Soal 13 Orang Rohingya, Gubernur Riau: Permintaan dari Pusat Menampung

Pekanbaru, IDN Times - Sebanyak 13 orang warga Rohingya yang tiba-tiba masuk Kota Pekanbaru, Provinsi Riau, menjadi bahan perbincangan publik. Pasalnya, tidak sedikit warga Kota Pekanbaru yang menolak kehadiran mereka.
Terkait hal ini, Gubernur Riau (Gubri) Edy Natar Nasution menanggapinya. Dikatakan orang nomor satu di Bumi Lancang Kuning itu, pihaknya telah menerima surat dari Pemerintah Pusat terkait permintaan penampungan pengungsi Rohingya.
"Jadi ada surat yang meminta menampung itu (pengungsi Rohingya), Riau dan Sumbar (Sumatera Barat)," kata Gubri, Jumat (15/12/2023).
Dilanjutkan mantan Komandan Korem 031/ Wirabima itu, belasan orang Rohingya tersebut berasal dari Aceh.
"Mereka dari Aceh. Pemerintah Pusat yang meminta karena tidak tertampung di Aceh, sehingga diarahkan ke Riau dan Sumbar," lanjutnya.
Diketahui, saat ini belasan pengungsi Rohingya telah berada di Rumah Detensi Imigrasi (Rudenim) Pekanbaru. Sebelumnya, pada Rabu (13/12/2023), para pengungsi Rohingya itu ditemukan oleh warga di Kecamatan Marpoyan Damai, tempatnya di halaman Masjid Al-ikhlas. Pada keesokan harinya, Kamis (14/12/2023), mereka terlantar di trotoar Jalan Jenderal Sudirman.
1. Diminta Pemerintah Kota Pekanbaru untuk menangani para pengungsi Rohingya

Gubri Edy Natar Nasution (IDN Times/ Media Center Riau) Terkait hal itu, Pemerintah Provinsi Riau telah berkoordinasi dengan Pemerintah Kota Pekanbaru. Pasalnya, dalam surat dari Pemerintah Pusat tersebut, Pemerintah Kota Pekanbaru diminta untuk menangani para pengungsi Rohingya.
"Itu sudah dikomunikasikan ke Pemerintah Kota (Pekanbaru). Jadi mereka yang menanganinya," tuturnya.
2. Menyangkut soal kemanusiaan
Instagram Edy Natar menjelaskan, bicara soal pengungsi Rohingya, menyangkut persoalan kemanusiaan.
"Tentunya dibicarakan secara komprehensif. Tidak boleh belum apa-apa menolak. Coba bayangkan kalau itu terjadi dengan kita, tidak bisa kita bayangkan," jelasnya.
Untuk itu ditambahkannya, pihaknya masih mempelajari persoalan pengungsi Rohingya tersebut. Agar kedepannya tidak timbul masalah.
"Ini harus kita pelajari terlebih dahulu, seperti apa solusinya. Masyarakat jangan langsung terprovokasi, karena kita bicara soal kemanusiaan," tambahnya.
3. Warga terganggu dengan keberadaan pengungsi Rohingya yang berkeliaran

Sejumlah pengungsi Rohingya saat ditemukan di trotoar Jalan Jenderal Sudirman (IDN Times/ Fanny Rizano) Disisi lain, sejumlah warga merasa terganggu dengan keberadaan pengungsi Rohingya yang berkeliaran di Kota Pekanbaru. Hal tersebut dikarenakan tidak adanya pengawasan dari pihak-pihak terkait.
Demikian dikatakan Adi, yang ikut melihat belasan pengungsi Rohingya tersebut saat terlantar di trotoar Jalan Jenderal Sudirman. Ia meminta kepada pemerintah agar secepatnya mengatasi warga asing yang seenaknya masuk Kota Pekanbaru.
"Kami jelas menolak kehadiran mereka. Kami khawatir mereka akan mengganggu keamanan di sini. Pemerintah bertindaklah," kata pria berumur 29 tahun itu.

















![[BREAKING] Gempabumi Magnitudo 4,9 Guncang Tapanuli Selatan](https://image.idntimes.com/post/20250330/bencana-gempa2-600x400-0d54f2f4269dc94170f1e09739d8c76c.jpg)

![[FOTO] Sinabung Bergejolak, Kehidupan Tetap Bergerak](https://image.idntimes.com/post/20260902/sin_5_8e00efb6-baf1-4806-97e6-3e6b9b81e34a_watermarked_idntimes-2.jpg)