Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
PATS Samosir, Kolaborasi RI-UK Wujudkan Pembangunan Rendah Emisi Karbon
Peresmian Pompa Air Tenaga Surya (PATS) di Desa Sibonor Ompu Ratus, Kecamatan Nainggolan, Kabupaten Samosir, SUmut, Sabtu (3/10/2026). (IDN Times/Arifin Al Alamudi)
  • PATS senilai Rp5,7 miliar hasil kolaborasi Indonesia-Inggris di Desa Sibonor Ompu Ratus diresmikan untuk menyediakan irigasi berbasis energi surya bagi petani.

  • Sistem berkapasitas 69,3 kWp melayani 749 petani dan 82 hektare sawah, meningkatkan potensi panen dari 50 menjadi 150 ton per tahun serta menekan biaya BBM.

  • PATS diproyeksikan mengurangi emisi dan memberi nilai tambah ekonomi; warga membentuk P3A Mual Hangoluan untuk pemeliharaan, iuran, dan pengoperasian fasilitas.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Samosir, IDN Times - Sejarah baru terukir di Kabupaten Samosir, Sumatra Utara. Pompa Air Tenaga Surya (PATS) hasil kolaborasi Pemerintah Republik Indonesia bersama Pemerintah Inggris diresmikan di Desa Sibonor Ompu Ratus, Kecamatan Nainggolan, Sabtu (3/10/2026).

Infrastruktur hijau senilai Rp5,7 miliar ini merupakan Implementasi Inovasi dan Teknologi Rendah Karbon untuk Mendukung Pertanian Berkelanjutan di Desa Sibonor Ompu Ratus. Merupakan buah kerja sama strategis antara Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN)/Bappenas dan Pemerintah Inggris melalui UK Foreign, Commonwealth & Development Office (UK-FCDO) dalam program Low Carbon Development Initiative Phase II (LCDI2) yang dikelola Oxford Policy Management Limited (OPML).

Peresmian PATS dilakukan oleh Deputi Bidang Pangan, Sumber Daya Alam, dan Lingkungan Hidup Kementerian PPN/Bappenas, Leonardo A.A. Teguh Sambodo, Deputy Development Director British Embassy, Fredi Brunt, Kepala Bapperida Sumut, Dr. Dikky Anugerah, dan Bupati Samosir, Vandiko Timotius Gultom dan lain sebagainya.

Peresmian PATS disambut meriah oleh warga. Pasalnya pada tahun 2024 petani di Samosir pernah mengalami gagal panen akibat kemarau panjang. Begitu rombongan tiba ke kampung mereka, langsung disambut dengan tari tortor dan pemberian ulos.

"Waktu awal PATS ini disosialisasikan di kampung ini, kami bilang, andaikan saat itu disuruh memilih emas atau PATS, kami pilih PATS, karena kalau emas dijual uangnya bisa habis, setelah itu kelaparan. Tetapi PATS ini bisa bikin sawah kami dialiri air sepanjang tahun, panen bisa berkali-kali setahun, dan sawah ini bisa berkelanjutan hingga anak cucu kami. Itu lebih berharga dari emas," ujar Naomi Br Manik, Anggota P3A PATS Mual Hangoluan Desa Sibonor Ompu Ratus.

1. Mengurangi emisi 10,18 ton CO2 ekuivalen per tahun

Peresmian Pompa Air Tenaga Surya (PATS) di Desa Sibonor Ompu Ratus, Kecamatan Nainggolan, Kabupaten Samosir, SUmut, Sabtu (3/10/2026). (IDN Times/Arifin Al Alamudi)

Deputi Bidang Pangan, Sumber Daya Alam, dan Lingkungan Hidup Kementerian PPN/Bappenas, Leonardo A.A. Teguh Sambodo mengatakan ketersediaan air berbasis energi terbarukan memperlihatkan hubungan erat antara ketahanan pangan, ketahanan energi, ketahanan air, dan kelestarian lingkungan. Langkah ini selaras dengan amanat Presiden melalui Asta Cita kedua untuk mendorong pembangunan ketahanan di setiap level di Indonesia melalui pertumbuhan ekonomi, kesejahteraan masyarakat yang dibarengi dengan langkah-langkah pengurangan emisi dan konservasi sumber daya alam.

Menurutnya keberhasilan proyek ini makin melengkapi berbagai pencapaian makro dari Kabupaten Samosir di bawah kepemimpinan Bupati Vandiko Timotius Gultom.

"Kita menyaksikan Samosir mencatatkan tren pertumbuhan ekonomi yang positif dan stabil di kisaran 5%, serta berhasil menekan angka kemiskinan menjadi 11,63 persen serta menurunkan tingkat pengangguran terbuka hingga mencapai 0,89 persen. Komitmen Samosir terhadap pembangunan berkelanjutan semakin terbukti dengan diraihnya penghargaan terbaik pertama se-Sumatra kategori pengelolaan sampah dan lingkungan asri tahun 2026 dari Kementerian Dalam Negeri," ujarnya.

