Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Tips Menyeduh Kopi dengan Moka Pot agar Tidak Pahit

Kota Medan
3 min read
Tips Menyeduh Kopi dengan Moka Pot agar Tidak Pahit
ilustrasi moka pot (unsplash.com/Thanos Amoutzias)
  • Moka pot memanfaatkan tekanan uap untuk mengalirkan air melalui bubuk kopi, menghasilkan seduhan pekat menyerupai espresso tanpa mesin mahal.
  • Gunakan gilingan medium-fine agar filter tidak tersumbat atau kopi terlalu encer; hindari gilingan terlalu halus maupun terlalu kasar.
  • Isi air panas hingga garis tanpa menutup katup, jangan padatkan kopi, lalu panaskan perlahan dengan api kecil agar tidak pahit atau gosong.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Buat kamu pencinta kopi, menikmati secangkir kopi nikmat gak selalu harus pergi ke kafe atau menggunakan mesin espresso yang mahal. Ada cara praktis yang bisa dicoba di rumah, salah satunya dengan menggunakan moka pot.

Alat seduh kopi asal Italia ini cukup populer karena bentuknya sederhana dan mudah digunakan setelah memahami teknik dasarnya. Moka pot bekerja dengan memanfaatkan tekanan uap dari kompor untuk mengalirkan air melewati bubuk kopi, sehingga menghasilkan seduhan yang pekat dengan karakter rasa menyerupai espresso.

Meski begitu, mendapatkan rasa kopi yang pas gak bisa dilakukan sembarangan. Takaran kopi, suhu air, hingga proses penyeduhan bisa memengaruhi hasil akhirnya. Supaya kopimu terasa lebih nikmat dan gak pahit berlebihan, yuk, simak tiga tips menyeduh kopi menggunakan moka pot berikut ini!

  1. 1. Gunakan ukuran gilingan kopi yang tepat

    proses penyeduhan kopi dalam moka pot (pexels.com/O'NEIL GONZALES)
    proses penyeduhan kopi dalam moka pot (pexels.com/O'NEIL GONZALES)

    Salah satu faktor terpenting dalam menyeduh kopi di dalam moka pot adalah penggunaan ukuran gilingan yang tepat. Sebaiknya ukuran gilingan yang kamu gunakan adalah medium-fine, tetapi tidak terlalu halus. Untuk mempermudah hal ini kamu sebaiknya menggunakan mesin grinder yang sudah mempunyai pilihan ukuran.

    Jika gilingan terlalu halus, hal ini dapat menyumbat filter dan menghasilkan tekanan uap yang berbahaya. Sebaliknya, jika gilingan terlalu kasar, kopi akan menjadi terlalu encer sehingga rasanya tawar. Umumnya lebih halus dari yang digunakan untuk kopi manual brew, namun tidak sehalus yang digunakan untuk mesin espresso.

  2. 2. Isi moka pot dengan jumlah air yang benar

    moka pot yang dibawa hiking (pexels.com/Taryn Elliott)
    moka pot yang dibawa hiking (pexels.com/Taryn Elliott)

    Faktor penting lain yang perlu diperhatikan saat menyeduh kopi di moka pot adalah mengisinya dengan jumlah air yang tepat. Kamu tidak dapat mengisi air di batas setengah pada moka pot. Umumnya moka pot dijual dengan berbagai ukuran seperti 2 cup, 3 cup, dan 6 cup.

    Sehingga jangan membeli moka pot dengan ukuran 6 cup jika kamu umumnya hanya mengonsumsi kopi dengan ukuran 3 cup. Hal ini penting karena dapat bekerja dengan baik bila diisi dengan tepat. Isi bottom chamber dengan air panas hingga garis, tetapi jangan tutupi katup pelepas tekanan, selanjutnya isi middle chamber dengan gilingan kopi, tetapi jangan menekannya terlalu rapat.

  3. 3. Panaskan moka pot dengan api yang stabil

    moka pot yang sedang dituang (pexels.com/Gary Barnes)
    moka pot yang sedang dituang (pexels.com/Gary Barnes)

    Saat menyeduh kopi dalam moka pot, penting untuk memanaskannya secara perlahan. Jika kamu memanaskannya terlalu cepat, kopi akan menjadi pahit dan gosong akibat api yang merambat ke middle chamber. Mulailah dengan api kecil dan jika perlu tingkatkan secara bertahap hingga kopi mulai keluar dari cerat moka pot.Setelah kopi mulai keluar, kecilkan api dan biarkan hingga kopi telah selesai diseduh.

    Dengan mencermati tips ini, kamu bisa menyeduh secangkir kopi nikmat dengan moka pot. Ingatlah untuk menggunakan ukuran gilingan yang tepat, isi moka pot dengan tingkat air yang benar, dan panaskan secara stabil. Dengan sedikit latihan, kamu pun dapat menyeduh secangkir kopi yang sempurna dan konsisten setiap saat.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share Article
Editorial Team
Yohan
EditorYohan

Related Articles

See More