Pihak kepolisian menangkap salah seorang masa aksi bela Rempang di depan kantor BP Batam, 11 September 2023 (IDN Times/Putra Gema Pamungkas)
Direktur Eksekutif Daerah Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (Walhi) Riau, Boy Jerry Even Sembiring mengatakan, laporan yang dikeluarkan oleh KPA telah memperlihatkan gambaran Kepulauan Riau dalam konteks yang tepat.
“Dari luasan konflik, menunjukkan Rempang merupakan lokasi yang berkontribusi pada luasan konflik agraria dan sumber daya alam paling luas,” kata Boy, Rabu (24/1/2024).
Ia menjelaskan, dalam catatan selama bekerja di Kepri sejak Juni 2023, pihaknya juga melihat dan menerima laporan secara langsung bahwa terdapat kasus agraria lainnya yang harus di soroti di Provinsi Kepri.
Seperti halnya yang terjadi di Desa Limbung, Pulau Lingga, di mana warga setempat tengah berkonflik dengan perusahaan PT Citra Sugi Aditya. Ada juga Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) yang menghapus kawasan konservasi perairan di sekitar Pulau Poto, Pulau Bintan.
Selain itu, pihaknya juga mencatat kasus Sumber Daya Alam (SDA) di Kepri, di mana pihaknya mendapati adanya aktivitas penambangan timah di Pulau Tulang, perairan Karimun yang mendapat penolakan dari masyarakat. Hal serupa juga terjadi di Pulau Kojong, Lingga.
Potensi letusan konflik di Kepulauan Riau juga semakin besar dengan rencana aktivasi kembali pertambangan pasir laut melalui PP26/2023 dan sebaran lokasi wilayah pertambangan yang sangat luas.
“Selain itu, WALHI Riau dan WALHI Region Sumatera mencatat potensi kerusakan lingkungan dan konflik di Kepulauan Riau akan semakin masif dengan pengembangan pariwisata dengan pendekatan privatisasi. Pengembangan privatisasi pariwisata juga akan berpotensi mengakibatkan dampak buruk perdagangan orang untuk kebutuhan tenaga kerja,” ujarnya.