Bentrok antara massa mahasiswa dengan petugas keamanan terjadi di depan Gedung Dewan Perwakilan Rakyat Aceh (DPRA). (IDN Times/Muhammad Saifullah)
Akibat tak kunjung dibuka, massa mahasiswa coba mendobrak gerbang yang dikawal pasukan barikade. Aksi tolak-tolakan tak terelakkan antara kedua kubu.
Kendaraan water cannon milik polisi lalu coba menembakkan air ke arah masa yang coba menerobos masuk. Tak lama kemudian, lemparan botol air mineral dan batu terlontar dari barisan massa mahasiswa.
Tidak hanya menggunakan water cannon, petugas kepolisian anti huru hara berpakaian lengkap beberapa kali menembaki gas air mata ke arah massa.
Kapolresta Banda Aceh menyayangkan aksi yang dianggap anarki dilakukan mahasiswa dengan melemparkan batu ke petugas.
"Kami mendapatkan lemparan dari adik-adik, ini sudah anarkis," kata Joko menggunakan pengeras suara.
Sementara itu, mahasiswa juga memprotes tindakan aparat keamanan yang melakukan penyemprotan air serta menembakkan gas air mata.
"Tapi orang bapak duluan yang menyiram dan menambak," ujar massa membalas.