Mensos Risma Serahkan Dokumen Kependudukan 122 Anak di Kota Batam

Batam, IDN Times - Menteri Sosial RI, Tri Rismaharini menyerahkan dokumen kependudukan kepada ratusan anak di Kota Batam, Provinsi Kepulauan Riau (Kepri).
Risma mengatakan, akta kelahiran dan KIA ini merupakan hal yang harus dimiliki oleh setiap anak di Indonesia. Hal itu agar setiap anak tidak kehilangan hak-haknya.
“Akte kelahiran dan KIA gratis ini merupakan bentuk kerjasama Kejaksaan Negeri (Kejari) Batam bersama Pemerintah Kota Batam. Dengan adanya identitas oleh setiap anak di panti asuhan ini, akan membuat setiap anak bisa mendapati hak-hak mereka di Indonesia, salah satunya seperti sekolah,” kata Risma di kantor Kejari Batam, Rabu (24/1/2024).
1. Risma sadari dilema pemerintah daerah untuk akui anak-anak tanpa identitas

Menteri Sosial, Tri Rismaharini (IDN Times/Putra Gema Pamungkas) Risma menjelaskan, dirinya memahami secara pasti apa yang dirasakan pemerintah daerah untuk mengakui anak-anak yang tidak memiliki orang tua dan tidak memiliki identitas.
Hal itu turut dirasaknnya saat menjabat sebagai Wali Kota di Surabaya dan harus menyelesaikan permasalahan krusial ini secepat mungkin.
“Saya tau dilema pemerintah daerah dalam mengakui anak-anak tanpa orang tua dan identitas, namun saya menekankan perlunya memberikan keadilan kepada seluruh masyarakat Indonesia. Dalam undang-undang, fakir miskin anak terlantar dipelihara negara, termasuk anak-anak disabilitas. Makanya mari sama-sama memberikan yang terbaik, supaya pemerintah daerah cepat menangani pesoalan ini,” ujarnya.
2. Sebanyak 500 anak-anak di Kota Batam akan dapat akte kelahiran

Kepala Kejaksaan Tinggi (Kajati) Kepri, Rudi Margono (IDN Times/Putra Gema Pamungkas) Sementara itu, Kepala Kejaksaan Tinggi (Kajati) Kepri, Rudi Margono mengharapkan dengan adanya bantuan ini dapat menjadi solusi bagi dokumen anak di panti asuhan.
“Dengan sinergitas dengan instansi terkait, kami siap memberikan pendampingan. Kami sanggup mendampingi dan berharap menjadi pilot projek kartu identitas anak,” kata Rudi.
Rudi menjelaskan, untuk penyerahan secara simbolis ini, terdapat 122 akte lahir dan KIA yang telah siap diproses dan ini merupakan program berkelanjutan.
“Hari ini kita serahkan secara simbolis untuk 20 orang anak, tapi yang sudah diterbitkan 122 akte kelahiran. Masih ada 500 anak-anak di LKSA (Lembaga Kesejahteraan Sosial Anak) yang belum memiliki identitas, ini akan terus kita perjuangkan,” ujarnya.
3. Pembagian akte kelahiran gratis sebagai bentuk kesetaraan hak masyarakat Indonesia

Menteri Sosial, Tri Rismaharini saat foto bersama anak-anak yang menerima bantuan akta kelahiran (IDN Times/Putra Gema Pamungkas) Rudi menegaskan, semua anak yang lahir di Indonesia, adalah anak Indonesia. Dengan begitu, seluruh anak di Kota Batam yang tidak memiliki data diri karena tidak memiliki orang tua wajib dapati bantuan untuk pemerataan hak masyarakat Indonesia.
“Kami sebagai Jaksa Pengacara Negara, siap membantu, kepada Dinsos dan Disduk, jangan ragu. Kami siap memberikan pendampingan, agar anak-anak kita di panti asuhan mendapatkan haknya,” tutupnya.
![[INFOGRAFIS] AI Jadi Tempat Curhat: Tren Baru Gen Z & Milenial](https://image.idntimes.com/post/20260429/upload_9c2883de31fbc7ad993691764c90e6e3_dfc3c6ee-e42f-48f6-9f1a-cde1ce74477c.jpg)






















