Medan, IDN Times - Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (WALHI) Sumatra Utara melontar kritik keras kepada pemerintah yang kembali memberikan izin Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) Batangtoru pasca dicabut beberapa waktu lalu. PLTA yang dikelola PT North Sumatera Hydro Energy (NSHE) itu, dicabut izinnya setelah dituding sebagai bagian penyebab bahala banjir Sumut.
Direktur WALHI Sumut Rianda Purba mengatakan, PLTA Batangtoru mengancam keberlangsungan Ekosistem Batangtoru (EBT) , salah satu bentang hutan tropis tersisa di Sumatera Utara yang menjadi habitat satwa langka dan sumber kehidupan masyarakat.
Dalam pernyataan sikapnya, WALHI Sumut menilai pemerintah menunjukkan sikap inkonsisten dalam perlindungan lingkungan. Terbukti, pemerintah memberikan kembali izin operasional perusahaan itu.
