Rangkaian banjir yang kembali terjadi di Kabupaten Tapanuli Tengah (Tapteng) dan beberapa wilayah lain di Sumatera Utara dalam beberapa pekan terakhir menjadi pengingat bahwa perubahan cuaca dapat membawa risiko yang tidak hanya dirasakan di kawasan permukiman, tetapi juga di jalan yang setiap hari dilalui masyarakat.
Hujan deras pada 13 September lalu kembali memicu banjir di sejumlah wilayah Tapteng hingga pertengahan September. Tingginya intensitas hujan membuat debit sungai meningkat dan air menggenangi permukiman serta sejumlah akses jalan. Kondisi tersebut juga membuat penanganan dan pemulihan di wilayah terdampak menjadi perhatian hingga saat ini.
Bagi pengendara sepeda motor, kondisi tersebut menjadi pengingat untuk lebih memahami perubahan karakter jalan setelah hujan deras. Ketika air mulai surut, permukaan jalan dapat tetap licin, dipenuhi lumpur dan pasir, sementara lubang atau kerusakan jalan berpotensi tertutup genangan sehingga sulit terlihat.
Melihat kondisi tersebut, PT Indako Trading Coy selaku main dealer Honda di wilayah Sumatera Utara kembali memberikan perhatian pada pentingnya keselamatan berkendara saat menghadapi cuaca ekstrem. Kewaspadaan diperlukan bukan hanya ketika hujan turun, tetapi juga saat melintasi jalan yang sebelumnya terdampak genangan.
Wan Muhammad Fahreza, Instruktur Safety Riding PT Indako Trading Coy, mengatakan pengendara perlu membiasakan diri membaca kondisi jalan dan menyesuaikan cara berkendara.
“Cuaca ekstrem bisa mengubah kondisi jalan dalam waktu singkat. Jalan yang biasanya aman bisa menjadi licin, terdapat genangan yang menutup lubang, atau dipenuhi lumpur setelah air surut. Karena itu, pengendara perlu lebih peka terhadap kondisi sekitar dan menyesuaikan cara berkendara,” ujarnya.
