5 Fakta Unik Zigzag Goldenrod, Bunga Kuning Penghuni Hutan Teduh

Zigzag goldenrod (Solidago flexicaulis) merupakan salah satu anggota goldenrod yang memiliki tampilan yang unik. Tanaman tahunan ini juga dikenal dengan sebutan zigzag goldenrod atau broadleaf goldenrod, merujuk pada ciri fisiknya yang khas, yakni batang yang tumbuh berlekuk zigzag di antara ruas daun.
Berbeda dengan bayangan umum tentang goldenrod yang identik dengan area terbuka dan sinar matahari penuh, spesies ini justru dikenal sebagai penghuni setia hutan yang teduh. Ia tumbuh dengan tinggi sekitar 30 sampai 90 sentimeter, memiliki daun lebar bergerigi tumpul, serta menghasilkan bunga kuning cerah yang muncul berkelompok di bagian atas batang.
Secara alami, zigzag goldenrod tersebar luas di Amerika Utara, dari Kanada bagian timur hingga wilayah selatan Amerika Serikat. Habitat favoritnya meliputi hutan yang subur dan lembap, tepi hutan, serta area di sekitar sungai dan danau. Meski kerap luput dari perhatian karena tumbuh di bawah naungan pepohonan, tanaman ini memiliki peran ekologis penting sebagai penyedia nektar bagi serangga penyerbuk di akhir musim.
Di balik tampilannya yang sederhana, zigzag goldenrod menyimpan sejumlah fakta menarik yang membuatnya layak dikenal lebih jauh. Berikut lima fakta penting tentang zigzag goldenrod yang jarang disadari.
1. Namanya berasal dari bentuk batangnya yang tidak biasa

Nama zigzag goldenrod bukanlah kiasan semata. Menurut Go Botany: Native Plant Trust, tanaman ini benar-benar memiliki batang yang berlekuk dan membentuk sudut zigzag dari satu daun ke daun berikutnya. Pola pertumbuhan ini terjadi karena arah batang sedikit berubah setiap kali melewati ruas daun.
Meski begitu, tidak semua individu memperlihatkan lekukan yang sangat jelas. Pada beberapa tanaman, batangnya bisa tampak hampir lurus. Ciri ini menjadikan zigzag goldenrod mudah dikenali, bahkan ketika tanaman belum berbunga.
Melansir Missouri Botanical Garden, batangnya yang lentur namun tegak juga tercermin dalam nama ilmiahnya, flexicaulis, yang berarti “batang yang fleksibel”. Keunikan struktur ini bukan hanya menarik secara visual, tetapi juga menjadi penanda adaptasi tanaman terhadap lingkungan hutan yang minim cahaya langsung.
2. Daunnya lebar dan lebih menonjol dari bunganya

Jika banyak goldenrod dikenal lewat bunga kuningnya yang mencolok, zigzag goldenrod justru menonjol lewat daunnya yang lebar. Daun-daunnya berbentuk oval lebar dengan tepi bergerigi tumpul, tersusun sepanjang batang. Daun bagian tengah biasanya menjadi yang terbesar, dengan panjang sekitar 15 sentimeter dan lebar mencapai 10 sentimeter.
Ukuran daun yang besar ini membantu tanaman memaksimalkan penyerapan cahaya di lingkungan hutan yang teduh. Sementara itu, bunganya relatif kecil dan muncul dalam kelompok sederhana di bagian atas batang. Meski tidak semegah goldenrod padang rumput, bunga-bunga kecil ini tetap efektif menarik perhatian serangga penyerbuk.
3. Disalahpahami sebagai penyebab hay fever

Zigzag goldenrod berbunga dari akhir musim panas hingga awal musim gugur, periode ketika banyak tanaman lain mulai berhenti berbunga. Pada masa ini, bunga kuningnya menjadi sumber nektar berharga bagi lebah dan kupu-kupu. Kehadirannya membantu menjaga ketersediaan makanan bagi penyerbuk saat sumber lain mulai menipis.
Meskipun indah dan berperan bagi penyerbuk, namun tanaman ini seringkali disalahpahami sebagai penyebab hay fever, yaitu reaksi alergi seperti bersin dan hidung meler akibat menghirup serbuk sari yang terbawa angin. Mengutip Prairie Moon Nursery, serbuk sari zigzag goldenrod berukuran besar dan lengket, sehingga tidak mudah melayang di udara dan terhirup manusia.
4. Tahan naungan dan minim cahaya matahari

Sebagian besar goldenrod dikenal sebagai tanaman penyuka matahari penuh, tetapi zigzag goldenrod justru menjadi pengecualian. Spesies ini tergolong sangat toleran terhadap naungan, bahkan mampu tumbuh dengan baik di tempat yang hampir tidak mendapat sinar matahari langsung. Kondisi idealnya adalah teduh sebagian dengan cahaya matahari tersaring, seperti di bawah kanopi pepohonan hutan.
Kemampuan ini menjadikan zigzag goldenrod sebagai salah satu goldenrod yang paling cocok untuk taman hutan dan area teduh. Tanaman ini tetap dapat bertahan di tanah yang agak kering setelah mapan, meski secara alami lebih menyukai tanah lembap dengan drainase baik. Fleksibilitas ini membuatnya mampu beradaptasi di berbagai sudut hutan tanpa kehilangan daya tumbuhnya.
5. Tanaman indah yang dapat tumbuh agresif

Di balik tampilannya yang menarik, zigzag goldenrod memiliki satu sifat yang perlu diperhatikan, yakni kemampuannya menyebar dengan cepat. Tanaman ini berkembang biak tidak hanya melalui biji, tetapi juga melalui rimpang di dalam tanah. Dalam kondisi tumbuh yang optimal, ia dapat membentuk koloni yang cukup rapat.
Sifat ini membuat zigzag goldenrod kurang cocok untuk taman hutan berukuran kecil. Namun, di lahan yang lebih luas atau area pemulihan habitat alami, sifat agresif ini justru menjadi keuntungan karena membantu menutup tanah, menekan gulma, dan menyediakan sumber pakan berkelanjutan bagi satwa liar.
Itulah sederet fakta menarik tentang zigzag goldenrod, penghuni hutan teduh yang tidak hanya memiliki bunga indah, tetapi juga karakteristik unik serta peran penting dalam ekologi.


















