Banda Aceh, IDN Times - Pulau Rubiah di kawasan Gampong Iboih, Kota Sabang, Aceh, selama ini dikenal sebagai salah satu destinasi wisata bahari yang menawarkan keindahan bawah laut. Kejernihan air laut, terumbu karang, serta beragam ikan menjadi daya tarik wisatawan untuk snorkeling maupun diving.
Namun, di balik pesona alam tersebut, Pulau Rubiah juga menyimpan cerita masa lalu tentang seorang perempuan bernama Siti Rubiah. Namanya dipercaya masyarakat setempat menjadi asal-usul penamaan pulau yang kini ramai dikunjungi wisatawan tersebut.
Berdasarkan penuturan Hatta, seorang pemandu wisata setempat, Siti Rubiah merupakan sosok yang pertama kali bermukim di pulau itu. Cerita yang berkembang di masyarakat menyebutkan bahwa ia merupakan istri Teungku Chik di Reubee, seorang ulama.
Menurut cerita tersebut, Siti Rubiah dan suaminya dahulu tinggal terpisah. Perpisahan itu dikaitkan dengan perbedaan pandangan mengenai pemeliharaan anjing.
Teungku Chik di Reubee tidak menyetujui kebiasaan istrinya memelihara banyak anjing. Perbedaan pandangan tersebut kemudian membuat Siti Rubiah diminta meninggalkan tempat tinggal mereka dan menetap di sebuah pulau yang saat itu belum memiliki nama.
“Pergilah ke pulau sana,” tiru Hatta saat menjelaskan asal-usul Pulau Rubiah.
Siti Rubiah kemudian menetap di pulau tersebut selama sekitar 40 tahun hingga akhir hayatnya. Masyarakat setempat pun mengaitkan namanya dengan penamaan Pulau Rubiah.
Meski demikian, kisah mengenai asal-usul nama pulau, hubungan Siti Rubiah dengan Teungku Chik di Reubee, serta perkiraan waktu kehidupannya masih memerlukan penelusuran melalui sumber sejarah dan keterangan keluarga atau ahli waris.