Peresmian Pompa Air Tenaga Surya (PATS) di Desa Sibonor Ompu Ratus, Kecamatan Nainggolan, Kabupaten Samosir, SUmut, Sabtu (3/10/2026). (IDN Times/Arifin Al Alamudi)
Direktur Lingkungan Hidup Kementerian PPN/Bappenas, Nizhar Marizi menbeberkan banyak manfaat yang akan dirasakan petani di Desa Sibonor Ompu Ratus dari keberadaan PATS ini.
Pertama, PATS yang memanfaatkan energi surya untuk sistem irigasi ini diproyeksikan mampu meningkatkan produksi padi dari sekitar 50 ton menjadi 150 ton per tahun. Karena fasilitas ini akan melayani 82 hektar sawah tadah hujan dan 749 petani yang sebelumnya hanya dapat menanam satu kali dalam setahun. Sekarang bisa 3-4 kali tanam dalam setahun karena pasokan air terjamin tanpa khawatir musim kemarau panjang akan datang.
Kedua, PATS juga menggantikan pompa berbahan bakar Pertalite sehingga mengurangi emisi gas rumah kaca sebesar 10,18 ton CO₂eq per tahun. Dimana PATS Sibonor Ompuratas telah selesai dibangun dan lulus uji operasional pada tanggal 13 Mei 2026 di bawah supervisi PT Lapi ITB. Penggunaan tenaga surya juga menghilangkan kebutuhan pembelian bahan bakar untuk pengoperasian pipa yang selama ini terjadi, meskipun biaya pengelolaan dan juga pemeliharaan ini masih tetap perlu disediakan.
Ketiga, sistem PATS berkapasitas 69,3 kWt dan memompa air dari Danau Toba menuju jaringan distribusi dan juga penampungan. Pada kondisi matahari yang baik, pasokannya bisa mencapai 1.700 hingga 1.900 meter kubik per hari, melampaui target harian yang ada di dalam desain teknis PATS sendiri.
Keempat, memperkuat persatuan masyarakat. Dimana pengelolaan di tingkat masyarakat dilakukan melalui Perkumpulan Petani Pemakai Air (P3A) untuk PATS Mual Hangoluan. Saat panen tiba, petani akan dikutip iuran 25 ribu per hektare sawah. Dananya untuk biaya perawatan PATS dan menggaji operator PATS. Selain itu juga melibatkan perempuan dalam tata kelola PATS ini.
Kelima, proyek PATS ini memacu warga desa lain untuk ikut mengimplementasikan pembangunan rendah karbon. Pada hari yang sama, dilakukan ground breaking pembangunan PATS Desa Pakpahan Kecamatan Onan Runggu. Untuk melayani 73 hektare sawah-sawah tadah hujan dan juga 903 petani. Produksi padinya diproyeksi akan meningkat dari 96 menjadi 288 ton per tahun, dengan potensi penurunan emisi sekitar 7,32 ton CO2 ekuivalen per tahun.
"Sehingga secara keseluruhan, intervensi di desa Sibonor ini dan juga di desa Pakpahan nantinya diproyeksikan bisa memberikan tambahan manfaat ekonomi bagi petani lebih dari Rp2 miliar per tahun. Pengalaman Sibonor Ompuratas ini, terutama mengenai legalitas lahan, pembagian air, dan juga pembiayaan pemeliharaan, akan menjadi rujukan bagi pengelolaan di Pakpahan nantinya," ujar Nizhar Marizi.
Jika kedua lokasi ini dilihat secara utuh, menurutnya, tidak hanya berbicara tentang pengurangan emisi, tetapi juga peningkatan produksi pangan dan tambahan pendapatan petani. Inilah esensi pembangunan rendah karbon, energi bersih menjadi penggerak produktivitas dan kesejahteraan.
“Pengalaman di Samosir ini diharapkan menjadi pembelajaran bagi pelaksanaan pembangunan rendah karbon di daerah lain, sekaligus menunjukkan manfaat nyata kerja sama Indonesia dan Inggris,” tambahnya.