Gunung Bur Ni Telong Siaga, Warga Mulai Mengungsi ke Kampus Unsyiah

- Gunung Bur Ni Telong naik level menjadi siaga (level III)
- Warga mengungsi ke Kampus Unsyiah di Lampahan
- PVMBG mengimbau masyarakat untuk tidak mendekati area kawah Gunung Bur Ni Telong
Medan, IDN Times- Status Gunung Bur Ni Telong, Kabupaten Bener Meriah, Aceh yang naik level menjadi siaga (level III) membuat masyarakat harus mengungsi. Kampus Unsyiah di Lampahan di Kecamatan Timang Gajah menjadi tempat tujuan untuk mengungsi pada Rabu (31/12/2025) dini hari.
Beredar video warga sudah berdatangan ke kampus untuk mengungsi. Diketahui masyarakat di 4 kampung kawasan Burni Telong yakni Lampahan, Rembune, Pantan dan Pediangan di bawah kaki Gunung Bur Ni Telong sudah panik sejak terjadi gempa 7 kali pada Selasa (30/12/2025) malam hingga Rabu (31/12/2025) dini hari.
Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) Badan Geologi, Kementerian ESDM RI, telah mengeluarkan imbauan tegas kepada masyarakat. Warga serta pengunjung dan pendaki dilarang mendekati area kawah Gunung Bur Ni Telong dalam radius 4 kilometer dari kawah.
Masyarakat juga diminta tidak beraktivitas di sekitar fumarol dan solfatara, terutama saat cuaca mendung atau hujan, karena konsentrasi gas beracun berpotensi meningkat dan membahayakan keselamatan jiwa.
"Tingkat aktivitas Gunung Bur Ni Telong akan terus dievaluasi dan dapat ditinjau kembali apabila terjadi perubahan visual maupun kegempaan yang signifikan," tulis pengumuman yang dikeluarkan PVMBG.
Diketahui sebelum aktivitas vulkanik itu, BMKG sempat mengumumkan aktivitas gempa tektonik pada Selasa malam.“Kami langsung ke luar rumah. Warga lain juga ke luar rumah,” kata Widiya, warga Desa Pondok Gajah, Kecamatan Bandar, Kabupaten Bener Meriah kepada IDN Times.
Kata Widiya, gempa tidak hanya sekali. Mereka merasakan empat kali guncangan. “Guncangan pertama kecil, kemudian semenit gempa lagi. Besar guncangannya. Kemudian ada suara gemuruh dan yang keempat, itu berselang 10 menit gempa lagi. Guncangannya kuat,” pungkasnya.
Kabupaten Bener Meriah masih dalam tahap pemulihan usai bencana hidrometeorologi yang melanda pada 26 November 2025 lalu. Berbagai jalur sempat terputus dan warga sempat terisolir berminggu-minggu.

