Berdasarkan kalkulasi teknis, tambahnya, PATS di Desa Sibonor Ompuratus ini akan menjadi contoh bagaimana upaya yang kita lakukan bersama nantinya akan mengurangi emisi 10,18 ton CO2 ekuivalen per tahun melalui efisiensi penggunaan bahan bakar fosil. Penghematan biaya solar atau BBM secara langsung akan mengurangi beban operasional petani.

"Hal yang menarik dari pembelajaran ini, nanti siang kita akan juga melakukan groundbreaking untuk Desa Pakpahan dengan pembelajaran berbasis pembelajaran yang ada di desa ini," ungkapnya disambut tepuk tangan warga desa.

Secara akumulatif, menurutnya, intervensi energi bersih di kedua desa ini diproyeksikan akan memberikan nilai tambah ekonomi lebih dari Rp2 miliar per tahun bagi masyarakat lokal.

2. Program pengurangan emisi tidak boleh dipisahkan dari perencanaan pembangunan

Peresmian Pompa Air Tenaga Surya (PATS) di Desa Sibonor Ompu Ratus, Kecamatan Nainggolan, Kabupaten Samosir, SUmut, Sabtu (3/10/2026). (IDN Times/Arifin Al Alamudi)

Deputy Development Director British Embassy, Fredi Brunt dalam sambutannya mengatakan bertani merupakan mata pencaharian warga Desa Sibonor Ompu Ratus. Sehingga kebutuhan terhadap air irigasi sawah menjadi sangat penting. Air dapat mendukung produksi pangan, meningkatkan produktivitas, dan membantu petani menjadi tangguh seiring dengan perubahan cuaca dan iklim seiring dengan perubahan kondisi iklim.

Untuk itu, PATS merupakan contoh yang sangat baik tentang praktik pembangunan rendah karbon. Sistem ini mendukung para petani, mendukung kegiatan ekonomi, menggunakan energi bersih, dan membantu kita mengurangi emisi.

"Bagi kami, inilah wujud dari pembangunan rendah karbon yang seharusnya. Kita tidak harus memilih antara pertumbuhan ekonomi dan aksi iklim. Contoh hari ini menunjukkan kepada kita bahwa kita dapat melakukan keduanya secara bersamaan. Kita dapat mendukung pertumbuhan, investasi, mengurangi emisi, memperkuat ketahanan, serta melindungi lingkungan kita," katanya.

Menurutnya perencanaan pemerintah memiliki peran penting dalam mewujudkan kerjasama pembangunan PATS. Melalui perencanaan pembangunan yang baik, pemerintah menentukan prioritas. Mereka memutuskan di mana harus berinvestasi, infrastruktur apa yang dibutuhkan, dan bagaimana anggaran publik dapat memberikan manfaat terbesar bagi masyarakat.

Pengurangan emisi tidak boleh dipisahkan dari perencanaan pembangunan. Pembangunan rendah karbon harus menjadi bagian dari cara kita merencanakan ekonomi, infrastruktur, dan investasi.

"Itulah inti dari hubungan antara Inggris dan Indonesia. Melalui pembangunan rendah karbon, kita akan menunjukkan bahwa perencanaan pembangunan yang dasar dapat mendukung pertumbuhan ekonomi, mendorong investasi, mengurangi emisi, serta memperkuat ketahanan iklim yang pada saat bersamaan juga meningkatkan taraf hidup masyarakat. Dan di sini, di Samosir, kita dapat melihat contoh nyata dari hal tersebut beserta keberhasilan yang dihasilkannya," jelasnya.

Fredi mengatakan 5 atau 10 tahun yang akan datang dia akan kembali lagi ke Samosir untuk melihat perubahan apa yang terjadi khususnya ke Desa Sibonor Ompu Ratus.

"Keberhasilan yang sebenarnya adalah apakah para petani masih terus merasakan manfaat dari PATS di masa mendatang. Hal itu membutuhkan pemeliharaan yang baik, rasa kepemilikan lokal yang kuat, serta dukungan berkelanjutan dari pemerintah daerah dan masyarakat. Jika kita dapat menunjukkan hal itu di sini, di Samosir, saya berharap pelajaran ini dapat berguna bagi bagian lain di Indonesia," jelasnya.

Menurutnya apa yang diresmikan hari ini bukan sekadar PATS tetapi wujud pembangunan modern. Di mana perencanaan pemerintah berujung pada investasi yang baik, di mana teknologi bersih mendukung produktivitas dan investasi, di mana pembangunan mengurangi emisi dan memperkuat ketahanan iklim, dan yang terpenting, di mana masyarakat lokal merasakan manfaatnya.

