Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Dinsos Sumut Klaim Sudah Beri Bantuan Pada 13.702 Keluarga Korban Bencana
Para penyintas mengambil bantuan logistik dari para relawan di Jembatan Kuala Simpang, Kabupaten Aceh Tamiang, Kamis (5/12/2025). (IDN Times/Prayugo Utomo)
  • Dinas Sosial Sumut mengklaim bantuan pascabencana telah disalurkan kepada 13.702 KPM di sejumlah daerah.

  • Bantuan mencakup hunian, jaminan hidup, dan stimulan ekonomi dengan alokasi anggaran puluhan miliar rupiah.

  • Realisasi bantuan tercatat di Tapanuli Tengah, Langkat, Sibolga, dan Tapanuli Utara.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Jumat (2/9/2026)

Kepala Dinas Sosial Sumut Ady Putra menyampaikan perkembangan realisasi bantuan dalam temu pers yang digelar Dinas Kominfo Sumut di Medan.

Hingga saat ini

Realisasi stimulan ekonomi di Tapanuli Tengah mencapai Rp45,335 miliar dari alokasi Rp46,03 miliar.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
  • What?
    Bantuan pascabencana berupa hunian, jaminan hidup, dan stimulan ekonomi telah disalurkan kepada 13.702 keluarga penerima manfaat.
  • Who?
    Dinas Sosial Provinsi Sumatera Utara menyalurkan bantuan pascabencana kepada keluarga penerima manfaat di sejumlah daerah.
  • Where?
    Penyaluran berlangsung di sejumlah daerah di Sumatera Utara, termasuk Tapanuli Tengah, Langkat, Kota Sibolga, dan Tapanuli Utara.
  • When?
    Informasi tersebut disampaikan dalam temu pers pada Jumat (2/9/2026), sementara sebagian besar realisasi bantuan telah dituntaskan.
  • Why?
    Bantuan diberikan untuk hunian, jaminan hidup, dan stimulan ekonomi bagi keluarga penerima manfaat pascabencana.
  • How?
    Bantuan disalurkan melalui alokasi anggaran untuk hunian, jaminan hidup, dan program stimulan ekonomi di sejumlah kabupaten/kota.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Dinas Sosial Sumut memberi bantuan kepada 13.702 keluarga yang terkena bencana. Bantuan itu berupa tempat tinggal, uang untuk hidup, dan bantuan usaha. Tapanuli Tengah mendapat bantuan paling besar. Langkat, Sibolga, dan Tapanuli Utara juga menerima bantuan. Sekarang, sebagian besar bantuan sudah selesai diberikan.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Penyaluran bantuan mencakup kebutuhan dasar dan pemulihan ekonomi, sehingga dukungan yang diterima keluarga penerima manfaat tidak hanya berupa hunian dan jaminan hidup. Realisasi di sejumlah daerah juga menunjukkan bantuan telah bergerak dari alokasi anggaran menuju penerimaan langsung oleh ribuan keluarga pascabencana.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Medan, IDN Times - Dinas Sosial Provinsi Sumatra Utara (Sumut) mengklaim bantuan pascabencana telah disalurkan kepada 13.702 keluarga penerima manfaat (KPM) di sejumlah daerah.

Bantuan tersebut mencakup hunian, jaminan hidup, dan stimulan ekonomi dengan alokasi anggaran mencapai puluhan miliar rupiah.

1. Tapanuli Tengah mendapat alokasi bantuan terbesar

Pegiat konservasi dari Yayasan Orangutan Sumatra Lestari (YOSL) mendistribusikan logistik kepada para penyintas bencana banjir di Desa Sipange, Kecamatan Tukka, Kabuopaten Tapanuli Tengah, Rabu (17/12/2025). (IDN Times/Prayugo Utomo)

Kepala Dinas Sosial Sumut Ady Putra mengatakan sebagian besar kabupaten/kota telah menuntaskan realisasi bantuan pascabencana. Hal itu disampaikannya dalam temu pers yang digelar Dinas Kominfo Sumut di Lobby Dekranasda Sumut, Kantor Gubernur, Jalan Diponegoro, Medan, Jumat (2/9/2026).

“Sebagian besar kabupaten/kota sudah tuntas terealisasi,” kata Ady.

Tapanuli Tengah menjadi daerah dengan alokasi terbesar untuk bantuan hunian dan jaminan hidup. Dari alokasi Rp27,618 miliar bagi 9.206 KPM, realisasi mencapai Rp27,201 miliar untuk 9.067 KPM atau sekitar 98,49 persen.

2. Stimulan ekonomi di Tapanuli Tengah terealisasi Rp45,335 miliar

Seorang perempuan penyintas bencana bertahan di tenda pengungsian di Desa Sekumur, Kecamatan Sekerak, Kabupaten Aceh Tamiang, Aceh, Sabtu (7/3/2026). (IDN Times/Prayugo Utomo)

Selain bantuan hunian dan jaminan hidup, Tapanuli Tengah mendapat alokasi Rp46,03 miliar untuk program stimulan ekonomi. Hingga saat ini, realisasinya mencapai Rp45,335 miliar.

Di Langkat, bantuan hunian dan jaminan hidup dialokasikan Rp3,88 miliar bagi 1.296 KPM. Sebanyak 1.286 KPM telah menerima bantuan dengan realisasi Rp3,85 miliar, sementara stimulan ekonomi terealisasi Rp6,43 miliar dari alokasi Rp6,48 miliar.

3. Penyaluran juga berlangsung di Sibolga dan Tapanuli Utara

Anak-anak bermain di antara puing banjir yang menerjang Desa Hutanobolon, Kecamatan Tukka, Kabupaten Tukka, Tapanuli Tengah, Sumatra Utara, Jumat (19/12/2025). (IDN Times/Prayugo Utomo)

Di Kota Sibolga, bantuan hunian dan jaminan hidup yang telah disalurkan mencapai Rp1,08 miliar dari alokasi Rp1,10 miliar. Bantuan tersebut telah diterima 367 KPM, sedangkan stimulan ekonomi terealisasi Rp1,81 miliar dari alokasi Rp1,83 miliar.

Sementara itu, Tapanuli Utara mencatat realisasi bantuan hunian dan jaminan hidup sebesar Rp1,08 miliar dari alokasi Rp1,30 miliar. Sebanyak 361 KPM menerima bantuan tersebut, sedangkan program stimulan ekonomi untuk jumlah KPM yang sama terealisasi Rp1,80 miliar dari alokasi Rp2,17 miliar.

Secara keseluruhan, alokasi bantuan hunian dan jaminan hidup masing-masing tercatat Rp45,084 miliar. Sementara itu, stimulan ekonomi mendapat alokasi Rp75,14 miliar dengan realisasi Rp68,51 miliar.

Curated For You

Editorial Team

Related Article