Salah satu SPBU di Binjai, yang sempat ditutup sementara untuk sesuaikan harga (IDN Times/ Bambang Suhandoko)
Di sisi lain, sesaat sebelum naiknya harga BBM sempat menimbulkan antrian disejumlah Stasiun Pengisisan Bahan Bakar Umum (SPBU) di Kota Rambutan. Bahkan salah satu pengelola sempat menutup (menghentikan) SPBU untuk terlebih dahulu menyesuaikan harga. Karena pengaturan dimesin SPBU masih dengan harga (tarif) lama.
"Kemarin ditutup sementara, karena harga di mesin pompa minyak masih tarif lama. Banyak juga pengendara yang terpaksa putar arah. Sementara di SPBU belum ada pemberitahuan BBM naik," kata Abadi Sitepu, pengelola SPBU di Jalan Jamin Ginting, Kecamatan Binjai Selatan, Kota Binjai, Sumatra Utara.
Abadi Sitepu mengaku, sempat merasa tak nyaman SPBU berhenti beroperasional. Sehingga mereka membuka kembali dan mereka akhirnya harus memberitahu kepada pembeli terkait kenaikan harga serta argo di mesin pompa yang masih harga lama. "Ini sudah mulai beroprasi kembali setelah semua setelah disesuaikan dengan harga baru," tegas dia.
Diketahui kenaikan harga BBM jenis pertalite dari Rp.7.650 menjadi Rp10 ribu per liter, solar subsidi dari Rp. 5.150 jadi Rp6.800 dan Pertamax non subsidi dari Rp12.500 jadi Rp. 14.500.