Pendaftaran Bakal Calon Ketua KONI Sumut Dibuka 8 April (IDN Times/Doni Hermawan)
Untuk itu Zulkarnaen menekankan pentingnya independensi tim penjaringan dan penyaringan calon ketua umum KONI Sumut. Tim ini harus bebas dari intervensi dalam menjalankan tugas-tugasnya. Ia pun meminta semua pihak menahan diri dan menyerahkan pemilihan Ketua Umum KONI Sumut ini kepada proses yang semestinya. Sebab, lanjutnya, PON tidak lagi sebagai pertarungan prestasi semata, juga pertaruhan prestise atau martabat dan harga diri daerah.
"Apabila TPP ini tidak berani independen, lebih baik mundur," tegasnya.
Namun, terlebih penting lagi, pemerintah memiliki beban yang harus segera diselesaikan. Yaitu penghargaan atau apresiasi terhadap atlet peraih medali pada PON XXI kemarin. Apalagi, hingga tulisan ini dibuat, belum ada kepastian dari Pemprov Sumut mengenai waktu penyerahan apresiasi tersebut yang dikabarkan pekan depan.
"Mereka para atlet ini adalah pejuang daerah yang mengorbankan waktu, keringat dan darah, untuk menjaga nama baik Sumatera Utara. Jangan sampai mereka menganggap pengorbanan yang telah diberikan kurang dihargai," pungkasnya.