiatan ini juga melibatkan mahasiswa yaitu Tonggo Joli Rahel Naiborhu, Hotbes Richardo Simatupang, dan Yudi Jhosua Tamba.
"Pada awalnya biaya operasional Pokdarwis didapat dari kontribusi peserta, hal ini menyebabkan program-program yang akan dilakukan tidak berjalan secara maksimal. Sehingga, Pokdarwis melakukan inovasi dengan menciptakan produk sabun sebagai salah satu sumber pendanaan," katanya pada IDN TImes, Minggu (10/11/2024).
1. Produk sabun yang diciptakan memiliki kendala karena kemasan botol yang dianggap tidak ekonomis

Salah satu tim pengabdian masyarakat, Laura Juita Pinem yang berasal dari Universitas Prima Indonesia menjelaskan bahwa, tujuan kegiatan ini untuk meningkatkan perputaran ekonomi masyarakat disekitar, agar dapat lebih sejahtera dengan inovasi dan kreatifitas.
Tentang permasalahan yang dihadapi tersebut, berupa pembuatan produk sabun cuci piring saat ini hanya masih dibuat dalam kemasan botol saja. Sehingga, perlu peningkatan produk untuk membuat kemasan produk sabun cair dalam kemasan pouch atau kemasan plastik.
Sedangkan untuk kendala produksi yang dihadapi dalam pembuatan produk sabun cair, masih diperlukan alat untuk pengemasan pouch/plastik berupa continuous band sealer.
"Produk sabun cair yang dihasilkan berupa sabun cuci piring dan sementara ini hanya dalam bentuk kemasan botol saja, menjadi kendala karena kemasan botol dianggap tidak ekonomis untuk dibawa saat ada wisatawan yang ingin membeli produk tersebut," jelasnya.
2. Diharapkan produk sabun cuci piring ini dapat di upgrade dengan kemasan standing pouch

Tim pengabdian ini berharap produk sabun cuci piring dapat di upgrade melalui inovasi yang hanya pada awalnya berupa kemasan botol, menjadi kemasan standing pouch yang bernilai jual ekonomis.
Menurutnya, produk sabun cuci piring yang dihasilkan belum sepenuhnya dapat dipasarkan karena merek produk tersebut belum dikenal oleh masyarakat luas.
"Sehingga, penjualan produk masih belum maksimal. Bahkan, sampai saat ini produk tersebut lebih dominan digunakan untuk kalangan sendiri," ungkapnya.
3. Melalui produk ini dapat diperjualbelikan lebih luas

Diharapkan produk tersebut dapat diperjualbelikan lebih luas, agar mampu membantu operasional pokdarwis terlebih-lebih menaikan keadaan ekonomi.
Dengan hadirnya kegiatan ini dapat dilakukan dengan optimal dan mendukung terwujudnya ekonomi kreatif saat ini, dan dapat membantu dari segi peralatan yang memang sangat dibutuhkan oleh mitra.
"Kemudian dengan adanya pelatihan dan pendampingan dari tim pengabdian masyarakat, produk yang dihasilkan dapat dipasarkan tidak hanya secara konvensional tetapi dapat juga dipasarkan di media sosial dengan harga yang sesuai," tutupnya.



















