Comscore Tracker

5 Cara Mengatasi Atasan Kerja Temperamental, Suka Marah-marah

Cari tahu alasan dia marah!

Saat bekerja kita tentu berharap memiliki atasan yang baik dan bisa mengayomi bawahanya. Namun tak semua harapan bisa terkabul, misalnya saat kita ternyata memiliki atasan yang temperamental. Perilaku atasan yang temperamental tersebut bisa membuat bawahanya merasa tertekan bahkan bisa berujung mengundurkan diri.

Memiliki atasan yang temperamental memang menegangkan. Namun jangan nyerah dulu, cobalah mengatasinya dengan cara berikut ini. Semoga bisa menjadi solusi ketika memiliki atasan yang galak.

1. Cari tahu alasan dia marah

5 Cara Mengatasi Atasan Kerja Temperamental, Suka Marah-marahIlustrasi frustasi berbisnis (pixabay.com/stevedimatteo)

Hal pertama yang dapat kamu lakukan adalah mencari tahu apa alasan dia sering marah-marah dan menjadi temperamental. Bisa jadi karena faktor bawaan, misalnya dia memiliki pannic attack yang membuatnya tidak bisa bersikap tenang ketika menghadapi tekanan. Bisa juga karena kondisi eksternal, misalnya beban kerja yang terlalu berat atau masalah pribadi yang mempengaruhi sikapnya di tempat kerja.

Setelah mengetahui penyebab dia menjadi temperamental kamu pasti akan menemukan solusi untuk menghadapinya. Misalnya jika dia menjadi temperamental karena beban kerja yang terlalu berat, tentu kamu sebagai bawahan memiliki kewajiban untuk membantunya.

2. Pahami posisinya sebagai atasan

5 Cara Mengatasi Atasan Kerja Temperamental, Suka Marah-marahilustrasi pekerja (pixabay.com/StockSnap)

Mendapatkan respon kemarahan dari atasan memang bukan hal menyenangkan. Tapi cobalah untuk memahami posisi atasanmu di tempat kerja. Sebagai atasan dia pasti dituntut untuk memenuhi target pekerjaan dari perusahaan. Bisa jadi hal tersebutlah yang memicu sikapnya menjadi temperamental.

Dengan memahami posisi dan beban kerjanya diharapkan kamu akan lebih menerima sikapnya. Tidak perlu langsung terbawa perasaan jika dia marah karena masalah pekerjaan kerena hal tersebut adalah wajar selama amarahnya tidak sampai merendahkan harga dirimu.

Baca Juga: 6 Tahapan Belajar Bahasa Jepang yang Bisa Dilakukan Secara Otodidak

3. Proaktif terhadap tugas kerja yang diberikan

5 Cara Mengatasi Atasan Kerja Temperamental, Suka Marah-marahIlustrasi (pixabay.com/reallywellmadedesks)

Sikap atasan yang dinilai temperamental dan suka marah bisa jadi karena memiliki bawahan yang kurang cekatan dalam bekerja. Misalnya bawahan yang mau bekerja berdasarkan instruksi saja tanpa berinisiatif memberikan nilai lebih pada pekerjaanya. 

Kamu sebagai bawahan harus lebih proaktif terhadap tugas yang diberikan. Jangan hanya menunggu instruksi dalam bekerja , tapi cobalah untuk berinisiatif dan memahami tugas pokok dan fungsi jabatanmu. Kamu harus memahami apa saja yang harus dilakukan dalam pekerjaan tanpa menunggu perintah. Sikap proaktif dapat membuat atasan senang denganmu sehingga diharapkan dapat mengurangi sikap temperamentalnya.

4. Tingkatkan performa kerja

5 Cara Mengatasi Atasan Kerja Temperamental, Suka Marah-marahilustrasi pekerja (pixabay.com/Rodrigo_SalomonHC)

Performa kerja yang buruk dapat memicu kemarahan atasan kerjamu. Apalagi jika sudah memiliki sifat bawaan temperamental, atasan bisa langsung marah ketika memiliki bawahan dengan performa yang tidak sesuai harapan.

Tingkatkan performa kerjamu di perusahaan. Cobalah untuk berusaha memenuhi target yang diberikan sesuai dengan kemampuanmu. Dengan begitu diharapkan atasan puas dengan hasil kerjamu dan meminimalkan sikap temperamentalnya.

5. Sampaikan keluhan secara jujur terhadap atasan

5 Cara Mengatasi Atasan Kerja Temperamental, Suka Marah-marahilustrasi pekerjaan (Pexels.com/Andrea Piacquadio)

Bagaimanapun sikap temperamental atasan memang bukan hal yang baik. Kamu pasti berharap ada perbaikan dari diri atasanmu agar bisa lebih nyaman dalam bekerja. Oleh karena itu, kamu bisa mencoba untuk menyampaikan secara jujur terkait sikap atasan yang temperamental.

Sampaikan dengan bahasa yang baik dan mudah dipahami agar tidak memicu amarah atasan kerjamu. Jika merasa ragu dan takut salah dalam berbicara, buatlah catatan mengenai hal-hal apa saja yang akan disampaikan sebelum membicarakan secara langsung.

Demikian beberapa cara mengatasi atasan di tempat kerja yang temperamental dan sering marah-marah. Jangan nyerah dulu sebelum melakukan lima cara di atas, ya!

Baca Juga: 10 Ungkapan Bahasa Inggris yang Mirip dengan Peribahasa Indonesia

Rinda Septiana Photo Community Writer Rinda Septiana

Writing is my self healing

IDN Times Community adalah media yang menyediakan platform untuk menulis. Semua karya tulis yang dibuat adalah sepenuhnya tanggung jawab dari penulis.

Topic:

  • Doni Hermawan

Berita Terkini Lainnya