3. Bentuk kelompok P3A PATS untuk merawat panel surya dan pompa air

Peresmian Pompa Air Tenaga Surya (PATS) di Desa Sibonor Ompu Ratus, Kecamatan Nainggolan, Kabupaten Samosir, SUmut, Sabtu (3/10/2026). (IDN Times/Arifin Al Alamudi)

Direktur Lingkungan Hidup Kementrian PPN/Bappenas, Nizhar Marizi dalam laporannya mengatakan selama ini 749 petani dengan 82 Ha sawah tadah hujan di Desa Sibonor Ompu Ratus hanya bisa menanam satu kali setahun karena keterbatasan air Danau Toba dan tanah berpasir. Petani harus merogoh kocek dalam untuk pompa air bertenaga minyak.

Kini dengan PATS yang dibangun di atas lahan 570 m² dengan kapasitas maksimum 69,3 kWp, semua berubah. Panen Naik 200 persen dari 50 ton menjadi 150 ton per tahun, Zero Emission dengan perkiraan menghilangkan emisi 1,036 ton CO2 eq/tahun dari pompa BBM. Petani juga akan lebih sejahtera karena biaya operasional lebih murah.

Bupati Samosir Vandiko Timotius Gultom mengucapkan terima kasih pada Bappenas dan Pemerintah Inggirs yang telah membuat program PATS ini terwujud. Selain bantuan dari pemerintah Inggris saat ini di Samosir sudah ada 8 PATS. Menurutnya kehadiran PATS di Desa Sibonor Ompu Ratus ini sangat membantu petani dan mensiasati ketergantungan terhadap bahan bakar fosil.

"Beberapa waktu lalu usulan dari kita masyarakat Kabupaten Samosir kita teruskan kepada pemerintah atasan, yaitu mulai dari Bapak Gubernur, Kementerian Bappenas, hingga akhirnya disetujui oleh Kedutaan Besar Inggris yang membawa program ini di Kabupaten Samosir hingga akhirnya hari ini kita akan segera resmikan, yaitu Peresmian Pompa Air Tenaga Surya di Desa Sibonor Ompu Ratus, Kecamatan Nainggolan," kata Vandiko.

PATS ini dibangun dengan anggaran Rp 5,7 miliar dari Kedutaan Besar Inggris untuk Indonesia-Timor Leste. Menurutnya PATS yang memanfaatkan energi terbarukan sangat membantu petani untuk menyiasati ketergantungan terhadap bahan bakar fosil. Selain itu petani juga bisa menanam 3-4 kali dalam setahun.

"PATS ini adalah ramah lingkungan dan rendah karbon dan tentu saja dengan pembangunan ini sangat membantu kita masyarakat dan juga petani, terkhusus dalam mensiasati ketergantungan akan bahan bakar fosil," jelasnya.

Kepala Desa Sibonor Ompu Ratus, Binsar Marbun menambahkan untuk perawatan PATS, warga desa sudah membentuk Perkumpulan Petani Pemakai Air (P3A) PATS Mual Hangoluan. Mereka bertugas merawat PATS dan menarik iuran Rp25 ribu per rante saat panen tiba.

Sejak Juli 2026, P3A PATS sudah mendapatkan pendampingan dari lembaga BITRA tentang kelembagaan kelompok, manajemen kelompok, pengelolaan keuangan kelompok, hingga perawatan dan perbaikan PATS jika mengalami kerusakan.

"Dari 20-an Anggota PA3 PATS, kita punya dua operator yang tugasnya untuk membersihkan panel surya itu dua minggu sekali dan membabat rumput di sekitar panel surya dan pompa air satu bulan sekali, agar PATS ini terawat dan bisa kita pakai sampai anak cucu kita," ungkapnya.

Wakil Direktur BITRA, Iswan Kaputra menjelaskan pihaknya sejak Juli 2026 sudah memberikan pendampingan Rekayasa Sosial pada warga Desa Sibonor Ompu Ratus. Berkaitan dengan akan dioperasikannya PATS.

Tujuannya untuk meningkatkan kapasitas masyarakat desa dalam berlembaga dan merawat PATS. Sehingga PATS dapat berusia lebih panjang dan terbentuk kemandirian masyarakat untuk merawat dan mengelolanya sendiri.

"Total ada 6 pendamping dari BITRA yang terlibat dalam program Social Engineering ini, termasuk Pak Sukirman. Yang menarik dari hasil pendampingannya, warga membentuk P3A PATS Mual Hangoluan yang artinya Air untuk Semua. Mereka dilatih bagaimana manajemen lembaga, manajemen keuangan sampai cara merawat dan memperbaiki PATS jika mengalami kerusakan, jadi penggunaan pompa air dari energi terbarukan ini bisa berkelanjutan dan jangka panjang," jelasnya.

Curated For You

Editorial Team

Related Article