Satu jemaah haji asal Medan wafat di Tanah Suci (Dok. Istimewa)
Tantangan terberat adalah ketika melihat kondisi jemaah yang dalam keadaan sakit berat atau meninggal dunia. Dalam kloter 9, terdapat dua jemaah yang sakit kritis dan wafat di tanah suci, namun dilakoninya dengan kesabaran dan kebahagiaan.
Lukman sendiri terus memantau para jemaah haji yang sakit bersama keluarga pendamping yang ikut melaksanakan ibadah haji. Setiap tindakan dokter terhadap jemaah hanya ia mengetahui, sebab dokter juga berkonsultasi kepada dirinya selaku ketua kloter sampai takdir berkata lain.
Dua jemaah hajinya wafat pada hari Jumat 20 Juni 2025 satu hari menjelang kepulangan kloternya ke tanah air, Sabtu, 21 Juni 2025. Selaku ketua kloter, pihak syarikah pasti berkordinasi dengan dirinya. Untuk almarhum Erwin Dasnir Tanjung yang wafat pagi dini hari 03.10 WAS terus mendampingi proses penyelenggarakan Jenazahnya dari pemandian, pengkafanan, pensholatan hingga pengkuburan. Dalam proses penyelenggaraan Jenazah inilah Lukman sangat terharu,
Sedih dan bercampur bahagia sebab ia bersama petugas pembimbing ibadah ustad Sori Monang dibawa dengan menggunakan mobil crab ( sejenis mobil Golf) ke lantai dua dekat lintasan tawaf untuk ikut mensalatkan jenazah almarhum Erwin selepas sholat Jum'at berjemaah.
Di hari yang sama, jemaah haji Sri Sukenti wafat pukul 15.18. Lukman dan petugas layanan umum dari TPHD Muhammad Arif mengurus proses penyelenggaraan jenazah hingga pengkafanan pukul 01.00 WAS.
Untuk almarhumah Sri Sukenti ia tidak bisa ikut salat jenazah di Masjidil Haram sehabis salat subuh sebab kloter 9 KNO jam 07.00 WAS akan bertolak ke Jeddah untuk persiapan pulang ke tanah air. Waktu yang sempit, walau dengan badan yang letih dan penat serta kurang istirahat, ia memaksa dirinya untuk melaksanakan tawaf wada' sekitar pukul 02.00 WAS.