Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

Ridwan Kamil Targetkan Perbanyak Keadilan Sosial Penghasil Migas

Ridwan Kamil Targetkan Perbanyak Keadilan Sosial Penghasil Migas
Ilustrasi pekerja di sektor migas (Dok. SKK Migas)
Share Article

Medan, IDN Times - Ketua Asosiasi Daerah Penghasil Migas dan Energi Terbarukan (Adpmet), Ridwan Kamil (RK), meminta seluruh daerah penghasil minyak dan gas bumi (migas) serta energi terbarukan untuk mengoptimalkan sumber daya alamnya masing-masing.

Pengoptimalan itu bisa dimulai dengan menghitung potensi neraca migas dan energi terbarukan di masing-masing daerah.

1. Dikonversi secara teori menjadi potensi sumber listrik

Ilustrasi hulu migas (Dok. SKK Migas)
Ilustrasi hulu migas (Dok. SKK Migas)

Lanjutnya, saat ini sudah mulai dengan menghitung potensi neraca ada berapa kekuatan angin, panas matahari, dan panas bumi di daerah masing-masing.

"Kemudian itu dikonversi secara teori menjadi potensi sumber listrik,” katanya di Kota Medan, pada Kamis (2/2/2023).

2. Adpmet tahun 2023 targetkan perbanyak keadilan sosial bagi daerah-daerah penghasil migas dan energi terbarukan

Ilustrasi pekerja di sektor migas (Dok. SKK Migas)
Ilustrasi pekerja di sektor migas (Dok. SKK Migas)

Menurut Gubernur Jawa Barat itu, target Adpmet di tahun 2023 adalah memperbanyak keadilan sosial bagi daerah-daerah penghasil migas dan energi terbarukan untuk mendapatkan hak 10 persen dari keuntungan sumber daya alamnya.

“Seharusnya mendapatkan hak 10 persen keuntungan dari migas. Tapi belum semuanya mendapatkan. Baru Jawa Barat dan Kalimantan Timur. Lalu, Lampung masih dibereskan. Karena tugas saya memastikan semua daerah mendapatkan hak 10 persen itu,” ujarnya.

3. RK : Indonesia masih memiliki peluang untuk mencapai target net zero emission

Ilustrasi tenaga kerja di sektor hulu migas (Dok. Petronas)
Ilustrasi tenaga kerja di sektor hulu migas (Dok. Petronas)

Kemudian, pada tahun 2060 Indonesia berkomitmen untuk mencapai net zero emission. Dengan demikian, kata RK, Indonesia masih memiliki peluang untuk mencapai target net zero emission.

“Masih ada waktu sekitar 30 tahun dan Indonesia sangat optimis. Kenapa? Karena jumlah neracanya lebih konsumsinya. Suatu hari kita menjadi pengekspor abadi energi terbarukan,” pungkasnya.

Share Article
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Prayugo Utomo
Doni Hermawan
Prayugo Utomo
EditorPrayugo Utomo

Latest News Sumatera Utara

See More

Willem Iskandar, Pelopor Pendidikan Indonesia dari Mandailing

28 Jun 2026, 20:19 WIBNews