TUTUP
SCROLL UNTUK MELANJUTKAN MEMBACA
Gabung di IDN Times

Laboratorium USU Berpotensi Kembangkan Industri di Sumatera Utara

Bisa meningkatkan income generating bagi USU

Kampus USU (Dok. IDN Times/Sumber: www.usu.ac.id)

Medan, IDN Times - Universitas Sumatera Utara (USU) hingga saat ini memiliki lebih dari 200 laboratorium dengan sarana dan prasarana pendukung yang terkualifikasi. Keberadaan laboratorium itu juga didukung dengan tenaga pendidik serta laboran yang terkualifikasi.

Dengan kondisi ini, USU berpotensi untuk turut aktif mengembangkan industri yang ada di Sumatera Utara. Bahkan juga bisa menambah pendapatan kampus yang berstatus PTN-BH itu.

Ini disampaikan Kepala Laboratorium Biologi Farmasi Fakultas Farmasi USU, Imam Bagus Sumantri kepada wartawan, Kamis (7/1/2020).

Baca Juga: Dekan FISIP USU: Keberhasilan Konsolidasi Demokrasi Ditentukan Elit

1. Laboratorium sarana yang dapat mendukung penyelenggaraan ketiga aspek Tri Darma Universitas

Biro Rektor USU (Dok Humas USU)

Dia mengatakan selama ini paradigma laboratorium secara tradisional hanya dikenal sebagai teaching laboratory atau ruangan tertutup untuk tempat praktikum.

Hal ini kata Imam, malah mengkerdilkan fungsi laboratorium, padahal laboratorium dapat menjadi center of excellence.

“Padahal laboratorium di perguruan tinggi adalah sarana yang seyogyanya dapat mendukung penyelenggaraan ketiga aspek Tri Darma Universitas meliputi pendidikan dan pengajaran, penelitian dan pengembangan serta pengabdian kepada masyarakat,” bebernya.

2. Berikan akses luas kepada masyarakat yang ingin memanfaatkan layanan laboratorium USU

pexels.com/ThisisEngineering

Lanjut Imam, dalam hal wujud terhadap pengabdian kepada masyarakat, adalah dengan memberikan akses luas kepada masyarakat ataupun pihak manapun yang ingin memanfaatkan layanan laboratorium di Universitas Sumatera Utara, termasuk industri. Oleh karena itu, penting untuk membentuk sistem laboratorium terpadu dan terintegrasi dalam satu pintu.

“Sistem laboratorium terpadu dan terintegrasi satu pintu harus dapat menjadi pelopor pelaksanaan manajemen laboratorium untuk menjamin mutu kualitas dan pelayanan prima dari unit-unit laboratorium yang ada di setiap fakultas di Universitas Sumatera Utara. Dengan adanya sistem ini, diharapkan dapat melayani lebih banyak pengujian baik internal maupun eksternal,” ungkap Imam.

“Secara eksternal, industri membutuhkan pengujian mutu yang terkualifikasi, sehingga dengan sistem ini, Universitas Sumatera Utara dapat berperan dalam pengembangan industri sekaligus meningkatkan pendapatan,” imbuhnya.

Beberapa contoh pengujian yang diperlukan dalam dunia industri lanjut Imam adalah dalam hal uji sifat kimia, yang melayani pengujian dan penentuan berbagai konsentrasi logam dan senyawa pada sampel organic maupun anorganik dengan alat – alat uji yang pendukung tersedia adalah Atomic Adsorption Spectrometry (AAS), Gas Chromatography-Mass Spectrometry (GC-MS), X-Ray Fluoroscence (XRF), dan High Performance Liquid Chromatography (HPLC).

“Penggunaan alat-alat tersebut dapat digunakan dalam produk farmasi, sehingga USU berpotensi mendukung pengembangan industri farmasi,” ungkapnya.

Baca Juga: Kampus USU Punya Potensi Besar untuk Pembangunan Pariwisata Sumut

Berita Terkini Lainnya