Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Herdensi Adnin: Dari Aktivis HAM, Kini Pimpin Ombudsman Sumut
Herdensi Adnin. (dok. Pribadi)

Medan, IDN Times – Ombudsman RI mengumumkan hasil seleksi Kepala Ombudsman Perwakilan Sumatra Utara. Dalam surat Ombudsman RI Nomor: 03/ORI-RP/I/2025 pada 20 Januari 2025, menunjukkan Herdensi Adnin terpilih sebagai Kepala Perwakilan di Sumut.

Pengumuman hasil seleksi ini dilakukan setelah dinamika yang cukup panjang. Setelah Abyadi Siregar habis masa jabatannya, Ombudsman RI Sumut dipimpin penanggung jawab kepala perwakilan James Panggabean.

Lantas siapakah Herdensi Adnin? Simak nih guys:

1. Aktivis HAM, pernah memimpin KontraS Sumut

Ketua KPU Sumatra Utara, Herdensi Adnin melakukan monitoring pelaksanaan ujian tertulis calon PPK di Binjai (IDN Times/ Bambang Suhandoko)

Nama Herdensi Adnin sudah tidak asing terdengar di Sumatra Utara. Terutama di kalangan para aktifis. Alumni Fakultas Ilmu Sosial dan Politik (FISIP) Universitas Sumatra Utara ini, lama menjadi pegiat Hak Asasi Manusia (HAM).

Sejak mahasiswa, dunia aktivisme lekat dengan Densi –sapaan akrabnya--. Selama di kampus, Densi aktif di Himpunan Mahasiswa Islam (HMI). Dia pernah menjabat sebagai Ketua Umum HMI Komisariat FISIP USU kala itu.

Setelah bermahasiswa, Densi aktif menjadi pengajar di kampusnya. Dia juga aktif di beberapa organisasi masyarakat sipil (CSO). Densi tercatat pernah menjadi peneliti di Setara Institute pada 2001-2004. Pada masa ini ia menjadi tokoh yang berperan besar dalam mengadvokasi ratusan Pedagang Buku Titi Gantung untuk menolak direlokasi Pemko Medan. Hingga akhirnya para pedagang bisa mendapatkan tempat yang layak berjualan buku di Lapangan Merdeka.

Laki-laki kelahiran 1978 silam ini, kemudian melanjutkan karir beraktivisnya di Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (KontraS) Sumut. Sejak 2005 Densi ber-KontraS, hingga akhirnya menjadi Koordinator Badan Pekerja pada 2016 -2018. Selama di KontraS Sumut, Densi juga masih aktif menjadi pengajar universitas. 

2. Herdensi banyak terlibat pada advokasi hak-hak publik

IDN Times/Prayugo Utomo

Selama di KontraS Sumut, Densi banyak terlibat pada advokasi Hak Asasi Manusia (HAM). Tercatat, Densi terlibat banyak dalam advokasi sejumlah konflik lahan di Sumatra Utara.

Densi juga terlibat panjang dalam advokasi PHK massal lebih dari 100 pegawai Hotel Soechi Medan, Penembakan Pengacara Medan Adi SH, dan berbagai kasus pelanggaran HAM lainnya yang melibatkan aparatur negara.

Dalam kasus penyiksaan yang melibatkan militer dan penegak hukum, Densi juga sangat vokal menyuarakannya. Densi pernah terlibat dalam advokasi kasus dugaan penyiksaan dan penghilangan paksa warga Kabupaten Langkat Dede Rahang yang dilakukan prajurit TNI AL. Kasus itu berujung pada dihukumnya sejumlah pelaku penyiksaan dan penghilangan paksa.

3. Masuk ke KPU Medan hingga menjabat Ketua KPU Sumut

IDN Times/Prayugo Utomo

Dengan pengalaman berorganisasi segudang, Densi kemudian memilih mencoba masuk menjadi anggota Komisi Pemilihan Umum (KPU). Karirnya ber-KPU, dimulai di Kota Medan pada 2016.

Densi teratat pernah menjabat Ketua KPU Medan pada 2018. Setelah periodesasinya berakhir, dia kemudian melanjutkan karir di KPU Sumatra Utara mulai 2019. Kemudian, sejak 21 Juli 2019, Densi dipercaya menjadi Ketua KPU Sumut menggantikan Yulhasni.

Setelah ber-KPU, Densi kemudian mencoba mengikuti seleksi Ketua Ombudsman Perwakilan Sumut. Hingga akhirnya, lulusan Magister Studi Pembangunan (MSP) FISIP USU ini lolos dan diumumkan pada 20 Januari 2025.

Kepada IDN Times, Herdensi bersyukur bisa lolos menjadi Ketua Ombudsman Perwakilan Sumut. Dia berkomitmen untuk mengemban amanah dengan baik.

“Harapan ke depan, khususnya Ombudsman, kita bisa mendorong pelayanan publik seperti pendidikan, kesehatan, air bersih dan lainnya. Kita ingin proses-proses ini memberikan rasa keadilan kepada semua pihak,” kata Densi, Jumat (24/1/2025).

Editorial Team