Deklarasi Amsakar - Li Claudia di Sporthall Temenggung Abdul Jamal Batam (IDN Times/Putra Gema Pamungkas)
Sebagaimana diketahui, MK baru-baru ini membuat keputusan yang menafsirkan ulang ambang batas (threshold) dalam pencalonan kepala daerah.
Keputusan tersebut berbeda dengan ketentuan dalam Pasal 40 Undang-Undang Nomor 10 Tahun 2016 tentang Pilkada. Hal ini membuka peluang bagi partai-partai dengan suara 6 persen hingga 10 persen untuk mengajukan calon mereka sendiri, bukan hanya partai-partai besar seperti PDI Perjuangan (PDIP).
Namun, hal ini mendapat respon yang menarik bagi PDIP untuk Kota Batam, yang hanya memiliki 7 kursi di parlemen. Dengan ketentuan itu, PDIP mengutus Nuryanto dan Hardi Selamat Hood untuk bertarung di Pilkada Batam, dan menggugurkan upaya perlawanan kotak kosong oleh pasangan Amsakar dan Li Claudia Chandra yang telah memikat 11 partai pengusung dengan total 43 kursi parlemen.
Dipaparkannya, koalisi besar yang dibentuk oleh pasangan Amsakar dan Li Claudia dari KIM plus akan memberikan pengaruh besar dalam kontestasi pemilihan Wali Kota Batam.
Menurutnya, kekuatan koalisi ini menjadi tantangan terbesar yang harus dihadapi oleh pasangan Nuryanto dan Hardi Selamet Hood dalam persaingan politik tersebut.
"Koalisi besar Amsakar dan Li Claudia memang membawa pengaruh besar bagi pasangan tersebut. Dukungan yang solid dari 11 partai politik di bawah payung KIM plus menjadi modal yang kuat untuk mendominasi peta persaingan. Ini tentu saja menjadi tantangan terbesar yang harus dihadapi oleh tim Nuryanto dan Hardi Hood," tegasnya.
Meski demikian, Rahmayandi menyebutkan bahwa pasangan Nuryanto dan Hardi Hood memiliki keunggulan tersendiri dari segi latar belakang dan basis dukungan masyarakat. Keduanya dikenal sebagai politisi berpengalaman dan tokoh masyarakat yang memiliki simpatisan kuat.
"Pasangan Nuryanto dan Hardi Hood memiliki modal besar untuk melawan pasangan Amsakar dan Li Claudia. Dengan latar belakang mereka sebagai politisi dan tokoh masyarakat yang dikenal luas, mereka memiliki simpatisan dan kalangan pemilih tersendiri. Ini menjadi kekuatan tersendiri yang tidak bisa diabaikan begitu saja," ujar Rahmayandi.
Lebih lanjut, Rahmayandi menilai bahwa KIM plus yang mendukung pasangan Amsakar dan Li Claudia, akan menghadapi kesulitan dalam menghadapi pasangan Nuryanto dan Hardi Hood karena dukungan yang mereka peroleh tidak dapat diprediksi. Hal ini yang akan membuat dinamika politik di Batam semakin menarik.
"KIM plus akan kewalahan menghadapi pasangan Nuryanto dan Hardi Hood karena dukungan mereka yang tidak dapat diprediksi. Ini membuat situasi menjadi lebih dinamis dan sulit ditebak," jelas Rahmayandi.