Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
5 Tanda Daging Beku Mengalami Freezer Burn, Masih Aman atau Tidak?
Ilustrasi daging beku (pixabay.com/kropekk_pl)
  • Freezer burn ditandai bercak putih keabu-abuan kering, permukaan keriput, serta kristal es berlebih akibat kelembapan daging berpindah selama penyimpanan.

  • Setelah dicairkan, area tertentu dapat tampak lebih gelap dan kering; setelah dimasak, bagian terdampak cenderung alot, berserat, dan kurang juicy.

  • Freezer burn terutama menurunkan kualitas, bukan otomatis membuat daging basi. Namun, daging berbau busuk, berlendir, atau mencurigakan sebaiknya tidak dikonsumsi.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Daging beku yang disimpan terlalu lama bisa punya tampilan yang bikin ragu. Ada bagian yang memutih, mengering, bahkan terlihat seperti berubah warna, padahal kondisinya belum tentu basi.

Masalahnya, freezer burn sering disalahartikan sebagai tanda daging sudah rusak. Sebelum langsung membuangnya, coba cek lima perubahan berikut agar kamu tahu mana yang cuma soal kualitas dan mana yang patut dicurigai.

1. Ada bercak putih yang terlihat seperti kapur

Ilustrasi daging dengan bercak putih (commons.wikimedia.org/Netpilots)

Coba perhatikan bagian permukaan daging yang paling terbuka. Jika muncul bercak putih keabu-abuan yang tampak kering dan tidak merata, bisa jadi bagian tersebut mengalami freezer burn karena kehilangan kelembapan.

Bercak seperti ini biasanya tidak terlihat seperti lapisan lendir atau jamur. Teksturnya justru cenderung keras dan kering ketika disentuh setelah daging mulai dicairkan.

2. Permukaan daging berubah seperti keriput

Ilustrasi potongan daging sapi (pixabay.com/Evilowl)

Daging yang mengalami freezer burn gak hanya berubah warna. Permukaannya juga bisa terlihat mengerut atau berkerut karena sebagian air dari jaringan daging hilang selama berada di dalam freezer.

Perubahan ini biasanya paling jelas pada bagian yang bersentuhan dengan udara di dalam kemasan. Semakin banyak permukaan yang terekspos, semakin besar kemungkinan bagian tersebut kehilangan kelembapannya.

3. Kristal es justru berkumpul di sekitar daging

Ilustrasi c (unsplash.com/Adi H)

Pernah membuka plastik daging lalu menemukan banyak kristal es menempel di dalamnya? Jangan langsung menganggap itu sekadar tanda daging sangat beku.

Kristal es yang berlebihan dapat menunjukkan adanya perpindahan kelembapan selama penyimpanan. Jika kemasan memiliki banyak ruang udara atau tidak tertutup rapat, air dari daging dapat menguap lalu membeku kembali sebagai kristal es.

4. Bagian tertentu terlihat jauh lebih gelap setelah dicairkan

Ilustrasi daging sapi (unsplash.com/Toxic Smoker)

Warna daging beku memang bisa berubah selama penyimpanan, sehingga bagian yang lebih gelap belum tentu berarti busuk. Yang perlu diperhatikan adalah apakah perubahan warna tersebut hanya terjadi pada area tertentu yang tampak kering atau disertai perubahan lain.

Jika bagian gelap terasa kering dan teksturnya berbeda dari bagian dalam, kondisi tersebut bisa berkaitan dengan freezer burn. Namun, kalau perubahan warna disertai bau tidak sedap atau permukaan berlendir, jangan menganggapnya hanya sebagai efek pembekuan.

5. Setelah dimasak, bagian tertentu terasa kering seperti serat

Ilustrasi daging sapi panggang (unsplash.com/Loija Nguyen)

Tanda freezer burn ternyata bisa baru terasa setelah daging masuk ke wajan. Bagian yang kehilangan banyak kelembapan cenderung menjadi lebih kering, alot, dan kurang juicy dibandingkan bagian daging yang tidak terdampak.

Ini menjelaskan kenapa potongan daging yang tampak masih baik bisa menghasilkan tekstur yang gak merata ketika dimasak. Freezer burn lebih banyak memengaruhi kualitas dan tekstur, bukan otomatis membuat daging menjadi tidak aman.

Freezer burn sendiri terutama menyebabkan kualitas daging menurun, bukan otomatis membuatnya basi. Jika perubahan yang terlihat hanya bercak kering, permukaan mengeras, atau tekstur yang kurang juicy, bagian tersebut perlu dinilai sebagai masalah kualitas terlebih dahulu.

Namun, jangan mengabaikan tanda kerusakan lain setelah daging dicairkan. Bau busuk, lendir, atau kondisi yang jelas mencurigakan menjadi alasan untuk tidak memaksakan daging tersebut dikonsumsi.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Curated For You

Editorial Team

Related Article