Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Profil Leica Al Humaira Lubis, Peraih Perunggu Karate Asian Games 2026
Aksi Leica Al Humaira Lubis di Kejuaraan Karate Asia (dok.USU)

  • Leica Al Humaira Lubis, mahasiswi Ilmu Komputer USU asal Medan, kembali menekuni karate pada 2018 setelah sempat bosan dan nyaris berhenti usai Porprov Sumut 2022.

  • Pada debut PON 2024, Leica merebut emas kumite setelah mengalahkan beberapa atlet unggulan. Ia kemudian dipanggil pelatnas dan meraih emas SEA Games 2025.

  • Leica menyumbang perunggu Asian Games 2026 kelas kumite +68 kg putri. Di luar karate, ia juga menekuni fotografi, mengikuti jejak ayahnya yang berprofesi sebagai jurnalis foto.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Medan, IDN Times- Nama Leica Al Humaira Lubis terus berkibar di kancah karate internasional. Teranyar di Asian Games 2026 yang digelar di Jepang, Leica menyumbangkan medali perunggu untuk Indonesia.

Turun di kelas kumite +68 kg putri, Leica menang atas Karateka Kyrgyzstan Begimai Orozalieva dalam perebutan medali perunggu.

Ingin mengenal sosok Leica? Berikut profilnya.

1. Sempat hampir menyerah dengan karate

Leica Lubis, salah satu andalan karateka Sumut di PON Bela Diri (dok.Andi Lubis)

Leica lahir 14 September 2004 di Medan. Sejak kecil mahasiswi Universitas Sumatera Utara jurusan Ilmu Komputer angkatan 2022 itu sudah dikenalkan ayahnya dengan olahraga ini.

Sang ayah Andi Lubis adalah jurnalis foto di salah satu harian lokal Medan. Pasang surut semangat dialaminya hingga sempat meninggalkan olahraga ini karena bosan.

Dia kembali berlatih pada tahun 2018. Leica sempat nyaris menyerah setelah tumbang di Porprov Sumut 2022. Sampai akhirnya dia bisa menembus skuat PON 2024.

2. Di PON 2024 buat kejutan hingga dipanggil pelatnas dan sumbang medali

Leica Lubis, salah satu andalan karateka Sumut di PON Bela Diri (dok.Andi Lubis)

Di PON 2024, Leica juga bukan unggulan. Sampai akhirnya dia mengalahkan salah satu atlet pelatnas Indonesia Ceyco Georgia Zefanya dari DKI Jakarta yang notabene atlet peringkat lima dunia. Kemudian Monika Reswara dari Jawa Timur juga ditaklukkannya.

Terakhir di final, giliran Annisa Rizkia dari Jawa Barat yang harus mengakui keunggulannnya. Medali emas didapatkan di debut perdananya di PON 2024. Dia juga mempersembahkan perunggu dari beregu di ajang itu.

Dia pun langsung memeluk ayahnya yang ikut mengabadikan perjuangannya dari lensa kamera. Hari itu Leica berhasil membuat Ayahnya bangga.

“Ayah yang selalu support. Saya sempat ingin berhenti karena saya berada di lapis kedua, tapi ayah tetap bilang, ‘Ayo, bisa dikit lagi’. Dan alhamdulillah, akhirnya saya bisa sampai di sini," kata Leica saat itu.

Selanjutnya di ajang PON Bela Diri Kudus 2025, Leica juga tampil apik dengan menyumbang perunggu.

Kemudian Leica debut di pelatnas dengan memerkuat Indonesia di SEA Games 2025 Thailand. Dia meraih medali emas setelah menumbangkan wakil Laos, Konenyvong Souphaphone dengan skor 2-0. Ini merupakan debut Leica di SEA Games.

Juni 2026 lalu, Leica meraih medali emas Asian Senior Karate Championship 2026 di Bali setelah menumbangkan karateka Jordania Nara Yaser dengan skor 6-3.

3. Penyuka fotografi

Leica Lubis, salah satu andalan karateka Sumut di PON Bela Diri (dok.Andi Lubis)

Seperti ayahnya, Leica juga sangat menyukai fotografi. Tak sekadar suka, tapi dia mewarisi bakat sang ayah. Hal itu terlihat dari postingan di akun instagram-nya yang menyajikan berbagai foto hasil jepretannya.

Ke depan Leica kini menginjar mimpinya untuk tampil di Olimpiade 2032. Ia akan bekerja keras mewujudkan mimpi itu.

“Saya mengejar Olimpiade karena itu mimpi semua atlet, kalau benar karate nanti dimainkan di Olimpiade 2032,” pungkasnya.

Curated For You

Editorial Team

Related Article