Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Suporter Minta Manajemen PSMS Direvolusi, Bus Pemain Diadang
Ketua SMeCK Hooligan, Lawren Simorangkir orasi di lapangan usai PSMS ditahan Sriwijaya di Stadion Teladan, Senin (23/10/2023) (IDN Times/Doni Hermawan)

Medan, IDN Times- Kegagalan PSMS Medan meraih poin penuh di kandang sendiri Stadion Teladan pada lanjutan Liga 2 musim 2023/2024 kontra Sriwijaya FC berujung pada kemarahan suporter. Mereka kecewa Ayam Kinantan gagal menutup putaran I dengan kemenangan di depan publiknya sendiri.

Mereka menumpahkan kekecewaannya usai pertandingan berakhir. Beberapa suporter masuk ke lapangan. Ketua umum Suporter Medan Cinta Kinantan (SMeCK) Hooligan dengan memakai pengeras suara datang ke sekitar bench PSMS.

"Tidak boleh seri di Stadion Teladan apalagi kalah," kata Lawren.

1. Suporter serukan revolusi manajemen PSMS

Ketua SMeCK Hooligan, Lawren Simorangkir meluapkan kekecewaan usai PSMS ditahan imbang Sriwijaya di Stadion Teladan, Senin (23/10/2023) (IDN Times/Doni Hermawan)

Dia lalu menyerukan agar revolusi di tubuh manajemen PSMS. Lawren melempar seruan ke para penonton di Tribun Barat. "Ok masyakarat Kota Medan, sepakat dengan keinginan kami suporter SmecK Hooligan, meminta pengurus PSMS Medan harus direvolusi," kata Lawren yang disambut teriakan "setuju" dari para fans.

Namun tak terlihat Direktur Utama PT Kinantan Medan Indonesia Arifudin Maulana Basri yang meninggalkan stadion usai laga berakhir.

Sebelumnya manajemen membuat keputusan dengan mengganti pelatih dari Ridwan Saragih ke Miftahudin Mukson. Namun PSMS justru belum pernah menang dari 3 laga.

2. Suporter juga minta pemain bermain dengan hati

Striker PSMS Nico Malau menangis usai PSMS gagal menang dari Sriwijaya FC di Stadion Teladan, Senin (23/10/2023) (IDN Times/Doni Hermawan)

Selain itu SMeCK Hooligan juga meminta pemain untuk bermain denga hati. Jika tidak dia meminta pemain untuk tinggalkan PSMS.

"Bermainlah dengan hati, kalau tidak sanggup, jangan kenakan baju (PSMS) itu lagi," ucapnya.

3. Suporter juga adang bus pemain

Kekecewaan dari suporter KAMPAK FC usai PSMS ditahan Sriwijaya FC di Stadion Teladan, Senin (23/10/2023) (IDN Times/Arifin Al Alamudi)

Selain itu di luar, kerumunan suporter juga terlihat mengadang bus pemain yang diparkir di depan pintu keluar pemain. Puluhan personel kepolisian pun datang untuk membubarkan mereka.

Bus akhirnya bergerak menuju pintu utama Stadion Teladan. Para pemain dan pelatih kemudian keluar dari pintu utama dan memasuki bus lalu meninggalkan stadion.

Diketahui PSMS menutup putaran I dengan menghuni posisi 4 klasemen grup 1 Liga 2 musim 2023/2024 dengan 8 poin. Mereka hanya 1 kali menang dan 5 kali imbang di putaran 1. Dua kali PSMS gagal menang di kandang sendiri.

Editorial Team

Related Article