Sesi latihan para pemain Persiraja Banda Aceh di Stadion H Dimurthala, Kota Banda Aceh. (IDN Times/Muhammad Saifullah)
Ridwan menyadari kondisi Persiraja saat ini tidak ideal. Laskar Rencong baru saja menelan tiga kekalahan beruntun di awal kompetisi.
Dengan waktu yang terbatas menuju pertandingan berikutnya, Ridwan mengatakan hal pertama yang akan dilakukan adalah mengembalikan mental dan motivasi para pemain.
“Memang kondisi seperti ini kurang ideal. Saya pernah mengalami kondisi seperti ini, baik sebagai pemain maupun sebagai pelatih,” kata Ridwan.
Ia mengaku memahami perasaan pemain karena pernah berada dalam situasi serupa. Karena itu, Ridwan memiliki pendekatan tersendiri untuk mengangkat moril pemain agar kembali fokus menghadapi pertandingan berikutnya.
“Saya tahu rasanya apa yang dirasakan oleh pemain, maka ketika saya tahu rasanya dan karena saya pernah merasakan, saya punya treatment untuk mereka. Supaya bagaimana mengangkat moril mereka, mengangkat motivasi mereka untuk tetap menatap pertandingan ke depan itu dengan target tiga poin,” ujarnya.
Ridwan mengakui masa adaptasinya bersama tim sangat singkat. Namun, kondisi tersebut bukan sesuatu yang asing baginya karena pernah menghadapi situasi serupa ketika menerima tawaran menangani Garudayaksa FC.
“Memang adaptasinya tidak banyak, singkat. Tetapi, hal yang sama juga mungkin terjadi di pelatih-pelatih yang mengambil tantangan seperti ini. Jadi, di kesempatan yang lalu kondisinya sama seperti ini, saya juga mengambil tawaran pelatihan untuk Garudayaksa juga seperti ini, jadi Insyaallah kami berusaha secara maksimal,” katanya.
Ia berharap persiapan singkat tersebut tetap bisa menghasilkan perubahan saat Persiraja menghadapi Sumsel United.
“Insyaallah di pertandingan melawan Sumsel nanti, kita bisa membuktikan hasilnya,” ujar Ridwan.