Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Danau Toba Punya Potensi Jadi Konten Televisi Lokal
Para delegasi dari berbagai negara yang hadir pada kegiatan W20 Summit dibawa ke Huta Siallagan (IDN Times/Masdalena Napitupulu)

Medan, IDN Times- Komisi Penyiaran Indonesia Daerah Sumatera Utara (KPID Sumut) mendorong lembaga penyiaran fokus menerapkan konten lokal, agar masyarakat di daerah juga bisa menikmati siaran tentang daerahnya.

"Yang pertama memang, bagaimana sportif fokus kita supaya 10 persen konten lokal ini bisa diterapkan, karena banyak stasiun tv atau radio yang berjaringan tidak menerapkan konten 10 persen itu," kata Ketua KPID Sumut Anggia Ramadhan, Kamis (22/12/2022).

1. Konten lokal ditayangkan bukan di jam utama

pexels.com/jeshoots

Menurut Anggia, masih banyak siaran nasional yang hanya menayangkan konten lokal justru bukan di jam tayang utama atau prime time melainkan di waktu dini hari. Sehingga, penayangan di jam tersebut terkesan hanya diada-adakan saja.

"Kalaupun muatan 10 persen itu diterapkan, diada-adakan saja, terkait konten lokal, siaran nasional relaynya di jam tayang jam 1, jam 2 pagi, jangan lah seperti itu," ujarnya.

Ia menjelaskan, dalam konteks UU No. 32 Tentang Penyiaran, tujuan penayangan konten lokal, juga untuk berkeadilan bagi masyarakat di daerah. "Masyarakat di daerah, juga bisa menerima siaran daerahnya sendiri, jangan hanya Jakarta saja yang mereka terima," ungkapnya.

2. Danau Toba punya potensi untuk menjadi tayangan lokal

Instagram.com/explore_danautoba

Menurut Anggia, dengan menerapkan konten lokal oleh lembaga penyiaran, artinya juga telah ikut serta dalam pembangunan di daerah tersebut. "Jadi kalau konten 10 persen ini diterapkan, begitu banyaknya potensi daerah di Sumut yang bisa dipromosikan. Baik itu dalam konteks ekonomi, budaya sosial, kita tahu apa yang terjadi di Sumut ini," katanya.

"Bayangkan saja Danau Toba yang merupakan proyek strategis nasional, mungkin belum ada satupun stasiun televisi yang fokus bagaimana mempromosikan tentang Danau Toba," sambungnya.

3. Mendorong potensi daerah menjadi konten lokal

instagram.com/museum batak

Oleh karena itu, kata Anggia, sudah seharusnya potensi-potensi daerah itu digali dan kemudian dikemas ke dalam konten lokal dan ditayangkan lembaga penyiaran. Ia mencontohkan, stasiun Bali TV, yang hingga kini bisa terus maju dengan sajian-sajian konten lokal.

"Padahal di Bali, dia konsen terhadap konten lokal baik, budaya itu dan wisata. Mereka bisa maju. Kita bisa belajar dari Bali bagaimana bisa meningkatkan potensi wisata kita bersama lembaga penyiaran," ujarnya.

Dalam konteks penyiaran, bukan hanya bagaimana mengembangkan penyiaran bicara keuntungan saja, tapi turut serta dalam pembangunan daerah juga menjadi kewajiban dari lembaga penyiaran itu sendiri. Untuk fokus saat ini, KPID Sumut mendorong bagaimana konten-konten di daerah bisa tumbuh, supaya Provinsi Sumut bisa maju dan lebih baik lagi.

Editorial Team

Related Article