Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Pemain PSPS saat mencoba menembus pertahanan Bhayangkara Lampung FC (IDN Times/ dok PSPS Pekanbaru)
  • PSPS Pekanbaru kalah 1-3 dari Bhayangkara Lampung pada laga League Cup di Stadion Kaharuddin Nasution, setelah tertinggal dua gol pada babak pertama.
  • Ryan Kurnia, Milan Ristovski, dan Sani Rizki mencetak gol Bhayangkara; Matheus Machado memperkecil skor melalui penalti pada menit 90+2 setelah pemeriksaan VAR.
  • Pelatih Akhyar Ilyas menilai PSPS banyak melakukan kesalahan dan sempat grogi, sementara Oscar Willian mengapresiasi semangat PSPS yang terus menciptakan peluang.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Pekanbaru, IDN Times - PSPS Pekanbaru menelan kekalahan perdana di laga League Cup saat menjamu Bhayangkara Lampung FC, Rabu (4/11/2026). Bermain di Stadion Kaharuddin Nasution Kota Pekanbaru, Bhayangkara membantai PSPS dengan 3 gol.

Sedangkan PSPS yang bermain dihadapan lima ribuan suporternya, hanya mampu membalas dengan 1 gol lewat titik penalti. 

Tiga gol Bhayangkara dicetak oleh Ryan Kurnia pada, Milan Ristovski pada menit dan Sani Rizki. Sedangkan gol tunggal PSPS dicetak oleh Matheus Machado.

1. Bhayangkara cetak 2 gol di babak pertama, PSPS sering melakukan kesalahan

Pemain Bhayangkara saat selebrasi usai mencetak gol ke gawang PSPS (IDN Times/ IG bhayangkarafc)

Sejak peluit babak pertama dibunyikan, Bhayangkara langsung mencoba mengendalikan permainan dengan mengalirkan bola dari kaki ke kaki. Upaya tersebut membuahkan hasil.

Dimana, pada menit ke 9, Bhayangkara berhasil mencetak gol. Lewat serangan cepat, pemain Bhayangkara Ryan Kurnia yang dikawal tiga pemain bertahan PSPS, mampu mencetak gol lewat umpan crossing sisi kiri dari I Made Andhika. Skor berubah 0-1 untuk Bhayangkara.

Usai gol pertama itu, pemain PSPS sering melakukan kesalahan. Melihat hal itu, Bhayangkara langsung memanfaatkannya dengan menekan pertahanan PSPS. Namun upaya untuk menciptakan gol kedua belum berhasil. 

PSPS kemudian mencoba membangun serangan lewat Hamzah Depa dan Ilham Fathoni. Namun masih bisa dimentahkan pertahanan Bhayangkara.

Memasuki menit ke 34, Bhayangkara kembali mencetak gol keduanya. Saat itu, Milan Ristovski memaksimalkan umpan pendek dari Jefferson Brenes Rojas yang berhasil merebut bola dari pemain PSPS.

Brenes Rojas yang melihat Milan tanpa pengawalan, langsung mengirim bola umpan pendek dalam kotak penalti dan mampu dimaksimalkan menjadi gol. Skor berubah menjadi 0-2 untuk Bhayangkara.

Dalam kondisi tertinggal, PSPS mencoba mencari gol pembuka. Namun masih belum berhasil. Peluang emas PSPS tercipta lewat tendangan bebas Antonio Gamaroni. Namun, bola tersebut membentur tiang gawang. 

Hingga babak pertama usai, Bhayangkara unggul sementara 0-2 atas PSPS. Dibabak pertama itu, Bhayangkara lebih bermain tenang ketimbang PSPS.

Memasuki babak kedua, PSPS melakukan sejumlah pergantian pemain, dengan memasukkan Asir Asiz dan Matheus Machado, serta beberapa pemain lainnya. Kali ini, permainan PSPS berubah total jika dibandingkan di babak pertama.

Meskipun begitu, Bhayangkara tak gentar. Terbukti pada menit ke-59, I Made Andhika mengirim umpan silang cantik ke dalam kotak penalti dan bola tersebut disambar Sani Rizki untuk mencetak gol. Skor 0-3 untuk Bhayangkara.

