Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Bawaslu Tebing Gelar Pendidikan Pengawas Partisipatif untuk Pelajar SMA
Bawaslu Tebing Gelar Pendidikan Pengawas Partisipatif untuk Pelajar SMA (Dok Bawaslu Tebing Tinggi)

Tebing Tinggi, IDN Times - Bawaslu kota Tebing Tinggi menggelar kegiatan Pendidikan Pengawas Partisipatif (P2P) tahun 2026 di Sekretariat Bawaslu Tebing Tinggi, Kamis (4/6/2026). Ada yang berbeda dalam pelaksanaan kegiatan P2P tahun ini.

Jika pada pelaksanaan P2P di tahun sebelumnya selalu di selenggarakan di luar kota, dengan peserta yang berasal dari berbagai latar belakang dan selama beberapa hari. Tahun ini selain diadakan langsung di Sekretariat Bawaslu Tebing Tinggi hanya satu hari dan seluruh Peserta adalah Pelajar SLTA dari Sekolah baik Negri dan Swasta di kota Tebing Tinggi.

Choky Nasution selaku Koordinator divisi Hukum Pencegahan Partisipasi Masyarakat dan Hubungan Masyarakat (HPPH) mengatakan bahwa pelaksanaan P2P di tahun 2026 memang berbeda dari tahun-tahun sebelumnya. Melalui Putusan Pleno pimpinan Bawaslu Kota Tebing Tinggi menyepakati bahwa keseluruhan peserta P2P tahun 2026 ini dari kalangan Pelajar SLTA.

"Sejatinya kegiatan ini adalah kegiatan langsung dari Bawaslu Pusat, walaupun hanya digelar satu hari penuh dan di sekretariat, hal ini tidak mengubah esensi kegiatan itu sendiri,” ujarnya.

Menurutnya para Pelajar SLTA belum sepenuhnya memiliki pengalaman dan pengetahuan di kepemiluan, baik belum memiliki Hak Pilih karena usia maupun ada yang apatis dengan Politik. Kegiatan Pendidikan Pengawas Partisipatif 2026 ini mengajak dan merangkul Pelajar SLTA yang nantinya akan menjadi Pemilih Pemula atau Pemilih Muda pada pemilu 2029 untuk sadar dan peduli akan Politk.

Pelajar SLTA yang merupakan Bagian dari Gen Z pemilik 40% suara di Pemilu 2029 sering dianggap kurang berkontributif dalam menentukan masa depan bangsa dan dirinya sendiri. Untuk itu Bawaslu mencoba hadir dalam memberikan Pemahaman akan substansi dan Tekhnis penyelenggaraan Pemilu tentunya dari Perpektif Lembaga Pengawas Pemilu.

"Harapanya agar para Pelajar yang telah mengikuti kegiatan P2P 2026 terlibat dalam proses-proses Demokrasi di negri ini tentunya dengan prinsip-prinsip Partisipatif kerelawanan," jelas Choky.

Kegiatan P2P tahun 2026 di kota Tebing tinggi ini melibatkan setidaknya 8 Sekolah setingkat SMA sederajat baik sekolah Negri maupun Sekolah Swasta. Di antaranya sekolah yang mengirimkan pesertanya adalah SMA Negri 1 Tebing Tinggi, SMA Negri 2 Tebing Tinggi, SMK Negri 1 Tebing Tinggi, SMK Negri 2 Tebing Tinggi, MAN 1 Tebing Tinggi, SMA Swasta Khatolik Cinta Kasih, SMA Swasta F Tandean, dan SMA Swasta Al Wasliyah Kota Tebing Tinggi.

Kegiatan dibuka langsung oleh Anggota Bawaslu Provinsi Sumatera utara Bapak Joko Arif Budiono SH, MH yang juga Koordinator Divisi Penyelesaian Sengketa. Tampak hadir dalam kegiatan tersebut Ketua Bawaslu Kota Tebing Tinggi Amsal Frangky H Tambun, Choky Nasution Kordiv HPPH dan Koordinator Divisi Penanganan Pelanggaran dan Penyelesaian Sengketa (P3S) Bawaslu Tebing Tinggi Lambok Simbolon.

Selain di isi dengan penyampaian materi terkait pengawasan kepemiluan. Di antaranya Teknis Pencegahan Pelanggaran dan Sengketa Proses Pemilu, Teknis Pelaporan Dugaan Pelanggaran Pemilu, Teknis Permohonan Penyelesaian Sengketa Proses Pemilu, dan lain sebagainya.

Editorial Team

Related Article