Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Nuansa Kultural Iringi Pendaftaran Ansar-Nyanyang di KPU Kepri
Ansar Ahmad dan Nyanyang Haris menikmati alunan musik Reog di depan KPU Kepri (IDN Times/Putra Gema Pamungkas)

Batam, IDN Times - Pasangan calon Gubernur dan Wakil Gubernur Kepulauan Riau (Kepri), Ansar Ahmad dan Nyanyang Haris Pratamura resmi mendaftarkan diri ke Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kepri di Kota Tanjung Pinang.

Kehadiran Ansar dan Nyanyang ini di dampingi Ketua dan Sekretaris dari 8 partai pengusung yang memiliki kursi di parlemen, antara lain Partai Gerindra, Golkar, Demokrat, Perindo, PAN, PKB, PKS, dan PPP. Selain itu turut hadir perwakilan tiga partai pendukung non parlemen dari Partai Glora, Partai Ummat, dan Partai Prima.

"Alhamdulillah semua berkas dinyatakan lengkap dan tidak ada kendala di dalam pendaftaran kami di KPU Kepri," kata Ansar Ahmad di Kota Tanjungpinang, Rabu (28/8/2024).

1. Prosesi pendaftaran yang sarat nuansa budaya

Seorang pria memainkan alat musik tiup untuk iringi tarian Reog (IDN Times/Putra Gema Pamungkas)

Pendaftaran ini diwarnai oleh berbagai persembahan kesenian bertema Nusantara yang mengiringi perjalanan mereka menuju kantor KPU Kepri di Kota Tanjung Pinang.

Pasangan Ansar dan Nyanyang memulai prosesi ini dari kawasan Tanjung Pinang City Square dengan iringan berbagai kesenian tradisional. Mereka tampak didampingi oleh masing-masing istri dan mengenakan seragam kemeja putih lengan panjang, yang dipadukan dengan rompi biru muda.

Prosesi ini diawali dengan penampilan Barongsai dan sambutan hangat dari rombongan ibu-ibu pengajian. Kemeriahan semakin terasa dengan penampilan kesenian Reog dan Kuda Lumping, serta pertunjukan Tambur dari Sumatera Barat.

Sesampainya di Kantor KPU Kepri, pasangan ini disambut dengan pemasangan tanjak oleh perwakilan KPU Kepri.

2. KPU lakukan verifikasi berkas dan dukungan parpol

Ansar Ahmad dan Nyanyang Haris saat akan mengunjungi KPU Kepri (IDN Times/Putra Gema Pamungkas)

Sebelum menerima berkas pendaftaran, pihak KPU Kepri melakukan verifikasi dukungan dari partai politik pengusung dan pendukung, yang tidak hadir secara fisik di lokasi pendaftaran.

Verifikasi ini dilakukan melalui sambungan video call untuk memastikan dukungan yang sah bagi pasangan Ansar dan Nyanyang.

Ansar Ahmad menjelaskan, verifikasi ini diperlukan karena ketidakhadiran beberapa petinggi partai dilatarbelakangi agenda lain yang tidak dapat ditinggalkan.

"Beberapa petinggi partai berhalangan hadir karena ada kegiatan partai yang tidak bisa ditinggalkan. Pihak KPU hanya mengonfirmasi mengenai dokumen dukungan yang kami bawa untuk mendaftar hari ini," pungkasnya.

3. Visi misi dan program strategis pasangan Ansar - Nyanyang

Ansar Ahmad di KPU Kepri (IDN Times/Putra Gema Pamungkas)

Ansar Ahmad dan Nyanyang Haris Pratamura dalam kesempatan itu turut memaparkan visi dan misi mereka yang berfokus pada keberlanjutan pembangunan di Kepri. Mereka berkomitmen untuk menjadikan Kepri sebagai provinsi yang sejahtera, berdaya saing, dan berbudaya.

Salah satu program unggulan mereka adalah pembangunan Jembatan Batam-Bintan (Babin), yang dianggap sebagai proyek strategis yang perlu segera direalisasikan.

Selain itu, sektor pendidikan, kesehatan, tata ruang permukiman, prasarana lingkungan, perlindungan masyarakat, serta ketertiban dan keamanan juga menjadi prioritas dalam program kerja mereka.

"Terkait jembatan Babin, banyak pihak yang berminat terhadap proyek ini. Selain itu, pemerintah pusat juga memberikan perhatian positif terhadap rencana ini," ungkap Ansar.

Selain fokus pada infrastruktur dan kesejahteraan sosial, Ansar Ahmad juga menekankan pentingnya kerja sama dengan pemerintah pusat dalam mempercepat realisasi Free Trade Zone (FTZ) di Batam, Bintan, dan Karimun (BBK).

"Kami akan menyelaraskan kebijakan dengan kabinet baru dan terus memberikan saran langkah-langkah efektif guna mempercepat investasi di Kepri untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi," lanjutnya.

Dengan langkah ini, Ansar Ahmad dan Nyanyang Haris Pratamura siap bertarung dalam pemilihan Gubernur Kepri, membawa visi baru untuk pembangunan yang lebih maju dan inklusif di Provinsi Kepri.

Editorial Team

Related Article