PSPS terus berusaha mengejar ketertinggalan 3 gol, namun upaya Asir Asiz dan Antonio Gamaroni belum bisa membongkar pertahanan Bhayangkara. Bahkan, beberapa peluang berhasil diciptakan PSPS, meskipun tidak menjadi gol

Gol yang ditunggu-tunggu akhirnya tiba. Pemain bertahan Bhayangkara melakukan pelanggaran kepada Asir Asiz di kotak penalti. Pemain PSPS sempat melakukan protes. Sehingga wasit melakukan pengecekan VAR. Setelah dicek, wasit akhirnya menunjuk titik penalti.

Matheus Machado yang maju sebagai eksekutor, sukses menjalankan tugasnya dengan baik pada menit ke 90+2. Skor berubah menjadi 1-3.

Hingga laga usai, skor bertahan dan PSPS Pekanbaru alami kekekalan perdana di kandangnya sendiri.

1. Akhyar Ilyas: hasil yang mengecewakan

Pelatih PSPS Akhyar Ilyas (tengah) (IDN Times/ Fanny Rizano)

Usai laga itu, pelatih PSPS Akhyar Ilyas menyebut, hasil pertandingan perdana di kompetisi League Cup mengecewakan. Diakuinya, pada babak pertama anak asuhnya banyak melakukan kesalahan.  

"Ini memang hasil yang mengecewakan. Laga malam ini sangat menarik, tapi kami banyak melakukan kesalahan. Ini menjadi pelajaran bagi kami untuk kedepannya," sebut Akhyar.

Menurutnya, banyaknya kesalahan yang dilakukan, dikarenakan pemain PSPS nervous atau grogi menghadapi pemain Super League. Disamping itu, pemain asing Bhayangkara tampil dengan istimewa.

"Saya melihat diawal beberapa pemain sedikit nervous. Tapi kita lihat juga tadi, pemain asing mereka (Bhayangkara) memang sangat istimewa," ucap Akhyar.

Akhyar menilai, timnya pada laga tersebut tidak bermain buruk. Hal itu terlihat dibabak kedua. Dimana, PSPS lebih dominan mengusai dan menciptakan peluang gol ketimbang Bhayangkara.

"Saya pikir kami tidak bermain buruk. Pemain bekerja cukup keras. Babak kedua cukup dominan, walaupun tidak bisa menciptakan gol," katanya.

Disamping itu, Akhyar juga mengakui menyimpan beberapa pemainnya untuk laga di Liga 2 Indonesia Pegadaian Championship yang akan berlangsung pada Minggu (8/11/2026). Meskipun jadwal pertandingan yang cukup sempit, Akhyar sangat antusias dengan kompetisi League Cup.

"Memang kami menyimpan beberapa pemain untuk laga di liga 2. Memang waktu kami sempit, karena minggu besok kami main lagi. Tugas kami saat ini adalah melakukan recovery untuk persiapan minggu besok," ujar Akhyar.

"Kami sangat antusias dengan League Cup. Cuma ada sedikit keluhan, karena waktu yang sangat mepet," sambungnya.

3. Pelatih Bhayangkara: PSPS bergairah, terus berupaya menciptakan peluang gol

Pelatih Bhayangkara Lampung FC Oscar Willian (IDN Times/ Fanny Rizano)

Sementara itu, pelatih Bhayangkara Oscar Willian, mengapresiasi usaha PSPS dalam pertandingan tersebut. Menurutnya, PSPS merupakan tim yang sangat bagus dan bergairah. 

"Kami mengapresiasi PSPS. Walaupun bermain di Liga 2, tapi tim ini sangat bagus dan bergairah. Kita lihat tadi, walaupun sudah tertinggal 3-0, semangat mereka tidak berkurang. Mereka terus berupaya menciptakan peluang gol," kata Oscar.

Oscar menilai, dalam pertandingan itu, wasit banyak sekali melakukan cek VAR. Meski begitu, dia tak mau mengomentari kinerja wasit.

"Tadi banyak sekali cek VAR, tapi saya tidak mau mengomentari kinerja wasit," sebutnya.

Curated For You

Editorial Team

Related Article